← Beranda
Orang yang Memasang Beberapa Alarm Setiap Pagi Menunjukkan 8 Ciri Kepribadian Aneh Ini Menurut Psikologi
Irfan FerdiansyahRabu, 4 Februari 2026 | 00.51 WIB
seseorang yang memasang beberapa alarm setiap pagi./Freepik/sitthiphong

JawaPos.com - Kebiasaan memasang banyak alarm setiap pagi sering dianggap sepele. Bagi sebagian orang, ini hanyalah strategi agar tidak kesiangan.

Namun menurut sudut pandang psikologi, perilaku ini bisa mencerminkan lebih dari sekadar masalah bangun pagi.

Pola ini sering berkaitan dengan karakter, mekanisme coping, hingga cara seseorang menghadapi hidup dan tanggung jawabnya.

Psikologi perilaku melihat kebiasaan kecil sebagai refleksi dari pola pikir dan struktur kepribadian yang lebih dalam.

Termasuk kebiasaan “alarm berlapis” — satu alarm mati, lalu bunyi alarm lain, disusul alarm berikutnya. Tanpa disadari, ini membentuk ritual pagi yang sarat makna psikologis.

Dilansir dari Geediting pada Senin (2/2), terdapat 8 ciri kepribadian unik dan terkesan aneh yang sering dimiliki oleh orang yang memasang banyak alarm setiap pagi menurut pendekatan psikologi:

1. Memiliki Kecemasan Tersembunyi (Hidden Anxiety)

Orang yang memasang banyak alarm biasanya memiliki rasa takut gagal yang tidak selalu terlihat di permukaan. Mereka takut terlambat, takut mengecewakan orang lain, takut dianggap tidak bertanggung jawab. Alarm-alarm ini menjadi “sistem pengaman psikologis” untuk menenangkan kecemasan tersebut.

Secara tidak sadar, alarm berlapis memberi rasa kontrol atas ketidakpastian hidup.

2. Perfeksionis dalam Bentuk yang Tidak Disadari

Mereka sering tidak menganggap diri perfeksionis, tetapi perilaku mereka menunjukkan sebaliknya. Keinginan untuk memastikan segalanya berjalan tepat waktu mencerminkan standar internal yang tinggi terhadap diri sendiri.

Bangun kesiangan dianggap kegagalan kecil yang tidak bisa ditoleransi.

3. Otak yang Sulit Berpindah dari Mode Tidur ke Mode Sadar

Secara neurologis, sebagian orang mengalami proses transisi tidur-bangun yang lambat. Ini disebut sleep inertia. Orang dengan kondisi ini cenderung butuh rangsangan berulang untuk benar-benar sadar.

Alarm banyak bukan karena malas, tapi karena sistem saraf mereka memang “butuh waktu” untuk aktif penuh.

4. Tipe Overthinker

Mereka sering memikirkan banyak skenario:

“Kalau alarm ini mati gimana?”

“Kalau aku ketiduran?”

“Kalau aku nggak dengar bunyinya?”

Alarm menjadi alat antisipasi terhadap kemungkinan terburuk yang mereka bayangkan sendiri.

5. Memiliki Konflik Internal antara Disiplin dan Kenyamanan

Di satu sisi, mereka ingin disiplin.
Di sisi lain, mereka ingin nyaman dan tetap tidur lebih lama.

Alarm berlapis mencerminkan konflik batin ini: ingin bangun, tapi juga ingin tidur. Akhirnya tercipta sistem “kompromi psikologis”.

6. Cenderung Mengandalkan Sistem daripada Willpower

Mereka tidak percaya sepenuhnya pada kemauan diri (willpower). Maka mereka membangun sistem eksternal: alarm, reminder, notifikasi, jadwal digital.

Ini menunjukkan kepribadian yang lebih sistematis daripada spontan.

7. Sensitif terhadap Rasa Bersalah

Orang seperti ini biasanya mudah merasa bersalah jika:

terlambat

mengecewakan orang

dianggap tidak profesional

dianggap malas

Alarm bukan cuma alat bangun, tapi alat perlindungan dari rasa bersalah sosial.

8. Memiliki Pola Kontrol sebagai Mekanisme Psikologis

Memasang banyak alarm adalah bentuk micro-control behavior — kebutuhan mengontrol hal-hal kecil karena mungkin ada aspek hidup yang terasa tidak terkendali.

Ketika hidup terasa tidak pasti, manusia sering menciptakan kontrol di area kecil seperti rutinitas pagi.

Kesimpulan Psikologis

Kebiasaan memasang banyak alarm bukan sekadar soal bangun kesiangan. Ia adalah refleksi dari:

kecemasan tersembunyi

kebutuhan akan kontrol

konflik batin

cara otak bekerja

mekanisme pertahanan diri

manajemen ketakutan

sistem coping psikologis

Ini bukan kebiasaan “aneh” dalam arti negatif, tapi unik secara psikologis. Bahkan, banyak orang sukses, pekerja keras, dan berorientasi tanggung jawab justru memiliki kebiasaan ini.

Penutup

Psikologi tidak menilai perilaku sebagai “aneh” atau “normal”, tetapi sebagai adaptasi. Alarm berlapis adalah bentuk adaptasi seseorang terhadap tuntutan hidup, tekanan sosial, dan kebutuhan internalnya sendiri.

Jadi jika kamu termasuk orang yang memasang 3–7 alarm setiap pagi, jangan langsung menyebut diri sendiri malas. Bisa jadi kamu justru:

sangat peduli tanggung jawab

sangat takut gagal

sangat sadar akan waktu

dan sangat ingin hidupmu berjalan terkontrol

Kadang, kebiasaan kecil menyimpan cerita psikologis yang besar.

EDITOR: Hanny Suwindari