JawaPos.com - Di tengah riuhnya kehidupan profesional yang serba cepat, tak sedikit orang mendambakan keseimbangan antara karier yang sukses dan kehidupan pribadi yang memuaskan.
Namun, hanya segelintir yang mampu mewujudkannya. Mereka yang berhasil menjaga harmoni antara pekerjaan dan kehidupan di luar kantor ternyata memiliki kebiasaan untuk ditiru dan diterapkan.
Worklife balance memang bukan hal yang mustahil untuk diterapkan dalam kehidupan profesional.
Barang tentu ada beberapa hal yang perlu Anda terapkan agar worklife balance mampu menciptakan hidup yang lebih seimbang.
Baca Juga: 9 Kebiasaan Ini Tanpa Sadar Menguras Energi Harian Anda, Apa Saja?
Maka dari itu, dilansir dari Geediting, simak lima kebiasaan worklife balance yang bisa Anda terapkan jika ingin hidup yang lebih seimbang.
-
Berani menolak
Mereka yang menerapkan worklife balance akan memahami bahwa kemampuan untuk menolak bukan tindakan egois.
Mereka menyadari bahwa waktu dan energi adalah sumber daya yang terbatas. Berusaha menyenangkan semua orang justru dapat menyebabkan kelelahan.
Oleh karena itu, belajar mengatakan ‘tidak’ dengan sopan seringkali lebih baik ketimbang mengiyakan semua permintaan yang memaksa.
-
Menerapkan batasan
Mereka menetapkan batasan yang jelas untuk melindungi waktu pribadi mereka.
Batasan ini bisa berupa tidak memeriksa email kantor setelah pukul 7 malam atau menolak bekerja di akhir pekan kecuali dalam keadaan darurat.
-
Berinvestasi pada kesehatan fisik dan mental
Mereka yang efektif mengelola pekerjaan dan kehidupan pribadi secara rutin menjaga fisik dan mentalnya.
Mereka memandang olahraga dan waktu istirahat yang cukup juga berkualitas sebagai kebutuhan esensial. Hal ini merupakan investasi agar kehidupan mereka lebih sejahtera saat ini hingga masa tua nanti.
-
Mendefinisikan arti sukses
Mereka yang menjaga keseimbangan hidup dan kerja memiliki pemahaman yang jelas tentang apa arti cukup bagi mereka.
Mereka tidak terpaku pada tolak ukur eksternal seperti gaji atau popularitas.
Mereka mendefinisikan kesuksesan berdasarkan nilai dan prioritas pribadi mereka.
-
Berdasarkan riset dan fakta
Mereka yang mahir dalam menerapkan worklife balance akan mengandalkan riset untuk membangun kebiasaan yang baik.
Pengetahuan yang berbasis riset akan lebih berguna ketimbang menyerap informasi mentah dari potongan video pendek di media sosial.
Mereka tahu bahwa informasi yang berkualitas akan membuat mereka lebih awas dan analitis dalam hidup.
Menerapkan worklife balance bukan tentang mengejar kemustahilan, melainkan tentang menjaga kesejahteraan diri.
Perubahan kecil dalam kebiasaan akan menciptakan dampak yang besar dalam waktu yang panjang. Untuk itu, lakukan secara perlahan dan terapkan sesuai dengan kemampuan Anda.