JawaPos.com - Wawancara kerja merupakan sebuah kesempatan yang dinanti-nantikan oleh para pencari kerja. Setelah melamar di berbagai lowongan pekerjaan, sebuah kesempatan wawancara akhirnya datang.
Wawancara kerja sendiri adalah saat dimana rekruter yakni HRD menilai bagaimana pencari kerja bisa berhak untuk bekerja di perusahaan. Dalam kesempatan wawancara tersebut, HRD bisa menanyakan dan menguji kompetensi pencari kerja tersebut.
Ketika wawancara berlangsung, pencari kerja tentunya akan melakukan segala cara untuk mendapatkan impresi yang baik. Pencari kerja bisa memaparkan pengalaman dan kompetensi yang mereka miliki untuk HRD menilai mereka dengan baik.
Selain ulasan panjang lebar terkait kompetensi, bagaimana cara kamu berbicara dan juga kepercayaan diri juga dinilai oleh pewawancara. HRD tentunya lebih menyukai orang yang percaya diri akan talentanya untuk bisa berkontribusi positif untuk perusahaan.
Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk menaklukkan HRD melalui bahasa tubuh di wawancara. Dilansir dari The Muse dan Champlain College, berikut ini merupakan 7 tips bahasa tubuh yang baik ketika wawancara kerja dengan HRD:
1. Buat Kontak Mata
Tips pertama yang bisa kamu lakukan ketika wawancara adalah buat kontak mata dengan pewawancara. Ketika wawancara secara langsung alangkah baiknya kamu fokus pada HRD atau calon atasan yang mewawancara.
Hindari mengedarkan pandangan ke sekeliling, menunduk, melihat ke contekan, dan masih banyak lagi. Dengan membuat kontak mata, hal ini berarti kamu fokus mendengarkan pewawancara dan punya niat untuk terhubung dengan mereka.
2. Postur Tubuh yang Baik
Tips kedua yang bisa kamu lakukan adalah dengan memiliki postur tubuh yang baik. Ketika kamu masuk ruangan wawancara, pastikan kamu berdiri dan berjalan dengan postur tubuh tegak.
Ketika duduk di kursi, jangan terlalu menyandarkan tubuh seakan tidak peduli dengan wawancara. Pertahankan postur tubuh yang baik dan tidak membungkuk untuk impresi HRD yang baik terhadap kamu.
3. Jabat Tangan Kuat
Tips ketiga yang juga bisa kamu lakukan adalah dengan menjabat tangan pewawancara dengan baik. Kamu bisa menjabat tangan mereka ketika masuk atau keluar dari wawancara untuk meninggalkan kesan yang kuat.
Perhatikan cara kamu menjabat tangan dan pastikan kamu memiliki ekspresi yang menunjukkan rasa percaya diri. Pastikan untuk tersenyum dan juga mengatakan kalimat yang tersusun rapi sebelum atau sesudah wawancara berlangsung.
4. Aktif Mendengar
Tips keempat yang bisa kamu praktikkan ketika wawancara adalah dengan aktif mendengar lawan bicara. Ketika HRD atau calon atasan menanyakan sebuah pertanyaan, atau memaparkan sebuah studi kasus, pastikan kamu mendengar secara aktif.
Yang dimaksud mendengar secara aktif adalah menunjukkan bahwa kamu benar-benar mendengar dan tertarik akan apa yang dibicarakan. Kamu bisa mencondongkan badan lebih maju, menggerakkan kepala, mengangguk dan masih banyak lagi untuk menunjukkan gestur mendengar.
5. Gerakan Tangan Cukup
Tips kelima yang juga bisa kamu lakukan adalah dengan menggerakkan tangan secukupnya. Kamu mungkin ingin menggerakkan tangan ketika menjawab atau menjelaskan sesuatu. Ingat untuk tidak menggerakkannya berlebihan layaknya orasi dan menempatkannnya secukupnya.
Ketika kamu diam, pastikan juga tidak menggerakkan tangan sebagai tanda gelisah seperti memilin ujung baju, membenarkan dasi dengan cemas dan masih banyak lagi. Hindari juga gestur tidak sopan seperti menyilangkan tangan di dada atau memasukkan tangan ke dalam saku.
6. Ekspresi Tersenyum
Tips keenam adalah pastikan kamu memiliki ekspresi tersenyum ketika wawancara kerja. Hal ini merupakan tips penting yang harus kamu lakukan ketika hadir di wawancara bersama HRD.
Dengan senyum yang baik, kamu bisa menampilkan kesan ramah dan positif yang bisa menambah nilai plus dirimu di hadapan HRD. Pastikan untuk tersenyum secukupnya, tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak.
7. Perhatikan Keluar-Masuk.
Tips ketujuh yang bisa kamu lakukan adalah memperhatikan caramu keluar-masuk. Hal ini mencakup caramu membuka pintu, salam yang kamu katakan dan bagaimana kamu berjalan.
Kamu juga bisa menambahkan gestur kecil seperti memasukkan kembali kursi setelah wawancara, dan menginisiasi jabat tangan. Dengan memperhatikan cara keluar-masuk, hal ini bisa menjadi nilai plus apabila HRD senang melihat sikap kamu.
Ketujuh poin diatas merupakan sederet tips yang bisa kamu lakukan untuk bahasa tubuh ketika wawancara kerja. Dengan menerapkan tips diatas, kamu bisa menambah nilai plus kamu di mata HRD dan meningkatkan kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan.