← Beranda
Psikologi Orang yang Makan Lambat Memiliki 7 Ciri Ini, Anda Termasuk?
Rabbany WanadrianiRabu, 22 April 2026 | 00.29 WIB
ilustrasi orang yang makan. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Beberapa orang tampak menikmati setiap suapan, sementara yang lain melahap makan sambil bermain handphone.

Ternyata, ada psikologi menarik di balik ini.

Orang yang makan perlahan cenderung memiliki ciri kepribadian tertentu yang berpusat pada kehadiran dan kesadaran penuh.

Dilansir geediting, berikut tujuh ciri utama yang cenderung dimiliki oleh orang yang makan lambat dan perlahan.

Baca Juga: 6 Kebiasaan yang Berdampak pada Keuangan, Ini Cara Menabung agar Financial Freedom Menurut Psikologi

1. Mereka penuh perhatian

Orang yang makan perlahan mendapatkan skor lebih tinggi dalam penilaian kesadaran penuh (mindfulness).

Mereka tidak hanya hadir selama makan, kesadaran ini meluas ke area lain dalam kehidupannya.

Mereka memperhatikan pikiran, perasaan, dan sensasi tanpa langsung bereaksi terhadapnya.

2. Mereka memiliki pengaturan emosi yang baik

Orang yang makan perlahan cenderung lebih pandai mengelola emosi.

Kemampuan untuk makan dengan tenang dan penuh kesadaran membutuhkan tingkat pengendalian diri tertentu.

Alih-alih langsung bereaksi terhadap rasa lapar atau stres dengan melahap makanan, orang yang makan perlahan akan berhenti sejenak.

3. Mereka lebih peka terhadap tubuh

Orang yang makan lambat tahu kapan mereka kenyang.

Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang mengenali isyarat kenyang cenderung memiliki hubungan lebih sehat dengan makanan secara keseluruhan.

Mereka menyadari kapan perlu istirahat sebelum mengalami kelelahan ekstrem dan terhubung dengan pengalaman fisik lewat cara yang telah dilupakan oleh banyak orang.

4. Mereka memprioritaskan kualitas daripada kuantitas

Orang yang makan lambat sering kali memilih makanan yang lebih baik.

Mereka akan memilih sepotong cokelat hitam berkualitas tinggi daripada sebatang cokelat murahan.

Preferensi terhadap kualitas daripada kuantitas ini terlihat dalam kehidupan mereka, mulai dari hubungan yang mereka bina hingga karya yang dihasilkan.

5. Mereka merasa nyaman dengan keheningan

Orang yang makan lambat saat makan merasa nyaman membiarkan percakapan mengalir secara alami, memberikan ruang untuk momen tenang di antara topik pembicaraan.

Kenyamanan dalam keheningan ini menunjukkan kehadiran dan kepercayaan diri yang lebih dalam.

Mereka tidak makan dengan cepat untuk menghindari rasa canggung atau terburu-buru menyelesaikan makan agar bisa segera beralih ke hal berikutnya.

6. Mereka fokus

Orang yang makan perlahan cenderung memiliki kemampuan konsentrasi yang lebih baik secara keseluruhan.

Mereka mampu bekerja dengan konsentrasi tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama, membaca tanpa pikiran melayang, dan mendengarkan ketika seseorang berbicara kepadanya.

7. Mereka mudah bersyukur

Orang yang makan perlahan cenderung mendapatkan skor lebih tinggi dalam penilaian rasa syukur.

Ketika mereka meluangkan waktu untuk benar-benar menikmati makanan, secara alami mereka akan lebih menghargainya.

Praktik rasa syukur ini, yang diulang tiga kali sehari, menciptakan pola psikologis yang ampuh.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho