JawaPos.com – Semua orang pasti pernah merasa sedih entah karena kegagalan, putus cinta, atau ditinggalkan orang terdekat.
Dan ketika suasana hati sedang buruk, seseorang cenderung lebih mudah tersinggung daripada biasanya.
Namun jika ada orang yang terus-menerus merasa sedih bahkan tanpa alasan yang jelas itu bisa menjadi tanda bahaya.
Jangan abaikan jika kita terus merasa sedih dan menganggapnya akan membaik di hari esok karena kesibukan.
Ini karena ada beberapa perasaan sedih yang tidak akan hilang, dan justru menyebabkan depresi jika tidak ditangani.
Baca Juga: Resep Nasi Gila Ala Abang-Abang: Gurih, Pedas, dan Super Nendang!
Dengan memahami perbedaan antara rasa sedih sementara dan frustasi berat, kita dapat lebih cepat mendapatkan bantuan sebelum terlambat.
Dilansir dari Your Tango, ada lima tanda bahwa rasa sedih yang kita alami mungkin merupakan sinyal masalah yang lebih serius untuk ditangani.
1. Sedih Tanpa Alasan yang Jelas
Rasa sedih yang normal biasanya memiliki alasan tersendiri atau penyebab yang bisa dijelaskan.
Entah karena gagal ujian, putus cinta, atau kehilangan barang berharga, itu memang wajar membuat kita sedih.
Namun, jika kita merasa hampa atau sedih tanpa ada kejadian buruk apapun, ini adalah tanda depresi berat.
Kondisi ini seringkali disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon di otak, bukan karena keadaan luar.
2. Sedih yang Tak Kunjung Reda
Waktu biasanya menjadi obat bagi kesedihan yang sementara karena mungkin suasana hati kita sedang buruk.
Namun, jika perasaan tidak enak badan atau sedih ini menetap selama berminggu-minggu tanpa ada perubahan positif, itu bisa jadi tanda bahaya.
Bahkan perasaan sedih yang seharusnya menurun justru semakin memburuk, sehingga kita perlu waspada.
Cobalah membuat jurnal sederhana perasaan kita untuk memantau apakah suasana hati kita terus berada di bawah batas normal.
3. Hilang Harapan Hidup
Kesedihan yang terus-menerus menghantui dan membuat seseorang frustasi seringkali menciptakan rasa putus asa.
Ciri utama yang membedakan depresi dari sedih biasa adalah rasa putus asa dan kehilangan harapan.
Saat sedih biasa, kita mungkin menangis, tapi tetap merasa hidup layak dijalani dan memiliki tujuan yang ingin dicapai.
Namun di kondisi yang lebih serius, muncul pikiran bahwa hidup tidak akan pernah membaik atau untuk apa saya berjuang.
Perasaan putus asa yang mendalam adalah sinyal kuat bahwa kita membutuhkan bantuan profesional.
4. Kesedihan Semakin Buruk
Kesedihan yang biasa terjadi cenderung hanya bersifat sementara dan perlahan memudar seiring berjalannya waktu.
Sebaliknya, depresi yang tidak ditangani cenderung semakin memburuk dan semakin berat semakin kita mengabaikannya.
Jika aktivitas sederhana seperti mandi atau makan mulai terasa seperti beban yang sangat berat, itu tandanya kondisi mental kita sedang menurun secara signifikan.
5. Sedih karena Faktor Genetik
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rasa sedih bisa disebabkan karena keturunan genetik dari keluarga.
Perasaan sedih ini cenderung membuat seseorang depresi yang sulit disembuhkan karena telah ada melalui lingkungan keluarga.
Jika kita memiliki anggota keluarga yaitu orang tua atau saudara yang memiliki riwayat gangguan kecemasan atau depresi, kita mungkin juga mengalaminya.
Ini karena genetik dalam tubuh kita ibarat cerminan atau tanda, sehingga stres lingkungan dapat menjadi pemicunya.