← Beranda
Situationship Dalam Percintaan? 3 Alasan Seseorang Menjalin Hubungan yang Gantung dan Dampaknya Terhadap Mental Anda
Irfan FerdiansyahSelasa, 7 April 2026 | 02.54 WIB
ilustrasi typewriter dengan teks situationship./Pexels.

JawaPos.com – Pernahkah kalian berada di suatu hubungan yang dekat dan romantis tapi di waktu lain layaknya teman biasa? Nah, hubungan itu dinamakan dengan situationship. 

Hubungan ini umumnya tidak memiliki label hubungan romantis pada umumnya.

Berasal dari gabungan kata situasi (situation) dan hubungan (relationship), hubungan ini bergantung pada kondisi dan kenyamanan dari kedua belah pihak.

Karena mengedepankan kenyamanan, hubungan situationship tidak memiliki komitmen dan masa depan yang jelas.

Baca Juga: Pesan Penting Semesta pada 7 April 2026: 4 Zodiak Ini Mengalami Titik Balik Kehidupan

Dilansir dari Pyschology Today, hubungan yang tidak memiliki kejelasan seperti ini memiliki dampak yang buruk terhadap kesehatan mental seseorang.

Apa saja alasan dan dampaknya? Mari simak beberapa fakta berikut ini agar Anda dapat menghindari situationship. 

1. Ketakutan Terhadap Komitmen

Ada beberapa hal yang mendasari situationship. Faktor pertama adalah rasa takut akan menjalani hubungan berkomitmen. 

Tubuh memiliki mekanisme pertahanan berupa rasa takut yang disebabkan oleh kejadian yang buruk atau bahkan trauma. 

Hubungan romantis yang berakhir buruk dan sangat menyakiti seseorang dapat membentuk mekanisme pertahanan seperti ini. 

Meskipun begitu, manusia secara natural selalu berusaha untuk membentuk koneksi dengan seseorang. 

Baca Juga: Rezeki Tetap Jalan, 6 Zodiak Ini Diprediksi Lebih Ringan Jalani Hari 7 April 2026

Hal ini membuat mereka yang menjalin situationship cenderung untuk tidak memberi kejelasan dan tetap pada zona nyaman mereka.

2. Harapan Tanpa Ujung

Seseorang yang menjalin situationship sering kali berharap akan adanya kejelasan walau tak kunjung datang. 

Sebuah penelitian oleh Dr. A. Shaji George (2023) menjelaskan bahwa situationship memberikan ilusi progress pada sebuah hubungan. 

Mereka yang terjebak dalam hubungan ini merasa bahwa hubungan yang mereka miliki seolah-olah sedikit demi sedikit mengalami kemajuan.

Padahal pada kenyataannya mereka hanya berjalan namun tetap berada pada titik yang sama. 

3. Sudah Terlalu Banyak Investasi

Investasi disini bukan investasi yang umumnya kita kenal seperti trading crypto – walau mungkin ada beberapa situationship seperti itu– tetapi lebih kepada apa yang telah diinvestasikan pada pasangannya.

Pada umumnya, walau situationship tidak memberi kejelasan, mereka yang terjalin hubungan ini akan tetap mengeluarkan tenaga, waktu dan emosi bahkan finansial untuk pasangannya. 

Hal ini mempersulit pengakhiran hubungan, karena perasaan telah berinvestasi dan keengganan untuk rugi membuat mereka terus bertahan dalam hubungan tersebut.

4. Dampak Dari situationship

Apakah situationship adalah hal yang buruk? Jawabannya adalah tidak selalu. Jika sebuah hubungan itu malah memberikan rasa aman kepada kedua belah pihak maka tidak apa-apa. 

Tetapi, umumnya salah satu pihak di situationship akan meminta suatu kejelasan dari hubungan tersebut atau berharap akan sesuatu yang lebih. 

Banyak juga takut meminta kejelasan dikarenakan rasa takut kehilangan apa yang mereka miliki. Hal ini akan berdampak buruk pada kesehatan mental seseorang.

Dilansir dari Nafsology, ketidak jelasan ini dapat mengacu pada ruminasi (overthinking) yang berlebihan – mempertanyakan apakah waktu yang sudah terbuang ada artinya. 

Tidak hanya itu, perasaan hanya digunakan oleh pasangan situationship dapat berpengaruh buruk pada kepercayaan diri seseorang. 

Tentunya hal ini akan membuat seseorang lelah secara mental sehingga hubungan menjadi jauh lebih toxic dan tidak stabil. 

EDITOR: Hanny Suwindari