← Beranda
Orang yang Lebih Suka Mengirim Pesan Teks daripada Menelepon Biasanya Memiliki 7 Karakteristik Kepribadian Ini Menurut Psikologi
Irfan FerdiansyahSabtu, 7 Maret 2026 | 16.13 WIB
seseorang yang lebih suka mengirim pesan teks (Freepik/Sorapop)

 

 

JawaPos.com - Di era komunikasi digital saat ini, cara orang berinteraksi telah berubah secara signifikan. Jika dulu panggilan telepon menjadi cara utama untuk berkomunikasi jarak jauh, kini pesan teks melalui aplikasi chat menjadi pilihan banyak orang.

Sebagian orang bahkan merasa tidak nyaman ketika harus menerima atau melakukan panggilan telepon. Mereka lebih memilih mengirim pesan teks, baik melalui WhatsApp, Telegram, atau platform lainnya.

Fenomena ini bukan sekadar soal kebiasaan teknologi. Menurut psikologi, preferensi seseorang terhadap cara berkomunikasi sering kali mencerminkan karakteristik kepribadian tertentu. Orang yang lebih suka mengirim pesan teks daripada menelepon biasanya memiliki beberapa pola sifat yang cukup khas.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh karakteristik kepribadian yang sering dimiliki oleh orang yang lebih memilih pesan teks dibandingkan telepon.

1. Cenderung Introvert

Salah satu karakteristik paling umum adalah kecenderungan introversi. Orang yang introvert biasanya lebih nyaman dengan komunikasi yang tidak terlalu menuntut respons spontan.

Percakapan telepon terjadi secara langsung dan real-time, sehingga membutuhkan energi sosial yang lebih besar. Sebaliknya, pesan teks memberikan ruang bagi mereka untuk merespons dengan lebih santai.

Dengan pesan teks, mereka dapat membaca, berpikir, dan menyusun jawaban sebelum mengirimkannya. Hal ini membuat interaksi terasa lebih terkendali dan tidak terlalu melelahkan secara sosial.

2. Lebih Suka Memikirkan Jawaban dengan Matang

Orang yang lebih memilih pesan teks sering kali adalah tipe pemikir yang reflektif. Mereka tidak selalu nyaman dengan percakapan spontan yang terjadi dalam panggilan telepon.

Pesan teks memberi mereka waktu untuk memproses informasi, mempertimbangkan kata-kata yang tepat, dan memastikan pesan yang mereka sampaikan jelas.

Dalam psikologi komunikasi, gaya seperti ini sering dikaitkan dengan individu yang berhati-hati dan analitis dalam berinteraksi dengan orang lain.

3. Menghargai Kontrol atas Waktu

Panggilan telepon menuntut perhatian penuh saat itu juga. Ketika telepon berdering, seseorang biasanya diharapkan langsung menjawab dan fokus pada percakapan.

Sebaliknya, pesan teks memberikan fleksibilitas waktu. Orang bisa membalas ketika mereka siap atau ketika situasi memungkinkan.

Orang yang menghargai kontrol terhadap jadwal mereka sering merasa pesan teks lebih sesuai dengan gaya hidup mereka.

4. Cenderung Menghindari Tekanan Sosial yang Mendadak

Bagi sebagian orang, panggilan telepon bisa terasa menegangkan. Mereka mungkin khawatir tentang bagaimana harus merespons secara langsung atau takut terjadi keheningan yang canggung.

Pesan teks menghilangkan tekanan tersebut. Komunikasi menjadi lebih santai karena tidak ada tuntutan untuk langsung merespons dalam hitungan detik.

Menurut psikologi sosial, orang yang sensitif terhadap tekanan sosial sering memilih bentuk komunikasi yang memberi mereka ruang dan waktu untuk merasa nyaman.

5. Lebih Menyukai Komunikasi yang Ringkas dan Efisien

Sebagian orang melihat panggilan telepon sebagai sesuatu yang memakan waktu. Percakapan bisa melebar ke topik lain atau berlangsung lebih lama dari yang dibutuhkan.

Pesan teks memungkinkan komunikasi yang lebih langsung dan efisien. Informasi dapat disampaikan secara singkat tanpa harus melalui percakapan panjang.

Orang yang berorientasi pada efisiensi sering merasa pesan teks adalah cara komunikasi yang lebih praktis.

6. Cenderung Lebih Privat

Pesan teks memberi tingkat privasi yang lebih tinggi dibandingkan panggilan telepon. Orang dapat membaca pesan secara diam-diam tanpa menarik perhatian orang di sekitar mereka.

Sementara itu, panggilan telepon sering kali mengharuskan seseorang berbicara dengan suara yang bisa didengar orang lain.

Individu yang menghargai privasi biasanya merasa lebih nyaman dengan komunikasi berbasis teks.

7. Terbiasa dengan Lingkungan Digital

Generasi yang tumbuh dengan teknologi digital sering kali menganggap pesan teks sebagai cara komunikasi yang paling natural.

Bagi mereka, mengetik pesan terasa lebih cepat dan praktis dibandingkan menelepon. Bahkan dalam beberapa situasi sosial, mengirim pesan dianggap lebih sopan daripada langsung menelepon.

Psikolog menyebut fenomena ini sebagai perubahan pola komunikasi akibat adaptasi teknologi.

Kesimpulan

Preferensi seseorang terhadap pesan teks atau panggilan telepon bukan sekadar masalah kebiasaan. Dalam banyak kasus, pilihan tersebut mencerminkan cara mereka berpikir, mengelola energi sosial, serta berinteraksi dengan dunia di sekitar mereka.

Orang yang lebih suka mengirim pesan teks sering kali memiliki sifat reflektif, menghargai privasi, menyukai efisiensi, dan merasa lebih nyaman dengan komunikasi yang memberi mereka waktu untuk berpikir.

Tentu saja, tidak semua orang yang lebih suka pesan teks memiliki semua karakteristik ini. Namun psikologi menunjukkan bahwa cara kita berkomunikasi sering kali menjadi jendela kecil untuk memahami kepribadian kita.

 

***

 

EDITOR: Novia Tri Astuti