← Beranda
Kata Psikologi, Introvert Paling Malas Hadapi 7 Hal Ini Selama Liburan
Rabbany Wanadriani• Sabtu, 21 Maret 2026 | 05.15 WIB
Ilustrasi orang introvert saat liburan (Freepik)

JawaPos.com - Suasana liburan bisa menjadi pusaran emosi, terutama bagi para introvert.

Terus-menerus bersosialisasi, tekanan untuk selalu ceria dan bersemangat itu sangat sulit untuk ditangani bagi mereka.

Psikologi mengatakan bahwa para introvert lebih kesulitan dengan aspek-aspek tertentu dari musim liburan dibandingkan yang lain.

Dilansir dari laman Geediting, berikut 7 hal yang paling malas dihadapi para introvert selama liburan.

Baca Juga: Psikologi Orang yang Membersihkan Rumah untuk Sambut Hari Raya Punya 6 Ciri Langka Ini

1. Bersosialisasi

Di mata seorang introvert, acara liburan bisa terasa seperti medan perang.

Menurut psikologi, para introvert mengisi ulang energi mereka dengan menghabiskan waktu sendirian.

Tapi liburan itu penuh dengan acara sosial. Mulai dari pertemuan keluarga hingga makan bersama, rasanya seperti ada daftar komitmen sosial yang tak berujung.

2. Berbelanja Oleh-Oleh di Pusat Perbelanjaan yang Ramai

Psikologi mengatakan bahwa introvert lebih sensitif terhadap rangsangan eksternal daripada ekstrovert. Ini berarti mereka mudah kewalahan di lingkungan yang ramai.

Jadi bagi para introvert, berbelanja di tempat yang ramai adalah perjuangan besar saat liburan.

3. Stimulasi Berlebihan

Lampu-lampu yang berkelap-kelip, warna-warna yang cerah, musik liburan yang terus-menerus terdengar, semua itu terlalu berlebihan bagi indra seorang introvert.

Studi menyebut para introvert memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap rangsangan sensorik.

Beban sensorik yang berlebihan ini dapat menyebabkan perasaan cemas dan kelelahan.

4. Harapan untuk Selalu Gembira

Meskipun para introvert bisa sama bahagianya seperti orang lain, mereka mungkin tidak mengekspresikannya dengan cara yang terlalu antusias.

Namun, ekspektasi masyarakat selama liburan dapat membuat para introvert merasa seolah-olah mereka harus selalu memancarkan kegembiraan dan keceriaan.

Tekanan untuk tampil seperti itu bisa melelahkan dan bahkan dapat menyebabkan perasaan bersalah jika mereka tidak berada dalam suasana meriah sepanjang waktu.

5. Menyeimbangkan Waktu Pribadi dan Kewajiban Keluarga

Liburan adalah waktu untuk berkumpul dengan orang-orang terkasih.

Namun bagi para introvert, menemukan keseimbangan yang tepat antara waktu pribadi dan kewajiban keluarga bisa menjadi hal yang sulit.

Mereka juga membutuhkan waktu sendiri untuk mengisi ulang energi dan merenung.

Hal ini dapat menyebabkan tarik-menarik antara keinginan berpartisipasi dalam kegiatan keluarga dan kebutuhan akan beberapa momen tenang untuk diri sendiri.

6. Menghadapi Pertanyaan tentang Kehidupan Pribadi

Bagi introvert, pertanyaan pribadi soal hubungan asmara, karier, dan lainnya bisa terasa mengganggu.

Mereka cenderung menjadi individu yang tertutup dan menikmati percakapan yang mendalam dan bermakna daripada obrolan ringan yang dangkal.

Rentetan pertanyaan pribadi dapat membuat mereka merasa terekspos dan tidak nyaman.

7. Mempertahankan Tingkat Energi

Mempertahankan tingkat energi yang tinggi sepanjang musim liburan adalah perjuangan umum bagi para introvert.

Meskipun menyenangkan, beberapa hal bisa sangat melelahkan bagi para introvert yang mengisi ulang energi mereka melalui waktu sendirian.

Baca Juga: 8 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Mengatur Barang Berdasarkan Warna dan Ukuran Menurut Psikologi, Apa Saja Itu?

EDITOR: Candra Mega Sari