JawaPos.com – Pernah nggak sih, kamu bertanya-tanya kenapa masih sulit melepaskan mantan, padahal hubungan sudah lama berakhir?
Rasa kehilangan memang bukan hal yang mudah, apalagi jika kamu terbiasa menjalani hari-hari bersama seseorang yang pernah begitu berarti.
Setiap kenangan rasanya muncul kembali, dari hal kecil seperti obrolan singkat, sampai kebiasaan sederhana yang dulu terasa hangat.
Di satu sisi, kamu sadar hubungan itu sudah selesai, tapi di sisi lain, hati masih enggan benar-benar menerima.
Faktanya, proses move on memang tidak sama untuk setiap orang. Ada yang bisa cepat bangkit dan melangkah, ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama untuk berdamai dengan luka.
Namun, jika kamu merasa stuck terlalu lama, mungkin ada alasan tertentu yang membuatmu sulit melepaskan masa lalu.
Dilansir dari kanal YouTube Personal Growth ID pada (17/9), Nadya Eka P., M.Psi., selaku psikolog klinis personal growth ID membagikan 3 penyebab umum yang sering membuat seseorang terjebak dalam kenangan.
1. Terlalu fokus pada hal-hal yang disukai
Saat menjalin hubungan, wajar jika kamu lebih mengingat hal-hal manis dibanding sisi buruk pasangan.
Misalnya, kamu teringat bagaimana mantan selalu memberi kabar dan perhatian. Namun, di sisi lain, kamu justru mengabaikan sikapnya yang posesif atau mudah marah ketika kamu telat membalas pesan.
Ketika terlalu fokus pada kebaikannya saja, kamu jadi sulit melihat alasan mengapa hubungan itu sebenarnya tidak sehat.
2. Terlalu takut untuk sendiri
Banyak orang sulit move on karena merasa mantan adalah sumber kebahagiaan dan semangat hidup.
Kehilangan pasangan membuatmu merasa kosong, tidak berharga, atau bahkan tidak percaya diri.
Kondisi ini bisa jadi tanda bahwa kamu memiliki self-worth dan self-esteem yang rendah.
Akibatnya, kamu bergantung pada orang lain untuk merasa “cukup”, sehingga sulit membayangkan hidup tanpa dirinya.
3. Memiliki insecure attachment
Kesulitan move on juga bisa berasal dari pola kelekatan (attachment) yang terbentuk sejak kecil melalui hubungan dengan orangtua.
Ada orang yang tumbuh dengan rasa takut ditinggalkan, sehingga ketika kehilangan pasangan, ia merasa sangat terluka.
Trauma dari hubungan sebelumnya pun bisa memperkuat pola ini. Alhasil, kamu jadi sulit percaya lagi pada orang baru, atau justru terlalu melekat hingga sulit melepaskan.
Sulit move on bukan berarti kamu lemah, tapi proses untuk memahami diri sendiri. Mengenali alasan di balik perasaanmu bisa menjadi langkah awal untuk bangkit. Ingat, hubungan sehat berawal dari dirimu sendiri: dari rasa percaya diri, rasa cukup, dan kemampuan untuk bahagia tanpa bergantung pada orang lain.
Move on bukan sekadar melupakan seseorang, tapi juga tentang bagaimana kamu belajar memahami dirimu sendiri.
Kadang, rasa sakit yang bertahan lama justru menunjukkan bahwa ada luka batin yang perlu disembuhkan.
Jangan buru-buru menyalahkan diri sendiri karena belum bisa cepat melupakan. Proses setiap orang berbeda, dan itu wajar.
Yang terpenting, gunakan masa ini sebagai kesempatan untuk lebih mengenal diri, memperbaiki rasa percaya diri, serta membangun kebahagiaan tanpa harus bergantung pada kehadiran orang lain.
Pada akhirnya, ketika kamu sudah bisa merasa cukup dengan dirimu sendiri, move on bukan lagi sekadar tentang meninggalkan masa lalu, melainkan tentang membuka ruang bagi masa depan yang lebih sehat dan bahagia.