← Beranda
Jika Seseorang Memutuskan Hubungan denganmu Menggunakan 6 Taktik Ini, Sebenarnya Mereka Tidak Pernah Menghormatimu
Irfan FerdiansyahSelasa, 31 Maret 2026 | 19.55 WIB
seseorang yang memutuskan hubungan dengan cara yang (Freepik/cookie_studio)

 

JawaPos.com - Putus hubungan, baik itu dalam konteks percintaan, pertemanan, maupun relasi profesional—selalu menyisakan rasa. Namun, cara seseorang mengakhiri hubungan sering kali jauh lebih “berbicara” daripada alasan yang mereka ucapkan. Cara mereka pergi menunjukkan bagaimana mereka memandangmu selama ini.

Faktanya, tidak semua perpisahan dilakukan dengan kejujuran, empati, atau rasa hormat. Ada yang memilih jalan pintas, manipulasi, bahkan sikap yang merendahkan.

Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (31/3), jika seseorang menggunakan taktik-taktik berikut saat memutuskan hubungan denganmu, kemungkinan besar mereka memang tidak pernah benar-benar menghormatimu sejak awal.

Mari kita bahas satu per satu.

1. Menghilang Tanpa Penjelasan (Ghosting)

Tiba-tiba mereka hilang. Tidak ada kabar, tidak ada penjelasan, pesan tidak dibalas, telepon diabaikan. Seolah-olah kamu tidak pernah ada dalam hidup mereka.

Ghosting bukan hanya tindakan menghindar, tapi juga bentuk pengabaian terhadap perasaan orang lain. Mengakhiri hubungan tanpa memberi penjelasan berarti mereka tidak menghargai emosimu, waktumu, dan keterikatan yang sudah terbangun.

Orang yang menghormatimu akan memilih kejujuran, meskipun itu sulit. Mereka akan mengatakan, “Ini tidak berhasil,” daripada membuatmu bertanya-tanya tanpa akhir.

2. Menyalahkanmu Sepenuhnya

Alih-alih mengakui peran mereka dalam hubungan, mereka menjadikanmu satu-satunya kambing hitam. Semua masalah dianggap berasal darimu—cara kamu bicara, sikapmu, bahkan hal-hal kecil yang diperbesar.

Ini adalah bentuk manipulasi emosional. Tujuannya sering kali untuk membuat mereka terlihat “benar” dan keluar dari hubungan tanpa rasa bersalah.

Dalam hubungan yang sehat, tanggung jawab itu dibagi. Tidak ada satu pihak yang sepenuhnya salah. Jika seseorang tidak mampu melihat kontribusi mereka sendiri terhadap masalah, itu menunjukkan kurangnya kedewasaan—dan juga kurangnya rasa hormat terhadapmu.

3. Memutuskan Hubungan Saat Kamu Sedang Rentan

Mereka memilih waktu terburuk untuk pergi—saat kamu sedang mengalami masa sulit, seperti stres, kehilangan, atau masalah pribadi lainnya.

Alih-alih menjadi support system, mereka justru meninggalkanmu di titik terlemah.

Ini bukan hanya menyakitkan, tapi juga menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki empati. Orang yang benar-benar menghormatimu akan mempertimbangkan kondisi emosionalmu, bahkan jika mereka tetap ingin mengakhiri hubungan.

Waktu memang tidak selalu “sempurna”, tapi ada perbedaan antara kejujuran dan ketidakpedulian.

4. Menggunakan Alasan yang Tidak Jelas atau Mengada-ada

“Kamu terlalu baik buat aku.”
“Aku lagi mau fokus ke diri sendiri.”
“Ini bukan kamu, ini aku.”

Kalimat-kalimat ini sering terdengar “halus”, tapi sebenarnya kosong makna. Mereka tidak memberi kejelasan, hanya menutup percakapan tanpa membuka ruang pemahaman.

Alasan yang tidak jujur adalah bentuk penghindaran. Mereka tidak cukup menghargaimu untuk mengatakan yang sebenarnya—mungkin karena takut konflik, atau sekadar tidak peduli.

Padahal, kejelasan adalah bentuk rasa hormat. Kamu berhak tahu kenapa hubungan itu berakhir.

5. Mempermalukan atau Menjatuhkanmu Saat Berpisah

Beberapa orang memilih cara yang lebih buruk: mereka menjatuhkanmu saat pergi. Bisa dalam bentuk kritik berlebihan, membuka aib, atau bahkan membandingkanmu dengan orang lain.

Ini bukan sekadar perpisahan—ini serangan terhadap harga dirimu.

Taktik ini sering digunakan untuk membuat mereka merasa lebih superior, atau untuk membenarkan keputusan mereka dengan merendahkanmu.

Orang yang menghormatimu tidak akan merusak citramu hanya untuk keluar dari hubungan. Mereka akan menjaga martabatmu, bahkan saat semuanya sudah berakhir.

6. Langsung Berpindah ke Orang Lain Tanpa Menghargai Proses

Belum lama putus, tiba-tiba mereka sudah bersama orang lain. Bahkan mungkin sudah dekat sebelum hubungan kalian benar-benar berakhir.

Hal ini bisa menunjukkan bahwa mereka tidak pernah sepenuhnya berkomitmen, atau tidak menghargai hubungan yang kalian jalani.

Bukan berarti seseorang tidak boleh move on cepat. Tapi jika dilakukan tanpa kejelasan, tanpa penutupan yang sehat, dan dengan cara yang menyakitkan, itu menunjukkan kurangnya respek terhadapmu.

Kamu bukan sekadar “fase sementara” yang bisa digantikan begitu saja.

Penutup: Cara Mereka Pergi Adalah Cerminan Siapa Mereka

Penting untuk diingat: cara seseorang mengakhiri hubungan lebih mencerminkan karakter mereka daripada nilai dirimu.

Jika kamu mengalami salah satu dari taktik di atas, rasa sakit yang kamu rasakan itu valid. Tapi jangan sampai kamu mulai mempertanyakan harga dirimu hanya karena seseorang tidak tahu cara menghormatimu.

Orang yang tepat akan:

Berani jujur
Menghargai perasaanmu
Memberi penjelasan
Menutup hubungan dengan cara yang dewasa

Perpisahan memang tidak pernah mudah. Tapi tetap ada cara untuk melakukannya dengan integritas.

Dan kamu pantas mendapatkan itu.***

EDITOR: Novia Tri Astuti