← Beranda
Selalu Pasang Banyak Alarm Sekaligus? Ini 8 Ciri Kepribadianmu di Balik Kebiasaan Tersebut, Ungkap Psikologi
Ajilan Fauza FathayanieRabu, 4 Februari 2026 | 01.43 WIB
Ilustrasi orang yang selalu pasang banyak alarm sekaligus. (freepik/ FellowNekocat)

JawaPos.com - Banyak orang menganggap menekan tombol snooze atau memasang beberapa alarm di pagi hari hanyalah kebiasaan biasa, bahkan terlihat sepele.

Namun, psikologi menunjukkan bahwa kebiasaan ini bisa mengungkap sisi kepribadian seseorang yang jarang disadari.

Mulai dari bagaimana mereka memperlakukan waktu, menghadapi keputusan, hingga cara mereka mengelola stres dan kecemasan, memasang banyak alarm ternyata mencerminkan pola pikir dan sifat tertentu yang spesifik.

Dilansir dari laman Global English Editing pada Selasa (3/2), berikut merupakan 8 ciri kepribadian yang dimiliki oleh orang yang selalu pasang banyak alarm sekaligus, menurut psikologi.

1. Sering terlalu optimis soal waktu

Orang yang memasang banyak alarm biasanya meremehkan berapa lama waktu yang sebenarnya dibutuhkan untuk bersiap di pagi hari.

Mereka berpikir bisa mandi, berpakaian, dan sarapan hanya dalam lima belas menit, padahal kenyataannya bisa dua kali lipat lebih lama.

Optimisme waktu ini juga terlihat di aspek lain dari kehidupan mereka, seperti sering terlambat menghadiri rapat, menunda pekerjaan, atau terlalu banyak mencoba banyak kegiatan dalam satu hari.

Memasang banyak alarm sebagai semacam “jaring pengaman” untuk memastikan mereka tetap bisa bangun meski perhitungan waktu mereka terlalu optimis.

2. Suka begadang meski harus bangun pagi

Orang yang memasang banyak alarm cenderung tetap memilih begadang untuk mendapatkan waktu pribadi.

Mereka mungkin scrolling media sosial, menonton episode terakhir serial favorit, atau mengerjakan hobi di malam hari.

Kebiasaan ini membuat mereka kekurangan tidur, sehingga banyak alarm diperlukan untuk bangun di pagi hari, dan ini akan terus menjadi siklus yang berulang dalam hidup mereka.

3. Sulit menghadapi perubahan atau transisi

Kesulitan mereka tidak hanya terbatas pada bangun tidur. Orang yang memasang banyak alarm biasanya juga kesulitan beradaptasi dengan perubahan lain, seperti meninggalkan pesta, menyelesaikan proyek kerja, atau mengakhiri percakapan telepon.

Transisi membutuhkan tindakan tegas dan kemampuan untuk menerima perubahan, sedangkan banyak alarm memungkinkan mereka menyesuaikan diri secara bertahap, sehingga proses perpindahan dari tidur ke bangun menjadi lebih lambat.

4. Bergantung pada dorongan dari luar

Orang yang terbiasa memasang banyak alarm sering kali menunjukkan ketergantungan pada dorongan eksternal.

Setiap alarm berfungsi sebagai “pendorong” yang membangunkan mereka, karena motivasi dari dalam diri mereka belum cukup kuat.

Misalnya, mereka mungkin juga memerlukan teman atau tenggat waktu agar tetap disiplin dalam berolahraga, menyelesaikan pekerjaan, atau menjaga kebiasaan sehari-hari.

Tanpa adanya dorongan dari luar, mereka cenderung kesulitan untuk mengatur dirinya sendiri.

5. Kualitas tidur cenderung rendah

Meskipun menekan tombol snooze terasa seperti tambahan waktu istirahat, sebenarnya kebiasaan ini dapat memecah pola tidur dan mengganggu siklus tidur yang sehat.

Interval sembilan menit yang sering digunakan untuk snooze tidak cukup untuk mencapai tidur nyenyak atau tahap tidur yang menyehatkan.

Akibatnya, meskipun total waktu di tempat tidur terlihat cukup, mereka tetap merasa mengantuk dan lelah saat bangun.

Tidur yang terfragmentasi ini dapat memengaruhi suasana hati, fokus, konsentrasi, dan bahkan energi fisik sepanjang hari.

6. Cepat lelah karena terlalu banyak mengambil keputusan

Setiap alarm yang berbunyi di pagi hari memaksa otak untuk membuat keputusan, antara bangun atau tetap tidur sebentar lagi.

Bagi orang yang memasang banyak alarm, proses ini terjadi berulang kali sehingga energi mental mereka cepat terkuras sebelum hari benar-benar dimulai.

Kelelahan ini sering membuat mereka merasa kurang segar meskipun sudah tidur dengan cukup, karena otak mereka sudah bekerja keras hanya untuk memutuskan hal kecil di pagi hari.

7. Perfeksionis tapi mudah menunda

Orang-orang seperti ini cenderung menginginkan segalanya berjalan dengan sempurna, mulai dari durasi tidur, waktu bangun, hingga rutinitas pagi yang ideal.

Namun, keinginan untuk melakukan semuanya secara sempurna ini sering kali membuat mereka sulit memulai. Akibatnya, banyak alarm dipasang sebagai cadangan agar mereka tetap bisa bangun.

Pola ini tidak hanya terlihat di pagi hari, tetapi juga di aspek lain dalam kehidupan, seperti menunda menyelesaikan proyek, terlalu lama memilih rencana olahraga terbaik, atau memiliki banyak draft pekerjaan yang tidak pernah diselesaikan.

8. Lebih cemas atau mudah khawatir

Kebiasaan menekan tombol snooze atau memasang banyak alarm sering kali menjadi tanda kecemasan terhadap hari yang akan dijalani.

Setiap alarm yang di-snooze memberi mereka rasa aman sejenak, seolah menunda tanggung jawab yang sedang menunggu.

Tempat tidur menjadi semacam zona nyaman yang membuat mereka bisa menenangkan diri sebentar sebelum menghadapi rutinitas dan tantangan di hari itu.

EDITOR: Novia Tri Astuti