JawaPos.com – Pada dasarnya kesehatan mental bukan sesuatu yang dibangun dalam semalaman, melainkan hasil dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.
Pasalnya di tengah tekanan hidup di era sekarang, banyak orang mencari sederhana namun efektif untuk menjaga pikiran tetap sehat dan emosi lebih stabil.
Intinya sama seperti kita menjaga kesehatan fisik dengan olahraga dan nutrisi yang baik, kita juga harus menjaga kesejahteraan mental kita.
Berikut beberapa kebiasaan sehari-hari yang terbukti mendukung kesehatan mental dan dapat mulai diterapkan sejak sekarang sebagaimana dilansir dari laman Prism Health North Texas, Minggu (1/2) :
Baca Juga: Fakta Psikologi: Kebiasaan Pasang Banyak Alarm di Pagi Hari dan 5 Ciri Mental di Baliknya, Simak!
- Memprioritaskan tidur
Tidur berkualitas adalah fondasi utama kesehatan mental. Pasalnya kurang tidur terbukti bisa mengganggu regulasi emosi, menurunkan konsentrasi dan meningkatkan risiko kecemasan serta depresi.
Rutinitas tidur yang konsisten dan teratur dapat membantu mengatur suasana hati, meningkatkan daya ingat dan mengurangi stres. Para ahli merekomendasikan 7-9 jam tidur untuk orang dewasa.
Selain itu, menghindari kafein di malam hari, membatasi waktu penggunaan layar sebelum tidur dan menciptakan ritual tidur yang menenangkan adalah strategi bagus untuk meningkatkan kualitas tidur.
- Berlatih mindfulness
Kesadaran penuh (mindfulness) berarti hadir sepenuhnya di saat ini tanpa menghakimi. Kebiasaan sederhana ini telah terbukti mengurangi gejala kecemasan dan depresi, meningkatkan pengaturan emosi dan bahkan menurunkan tingkat stres.
Studi Clinical Psychology Review (2021) menemukan bahwa latihan mindfulness secara rutin efektif menurunkan stres, kecemasan dan gejala depresi ringan hingga sedang.
- Berolahraga secara teratur
Aktivitas fisik tidak hanya baik untuk tubuh tetapi juga sangat baik untuk pikiran Anda. Olahraga sendiri mampu melepaskan endorfin yaitu peningkat suasana hati alami tubuh dan ini telah terbukti mengurangi gejala kecemasan dan depresi.
Anda tidak perlu lari marathon atau menghabiskan waktu berjam-jam di gym. Anda cukup jalan kaki singkat setiap hari, sesi yoga atau menari bisa mendukung kesehatan mental.
- Tetap terhubung dengan orang tersayang
Koneksi sosial adalah kunci kesehatan mental yang baik. Meskipun penting untuk menghabiskan waktu bersama orang lain namun sama pentingnya untuk memelihara hubungan yang suportif dan positif.
Berkomunikasi secara teratur dengan keluarga, teman atau rekan kerja dapat memberikan rasa kebersamaan dan rasa memiliki. Intinya saat Anda merasa sedih jangan ragu untuk menghubungi seseorang yang Anda percayai untuk mengobrol, mendapatkan dukungan atau sekadar sedikit humor.
Studi Journal of Affective Disorders (2023) menunjukkan bahwa dukungan sosial yang kuat berperan penting dalam menjaga kesehatan mental dan mencegah kelelahan emosional.
- Menetapkan tujuan yang realistis
Menetapkan tujuan yang dicapai baik pribadi maupun profesional dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan perasaan puas. Namun, penting agar tujuan tersebut tetap realistis.
Pasalnya tujuan yang terlalu tinggi dan tidak realistis justru dapat memicu stres dan rasa gagal. Sebaliknya, target yang realistis bisa membantu membangun rasa percaya diri dan makna hidup.
Penelitian Motivation and Emotion (2021) menyebutkan bahwa pencapaian tujuan kecil secara konsisten berkontribusi pada kesejahteraan psikologis dan kepuasan hidup.
- Mengonsumsi makanan yang seimbang
Pada dasarnya apa yang Anda makan itu berdampak langsung pada perasaan Anda. Diet yang kaya akan makanan utuh, buah-buahan, sayuran dan protein tanpa lemak dapat mendukung fungsi otak dan meningkatkan suasana hati secara keseluruhan.
Menghindari gula berlebih dan makanan olahan sama pentingnya karena hal ini dapat berdampak negatif pada kejernihan mental dan energi. Terakhir, menjaga tubuh tetap terhidrasi juga memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas emosional.
- Mengelola stres secara efektif
Kita semua tentu mengalami stres tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita mengelolanya.
Melakukan teknik pengurangan stres secara teratur seperti yoga, menulis jurnal atau menghabiskan waktu di alam dapat membantu mengurangi efek negatifnya. ***