← Beranda
8 Kebiasaan Orang yang Tidak Mudah Stres Menurut Psikologi, Ini Rahasianya untuk Hidup Lebih Tenang
Mohammad Maulana IqbalMinggu, 19 April 2026 | 02.17 WIB
Kebiasaan orang yang tidak mudah stres dan hidup tenang menurut Psikologi. / Freepik

JawaPos.com – Banyak orang bermimpi bisa menjalani hidup yang lebih tenang, namun tidak tahu dari mana harus memulai perubahan tersebut.

Psikologi mengungkap bahwa orang yang jarang stres bukan berarti hidup mereka bebas masalah, melainkan mereka memiliki kebiasaan berbeda.

Kebiasaan sederhana yang dijalankan secara konsisten ternyata menjadi kunci utama mengapa sebagian orang tampak selalu tenang.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Aquarius Minggu, 19 April 2026: Keberuntungan Menguat, Karier Bersinar dan Cinta Harmonis

Memahami psikologi di balik ketenangan bisa membantu siapa saja untuk mulai mengubah cara mereka merespons tekanan dalam keseharian.

Dilansir dari laman YourTango pada Sabtu (18/4), dijelaskan delapan kebiasaan orang yang tidak mudah stres dan hidup tenang menurut Psikologi.

1. Menerima dan memiliki rasa tidak aman dalam diri

Menyembunyikan kekurangan diri sendiri justru menjadi sumber kecemasan yang tidak perlu dan menguras energi secara perlahan.

Menganggap bahwa ada yang salah dengan diri sendiri adalah bentuk penghakiman yang menciptakan tekanan batin terus-menerus.

Orang yang tenang menerima keterbatasan mereka, bekerja pada hal yang bisa diubah, dan melepaskan yang tidak bisa dikontrol.

Kebiasaan berhenti menghakimi diri sendiri adalah langkah paling efektif menuju ketenangan batin yang sesungguhnya.

2. Tidak terburu-buru dalam melakukan segala sesuatu

Bergerak dengan terburu-buru berdampak besar pada cara seseorang merasa dan memandang diri sendiri setiap harinya.

Orang yang tenang bergerak mengikuti irama alami kehidupan, berbicara dengan tempo yang tidak membuat siapapun merasa tertekan.

Memperlambat gerakan fisik secara sadar adalah kebiasaan yang bisa dilatih dan dipelihara dari waktu ke waktu.

Ketika seseorang bergerak lebih lambat, kehidupan terasa lebih pelan dan segala sesuatu menjadi jauh lebih mudah dihadapi.

3. Menghilangkan hal-hal yang memicu kecemasan

Banyak orang terus melakukan kebiasaan yang mereka tahu memicu kecemasan, meski sudah menyadari dampak buruknya.

Mengurangi kafein, berhenti merokok, dan menyadari hubungan sebab-akibat antara kebiasaan tertentu dengan perasaan adalah langkah krusial.

Menemukan cara untuk merasa nyaman melepaskan kebiasaan buruk adalah bagian penting dari proses menuju hidup yang lebih damai.

Kepuasan yang didapat dari meninggalkan kebiasaan negatif jauh lebih bernilai dibanding kesenangan sesaat yang ditawarkannya.

4. Mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas

Tidur yang memadai antara tujuh hingga sembilan jam per malam adalah fondasi penting bagi tubuh dan pikiran yang sehat.

Kurang tidur secara langsung meningkatkan tingkat stres dan mempercepat proses penuaan tubuh secara keseluruhan.

Menemukan cara untuk tidur dengan jam yang cukup setiap malam adalah syarat mutlak untuk mencapai performa terbaik dalam hidup.

Tidur bukan tanda kelemahan, melainkan investasi paling mendasar untuk menjaga ketenangan dan kejernihan pikiran sehari-hari.

5. Berhenti hidup berdasarkan ekspektasi orang lain

Menjalani hidup berdasarkan keinginan orang lain, bukan keinginan sendiri, adalah salah satu sumber stres terbesar yang ada.

Orang yang tenang memilih untuk melakukan apa yang benar-benar mereka inginkan, bukan apa yang dianggap "seharusnya" dilakukan.

Mereka memahami bahwa setiap pilihan hidup pasti menghadirkan tantangan, sehingga mereka tidak terkejut saat hambatan datang.

Ketenangan lahir bukan dari hidup yang mudah, melainkan dari keyakinan bahwa pilihan yang diambil adalah pilihan sendiri.

6. Membantu orang lain merasa tenang

Salah satu cara paling efektif merasa tenang adalah dengan mengalihkan perhatian dari diri sendiri ke orang-orang di sekitar.

Ketika fokus diarahkan untuk membantu orang lain merasa nyaman, pikiran berhenti berputar pada kekhawatiran pribadi yang melelahkan.

Berkontribusi dan menghadirkan kegembiraan bagi orang lain adalah tanda nyata dari kesehatan mental yang sesungguhnya.

Dengan membuat orang lain tenang, secara alami ketenangan itu pun akan hadir kembali ke dalam diri sendiri.

7. Lebih banyak menciptakan daripada mengonsumsi

Manusia selalu berada dalam salah satu dari dua mode: bereaksi terhadap sesuatu atau menciptakan sesuatu yang baru.

Terlalu banyak mengonsumsi konten dan terlalu reaktif terhadap lingkungan mencemari pikiran serta menciptakan kegelisahan yang kronis.

Menciptakan sesuatu adalah kebalikan dari konsumsi pasif dan merupakan ekspresi paling alami dari potensi manusia.

Ketika hidup lebih banyak diisi dengan tindakan kreatif, ketenangan muncul sebagai hasil dari melakukan sesuatu yang bermakna.

8. Berhenti mengejar kebahagiaan sebagai tujuan akhir

Terus-menerus mengevaluasi apakah diri sendiri merasa bahagia atau tidak justru menciptakan kesadaran diri yang melelahkan dan kontraproduktif.

Emosi manusia berfluktuasi setiap saat seiring perubahan pikiran, sehingga menjadikannya tolok ukur keberhasilan hidup adalah keliru.

Orang yang tenang mengalihkan perhatian dari perasaan ke arah membangun sistem tindakan yang konsisten dan bermakna.

Kebahagiaan sejati bukan tentang selalu merasa nyaman, melainkan tentang tenggelam dalam aktivitas yang benar-benar berarti bagimu.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho