← Beranda
8 Kebiasaan Orang yang Terlihat Lebih Muda dari Usianya, Bahkan Saat Sudah Lanjut Usia Menurut Psikologi
Irfan Ferdiansyah• Kamis, 26 Maret 2026 | 16.07 WIB
seseorang yang terlihat lebih muda dari usianya. (Freepik/vh-studio)

 

 

JawaPos.com - Tidak sedikit orang yang terlihat jauh lebih muda dari usia sebenarnya. Ada yang berusia 50 atau 60 tahun tetapi masih tampak segar, energik, dan penuh semangat seperti orang yang jauh lebih muda. Banyak orang mengira hal ini hanya soal genetika atau perawatan kulit mahal. Padahal menurut psikologi, kebiasaan sehari-hari dan cara seseorang menjalani hidup memiliki pengaruh besar terhadap bagaimana tubuh dan wajah mereka menua.

Penelitian dalam bidang psikologi kesehatan dan perilaku menunjukkan bahwa pola pikir, kebiasaan emosional, serta gaya hidup seseorang dapat memperlambat proses penuaan secara mental maupun fisik. Dilansir dari Expert Editor, terdapat delapan kebiasaan yang sering dimiliki oleh orang yang terlihat lebih muda dari usianya, bahkan ketika mereka sudah memasuki usia lanjut.

1. Mereka Tetap Memiliki Rasa Ingin Tahu yang Tinggi

Salah satu ciri orang yang terlihat awet muda adalah mereka tidak pernah berhenti belajar. Mereka selalu penasaran dengan hal baru, mulai dari teknologi, buku, musik, hingga ide-ide baru.

Dalam psikologi, rasa ingin tahu dianggap sebagai bentuk mental flexibility atau kelenturan mental. Orang yang terus belajar akan menjaga otaknya tetap aktif sehingga fungsi kognitifnya lebih terjaga.

Selain itu, belajar hal baru juga membuat seseorang merasa hidupnya terus berkembang. Perasaan berkembang ini secara psikologis membuat seseorang merasa lebih muda dan penuh energi.

2. Mereka Aktif Secara Sosial

Orang yang tampak lebih muda biasanya memiliki kehidupan sosial yang aktif. Mereka sering berinteraksi dengan teman, keluarga, atau komunitas.

Menurut psikologi sosial, interaksi sosial yang sehat membantu mengurangi stres dan meningkatkan hormon kebahagiaan seperti oksitosin. Hormon ini tidak hanya membuat seseorang merasa lebih bahagia, tetapi juga berdampak positif pada kesehatan fisik.

Sebaliknya, kesepian kronis sering dikaitkan dengan percepatan penuaan, penurunan kesehatan mental, dan bahkan peningkatan risiko penyakit.

3. Mereka Tidak Terlalu Terjebak Dalam Stres

Stres adalah salah satu faktor terbesar yang mempercepat proses penuaan. Orang yang terlihat lebih muda biasanya memiliki cara yang sehat untuk mengelola stres.

Dalam psikologi, kemampuan ini dikenal sebagai emotional regulation. Mereka tidak menahan emosi terlalu lama, tidak mudah memendam masalah, dan mampu melihat situasi dengan perspektif yang lebih tenang.

Ketika stres terkendali, tubuh tidak terus-menerus memproduksi hormon kortisol dalam jumlah tinggi. Kortisol yang berlebihan dapat merusak sel tubuh, mempercepat penuaan kulit, dan menurunkan energi.

4. Mereka Menjaga Tubuh Tetap Bergerak

Banyak penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik rutin berkaitan langsung dengan penuaan yang lebih sehat.

Orang yang terlihat lebih muda biasanya tidak selalu melakukan olahraga berat, tetapi mereka tetap aktif. Mereka berjalan kaki, berkebun, bersepeda, atau melakukan aktivitas fisik ringan setiap hari.

Aktivitas fisik membantu meningkatkan sirkulasi darah, menjaga massa otot, serta meningkatkan produksi hormon yang berkaitan dengan energi dan vitalitas.

5. Mereka Memiliki Pola Pikir Positif Tentang Usia

Menariknya, psikologi menemukan bahwa cara seseorang memandang usia dapat mempengaruhi proses penuaan.

Orang yang menganggap bertambah usia sebagai sesuatu yang menakutkan cenderung lebih cepat mengalami penurunan kesehatan. Sebaliknya, orang yang melihat usia sebagai bagian alami dari kehidupan biasanya memiliki kesehatan mental yang lebih baik.

Mereka tidak merasa “tua”, tetapi merasa sedang berada di fase kehidupan yang berbeda. Pola pikir ini membuat mereka tetap aktif, percaya diri, dan terbuka pada pengalaman baru.

6. Mereka Menjaga Rutinitas yang Sehat

Orang yang terlihat lebih muda sering memiliki rutinitas hidup yang relatif teratur. Mereka cukup tidur, makan dengan pola yang lebih seimbang, dan menjaga keseimbangan antara aktivitas dan istirahat.

Dalam psikologi kesehatan, rutinitas yang stabil membantu tubuh mempertahankan ritme biologis yang sehat. Ritme ini berpengaruh pada energi, hormon, serta kualitas tidur.

Tidur yang cukup sendiri merupakan salah satu faktor terbesar dalam menjaga kesehatan kulit, fungsi otak, dan sistem imun.

7. Mereka Memiliki Tujuan Hidup

Salah satu faktor psikologis paling kuat yang berkaitan dengan penuaan sehat adalah memiliki tujuan hidup.

Orang yang memiliki tujuan—sekecil apa pun—biasanya merasa hidupnya bermakna. Mereka memiliki alasan untuk bangun setiap hari, berkontribusi, atau melakukan sesuatu yang mereka anggap penting.

Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan sense of purpose yang kuat cenderung memiliki kesehatan mental lebih baik, tingkat stres lebih rendah, dan umur yang lebih panjang.

8. Mereka Tidak Terlalu Takut Menjadi Diri Sendiri

Orang yang terlihat awet muda biasanya memiliki tingkat penerimaan diri yang tinggi. Mereka tidak terlalu sibuk membandingkan diri dengan orang lain atau memikirkan penilaian orang secara berlebihan.

Dalam psikologi, kondisi ini disebut self-acceptance. Penerimaan diri membuat seseorang lebih santai, lebih percaya diri, dan lebih menikmati hidup.

Ketika seseorang tidak terus-menerus merasa tertekan oleh ekspektasi sosial, tubuh dan pikirannya juga menjadi lebih rileks. Hal ini secara tidak langsung membantu menjaga energi dan vitalitas.

Penutup

Terlihat lebih muda dari usia sebenarnya ternyata bukan hanya soal genetika atau produk perawatan mahal. Psikologi menunjukkan bahwa kebiasaan mental, cara berpikir, dan gaya hidup sehari-hari memainkan peran besar dalam proses penuaan.

Orang yang terlihat awet muda biasanya tetap penasaran dengan kehidupan, menjaga hubungan sosial, mengelola stres dengan baik, aktif bergerak, serta memiliki tujuan hidup yang jelas.

Dengan kata lain, awet muda sering kali bukan hanya tentang bagaimana seseorang merawat tubuhnya, tetapi juga tentang bagaimana ia menjalani hidupnya.***

EDITOR: Novia Tri Astuti