← Beranda
Kerap Menghindari Kontak Mata dalam 7 Momen Ini? Mungkin Kamu Kurang Percaya Diri dari yang Anda Sadari Menurut Psikologi
Irfan Ferdiansyah• Sabtu, 11 April 2026 | 02.43 WIB
seseorang yang menghindari kontak mata./Freepik/dragonimages

JawaPos.com - Kontak mata adalah salah satu bentuk komunikasi nonverbal yang paling kuat. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, mata kita bisa menyampaikan rasa percaya diri, kejujuran, ketertarikan, bahkan ketakutan.

Dalam psikologi, kemampuan menjaga kontak mata sering dikaitkan dengan tingkat kepercayaan diri seseorang.

Namun, banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan menghindari kontak mata dalam situasi tertentu bisa menjadi tanda bahwa mereka sebenarnya kurang percaya diri—meskipun secara sadar mereka merasa baik-baik saja.

Dilansir dari Expert Editor pada Kamis (9/4), jika Anda sering melakukan hal-hal berikut ini, mungkin ada sisi dalam diri Anda yang perlu lebih diperhatikan.

1. Saat Berbicara dengan Orang Baru

Pertemuan pertama sering kali menegangkan. Tapi jika Anda selalu menghindari kontak mata saat berkenalan, itu bisa menjadi tanda bahwa Anda merasa tidak cukup percaya diri untuk “terlihat” oleh orang lain.

Dalam psikologi sosial, kontak mata saat perkenalan menunjukkan keterbukaan dan rasa aman terhadap diri sendiri. Menghindarinya bisa berarti Anda takut dinilai atau merasa tidak cukup “layak” di hadapan orang tersebut.

Tanda yang sering terjadi:

Menatap ke bawah saat memperkenalkan diri
Mengalihkan pandangan terlalu cepat
Terlihat gugup tanpa alasan jelas

2. Saat Menyampaikan Pendapat

Ketika Anda berbicara tetapi tidak berani menatap lawan bicara, pesan yang Anda sampaikan bisa terasa kurang kuat.

Kontak mata saat berbicara mencerminkan keyakinan terhadap apa yang Anda katakan. Sebaliknya, menghindarinya bisa membuat Anda terlihat ragu, bahkan jika sebenarnya Anda tahu apa yang Anda bicarakan.

Makna psikologisnya:
Anda mungkin takut pendapat Anda ditolak atau dianggap salah.

3. Saat Mendapat Pujian

Banyak orang merasa canggung saat dipuji, tetapi jika Anda langsung mengalihkan pandangan atau menolak pujian tanpa kontak mata, itu bisa menunjukkan masalah dengan self-worth (harga diri).

Orang yang percaya diri biasanya:

Menerima pujian dengan senyum
Menjaga kontak mata sejenak
Mengucapkan terima kasih dengan tulus

Jika Anda tidak bisa melakukannya, mungkin Anda belum sepenuhnya menghargai diri sendiri.

4. Saat Melakukan Kesalahan

Saat melakukan kesalahan, reaksi alami adalah merasa malu. Namun, orang yang cukup percaya diri tetap mampu menghadapi situasi tersebut dengan kontak mata.

Menghindari tatapan orang lain saat salah bisa menjadi tanda:

Anda takut dihakimi
Anda sulit menerima ketidaksempurnaan
Anda terlalu keras pada diri sendiri

Padahal, dalam psikologi, kemampuan menghadapi kesalahan secara terbuka justru merupakan ciri kepercayaan diri yang matang.

5. Saat Berbicara dengan Otoritas

Berhadapan dengan atasan, guru, atau figur berkuasa memang bisa membuat siapa pun merasa kecil. Tetapi jika Anda selalu menunduk dan tidak berani menatap sama sekali, itu bisa menunjukkan rasa inferioritas.

Orang yang percaya diri tetap bisa:

Menjaga kontak mata dengan sopan
Tidak merasa “lebih rendah” sebagai manusia
Menghargai tanpa kehilangan harga diri

Menghindari kontak mata sepenuhnya bisa menandakan Anda menempatkan diri terlalu rendah.

6. Saat Terlibat Konflik

Konflik sering kali membuat orang tidak nyaman. Namun, menghindari kontak mata saat berdebat atau berdiskusi serius bisa menunjukkan Anda tidak yakin dengan posisi Anda.

Dalam komunikasi asertif, kontak mata penting untuk:

Menunjukkan ketegasan
Menyampaikan emosi dengan jelas
Membuat lawan bicara menghargai Anda

Jika Anda terus menghindarinya, orang lain mungkin melihat Anda sebagai pasif atau mudah ditekan.

7. Saat Menyampaikan Perasaan Pribadi

Ini adalah salah satu momen paling jujur dalam hidup—mengungkapkan perasaan. Entah itu cinta, kekecewaan, atau harapan.

Menghindari kontak mata saat momen ini bisa berarti:

Anda takut ditolak
Anda tidak yakin dengan nilai diri Anda
Anda merasa rentan secara berlebihan

Padahal, kontak mata dalam situasi emosional justru memperkuat koneksi dan menunjukkan keberanian emosional.

Kenapa Kontak Mata Begitu Penting?

Dalam psikologi, kontak mata berkaitan dengan beberapa hal penting:

Kepercayaan diri: Orang yang percaya diri tidak takut “terlihat”
Kejujuran: Kontak mata sering diasosiasikan dengan keterbukaan
Dominasi sosial: Orang yang mempertahankan kontak mata cenderung dianggap lebih berpengaruh
Koneksi emosional: Mata membantu membangun hubungan yang lebih dalam

Namun penting diingat, ini bukan berarti Anda harus menatap terus-menerus tanpa henti. Kontak mata yang sehat adalah yang alami, tidak memaksa, dan sesuai konteks budaya.

Cara Melatih Kontak Mata Secara Bertahap

Jika Anda merasa sering menghindari kontak mata, kabar baiknya: ini bisa dilatih.

Beberapa langkah sederhana:

Mulai dari durasi singkat (2–3 detik)
Fokus pada satu mata, bukan keduanya sekaligus
Latih saat berbicara dengan orang yang nyaman dulu
Gunakan teknik “segitiga wajah” (mata–mata–mulut)
Jangan terlalu keras pada diri sendiri

Penutup

Menghindari kontak mata bukan berarti Anda lemah atau gagal. Itu hanyalah sinyal—bahwa mungkin ada bagian dalam diri Anda yang belum sepenuhnya merasa aman atau percaya diri.

Kesadaran adalah langkah pertama. Dengan memahami kapan dan mengapa Anda menghindari kontak mata, Anda bisa mulai membangun kepercayaan diri yang lebih kuat dan autentik.

Karena pada akhirnya, keberanian untuk menatap—bukan hanya orang lain, tetapi juga diri sendiri—adalah inti dari pertumbuhan pribadi.

EDITOR: Hanny Suwindari