← Beranda
Orang yang Selalu Memilih Kursi Lorong Tanpa Berpikir, Biasanya Menunjukkan 9 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi
Irfan FerdiansyahSabtu, 7 Maret 2026 | 16.34 WIB
seseorang yang selalu memilih kursi lorong (Freepik/vgstockstudio)

 

 

JawaPos.com - Saat naik pesawat, kereta, bus, atau bahkan saat duduk di bioskop, sebagian orang hampir selalu memilih kursi lorong. Menariknya, bagi banyak orang keputusan itu terjadi secara otomatis—tanpa dipikir panjang.

Dalam psikologi, kebiasaan kecil seperti ini sering kali berkaitan dengan pola kepribadian, kebutuhan psikologis, dan cara seseorang merespons lingkungan. Pilihan tempat duduk bisa mencerminkan bagaimana seseorang memandang kenyamanan, kontrol, hingga interaksi sosial.

Orang yang secara refleks memilih kursi lorong biasanya memiliki beberapa karakteristik kepribadian tertentu. Dilansir dari Geediting, terdapat 9 ciri yang sering ditemukan menurut perspektif psikologi perilaku.

1. Menghargai Kebebasan Bergerak

Salah satu alasan paling umum memilih kursi lorong adalah kebebasan untuk bergerak kapan saja.

Orang dengan karakter ini cenderung tidak suka merasa “terjebak” atau dibatasi. Mereka merasa lebih nyaman jika memiliki akses langsung untuk berdiri, berjalan, atau keluar tanpa harus mengganggu orang lain.

Dalam psikologi, kebutuhan ini sering berkaitan dengan sense of autonomy atau kebutuhan akan kemandirian.

Mereka merasa lebih tenang ketika tahu bahwa mereka memiliki pilihan untuk bergerak kapan saja.

2. Cenderung Praktis dan Efisien

Pemilih kursi lorong sering kali berpikir secara praktis.

Mereka tidak ingin repot harus meminta izin untuk keluar saat ingin ke toilet, mengambil barang di bagasi, atau sekadar berdiri untuk meregangkan badan.

Orang dengan pola pikir ini biasanya:

menyukai hal yang sederhana

cepat mengambil keputusan

memprioritaskan efisiensi

Dalam kehidupan sehari-hari, mereka sering dikenal sebagai problem solver yang praktis.

3. Memiliki Kebutuhan Kontrol yang Tinggi

Secara psikologis, posisi kursi lorong memberi rasa kontrol terhadap lingkungan sekitar.

Mereka bisa melihat aktivitas di lorong, mengetahui kapan orang lewat, dan merasa lebih “siap” terhadap situasi apa pun.

Orang dengan karakter ini biasanya:

tidak suka kejutan yang tidak terduga

lebih nyaman jika situasi terasa dapat diprediksi

memiliki kecenderungan mengelola keadaan di sekitarnya

Kontrol kecil seperti memilih kursi ternyata bisa memberikan rasa aman secara psikologis.

4. Mudah Beradaptasi dengan Lingkungan

Kursi lorong adalah posisi yang lebih “terbuka”. Banyak orang lewat, pramugari atau penumpang sering berinteraksi di area tersebut.

Orang yang nyaman dengan kursi ini biasanya tidak terlalu sensitif terhadap gangguan kecil.

Mereka cenderung fleksibel dan mudah menyesuaikan diri dengan situasi sosial.

Dalam psikologi kepribadian, sifat ini sering berkaitan dengan tingkat adaptabilitas yang tinggi.

5. Memiliki Tingkat Kewaspadaan yang Baik

Dari kursi lorong, seseorang bisa melihat lebih banyak aktivitas di sekitarnya.

Tanpa disadari, orang yang memilih kursi ini sering memiliki kesadaran situasional yang tinggi.

Mereka cenderung:

memperhatikan lingkungan

cepat menangkap perubahan situasi

merasa nyaman jika bisa mengamati sekitar

Sifat ini sering ditemukan pada orang yang memiliki insting observasi kuat.

6. Tidak Terlalu Menyukai Perasaan Terjebak

Sebagian orang merasa kurang nyaman duduk di kursi tengah atau jendela karena sulit keluar.

Pemilih kursi lorong biasanya memiliki toleransi rendah terhadap perasaan terkurung.

Hal ini tidak selalu berarti mereka memiliki kecemasan, tetapi lebih kepada preferensi psikologis untuk ruang yang terasa terbuka dan mudah diakses.

7. Cenderung Independen

Memilih kursi lorong juga berarti seseorang tidak perlu bergantung pada orang lain untuk berdiri atau keluar dari tempat duduk.

Karakter ini sering dimiliki oleh orang yang:

mandiri

tidak suka merepotkan orang lain

lebih nyaman mengatur dirinya sendiri

Independensi ini sering terlihat juga dalam keputusan hidup yang lebih besar.

8. Memiliki Keputusan Instingtif yang Cepat

Menariknya, banyak orang yang memilih kursi lorong melakukannya tanpa berpikir lama.

Ini menunjukkan mereka memiliki gaya pengambilan keputusan yang intuitif.

Mereka terbiasa mengandalkan pengalaman sebelumnya dan membuat keputusan dengan cepat.

Dalam banyak kasus, orang dengan pola ini sering:

percaya pada insting

tidak suka terlalu lama menganalisis hal kecil

bergerak cepat dalam situasi sehari-hari

9. Mengutamakan Kenyamanan Jangka Panjang

Meskipun kursi jendela sering dianggap lebih menarik karena pemandangan, pemilih kursi lorong biasanya lebih fokus pada kenyamanan selama perjalanan.

Mereka berpikir tentang:

kemudahan berdiri

ruang kaki yang terasa lebih lega

akses cepat ke toilet atau bagasi

Ini menunjukkan kecenderungan untuk memprioritaskan fungsi dibanding sekadar estetika.

Penutup

Pilihan sederhana seperti memilih kursi lorong ternyata bisa memberikan gambaran kecil tentang bagaimana seseorang berpikir dan berinteraksi dengan dunia di sekitarnya.

Tentu saja, tidak semua orang yang memilih kursi lorong memiliki semua ciri di atas. Kepribadian manusia jauh lebih kompleks daripada satu kebiasaan kecil.

Namun, psikologi menunjukkan bahwa pola keputusan sehari-hari sering mencerminkan kebutuhan emosional dan cara seseorang merasa nyaman dalam sebuah lingkungan.

Jadi, lain kali saat bepergian dan secara refleks memilih kursi lorong, mungkin itu bukan sekadar kebiasaan—melainkan juga cerminan dari kepribadian Anda.***

 

EDITOR: Novia Tri Astuti