← Beranda
8 Kebiasaan yang Kelak Jadikan Usia Lansia Penuh Kesejahteraan dan Kedamaian Menurut Psikologi
Mohammad Maulana IqbalSabtu, 25 April 2026 | 01.19 WIB
Kebiasaan jadikan usia lansia penuh kesejahteraan dan kedamaian kata Psikologi. / Freepik

 

JawaPos.com – Menerapkan Kebiasaan hidup yang positif sejak usia muda sangat menentukan kualitas masa tua saat lansia yang akan kamu jalani nanti.

Pendekatan dari sisi Psikologi membuktikan bahwa kebahagiaan sejati muncul ketika seseorang mampu melepaskan beban mental yang tidak perlu.

Mengejar Kesejahteraan emosional memerlukan keberanian untuk membuang pola pikir lama yang sering kali menghambat pertumbuhan diri kamu sendiri.

Menemukan Kedamaian batin merupakan hasil dari proses panjang dalam menyaring aktivitas serta perilaku yang merusak ketenangan jiwa.

Baca Juga: Jika Anda Ingin Sukses dalam Hidup tetapi Selalu Merasa Lelah, Ucapkan Selamat Tinggal pada 10 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi

Dilansir dari laman Hack Spirit pada Jumat (24/4), berikut delapan kebiasaan yang kelak jadikan usia lansia penuh kesejahteraan dan kedamaian.

1. Menghentikan kebiasaan menyimpan dendam

Menyimpan dendam hanya akan membuat kamu terus terikat pada narasi luka yang terjadi di masa lalu.

Melepaskan amarah membantu menurunkan tekanan darah serta meningkatkan kualitas tidur demi kesehatan jantung yang lebih baik.

Lansia yang bahagia lebih menghargai ketenangan batin daripada terus menghukum orang lain melalui kebencian yang tidak berujung.

2. Melepaskan kebutuhan untuk selalu benar

Keinginan untuk selalu menang dalam argumen hanya akan menciptakan ketegangan yang merusak keharmonisan hubungan antarmanusia.

Seiring bertambahnya usia, orang yang bijak lebih mengutamakan koneksi emosional daripada memuaskan ego pribadi dalam sebuah perdebatan.

Menghargai harmoni jauh lebih bermakna daripada menghabiskan energi untuk membuktikan pendapat kamu yang paling benar di mata orang.

3. Berhenti menjalani hidup dengan tergesa-gesa

Banyak orang merasa dikejar waktu padahal mereka sebenarnya memiliki kesempatan untuk menikmati setiap momen dengan lebih lambat.

Memperlambat ritme hidup secara sadar terbukti mampu menurunkan hormon stres dan meningkatkan kepuasan dalam menjalani aktivitas harian.

Cobalah untuk fokus pada satu hal saja seperti saat makan tanpa melakukan pekerjaan lain secara bersamaan setiap harinya.

4. Tidak lagi membandingkan diri dengan orang lain

Kebiasaan membandingkan pencapaian pribadi dengan milik orang lain hanya akan mencuri kebahagiaan yang seharusnya kamu rasakan saat ini.

Lansia yang damai memahami bahwa standar kesuksesan bersifat sangat personal dan tidak perlu diukur melalui standar publik.

Menikmati hal sederhana di lingkungan sekitar sering kali memberikan kepuasan yang lebih tinggi daripada kemewahan milik orang lain.

5. Melepaskan keterikatan berlebih pada materi

Memiliki terlalu banyak barang sering kali justru menjadi beban mental yang membuat pikiran kamu terasa sesak dan penuh.

Belajar untuk hidup dengan benda yang benar-benar dibutuhkan akan memberikan rasa bebas yang luar biasa dalam keseharian kamu.

Donasikan atau jual barang yang tidak lagi digunakan agar ruang gerak dan pikiran kamu menjadi lebih lega serta jernih.

6. Berhenti terpaku pada penyesalan masa lalu

Kesalahan di masa lalu adalah bagian alami dari perjalanan hidup yang tidak seharusnya membuat kamu merasa terpuruk selamanya.

Mempraktikkan belas kasih pada diri sendiri membantu seseorang untuk bangkit lebih cepat dari kegagalan yang pernah dialami sebelumnya.

Anggaplah setiap kesalahan sebagai pelajaran berharga daripada membiarkannya menjadi beban yang menghambat langkah kamu menuju masa depan.

7. Tidak memasukkan perilaku orang lain ke dalam hati

Perilaku buruk orang lain sebenarnya lebih mencerminkan kondisi mental mereka sendiri daripada kualitas kepribadian yang kamu miliki sekarang.

Menurunkan reaktivitas emosional terhadap komentar negatif akan membebaskan ruang mental kamu untuk hal-hal yang jauh lebih positif.

Gunakan prinsip bahwa energi negatif mereka bukan tanggung jawab kamu untuk dipikul atau dibawa masuk ke dalam perasaan.

8. Berhenti menghindari perubahan yang terjadi

Menerima bahwa segala sesuatu di dunia ini bersifat tidak kekal akan membuat kamu lebih mudah beradaptasi dengan usia.

Ketahanan mental yang tinggi ditemukan pada mereka yang mampu menyapa setiap perubahan hari tanpa memaksanya sama seperti masa lalu.

Berhenti melawan arus kehidupan dan mulailah menerima setiap fase baru dengan keterbukaan hati yang penuh dengan rasa syukur.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho