← Beranda
Kebiasaan yang Dipelajari Orang di Usia 60-an yang Membuat Usia 70-an Terasa Kesepian dan Penuh Penyesalan Menurut Psikologi
Irfan FerdiansyahSelasa, 30 Desember 2025 | 22.58 WIB
Ilustrasi seseorang yang kesepian di masa pensiun


JawaPos.com - Memasuki usia 60-an sering dianggap sebagai fase “tenang”—anak-anak mulai mandiri, karier perlahan mereda, dan waktu luang terasa lebih luas. Namun menurut psikologi perkembangan, justru di dekade inilah banyak kebiasaan kecil terbentuk yang secara tidak sadar menentukan kualitas emosional di usia 70-an.

Bukan penyakit atau nasib buruk semata yang membuat seseorang merasa kesepian dan penuh penyesalan di masa tua, melainkan pola pikir dan kebiasaan yang dipelajari dan dipertahankan selama bertahun-tahun. Psikologi menyebut fase ini sebagai masa critical adjustment, yaitu periode penyesuaian penting yang akan “berbunga” atau “berbuah pahit” satu dekade kemudian.

Dilansir dari Geediting pada Minggu (28/12), terdapat kebiasaan yang sering dipelajari di usia 60-an dan diam-diam membuat usia 70-an terasa hampa, sunyi, dan dipenuhi penyesalan.

Baca Juga: 7 Ciri Kepribadian Orang yang Tidak Pernah Melanggar Aturan dan Mengapa Mereka Sering Merasa Sengsara Menurut Psikologi

1. Menarik Diri Secara Sosial dengan Alasan “Sudah Tua”


Banyak orang di usia 60-an mulai mengurangi interaksi sosial bukan karena tidak mampu, tetapi karena keyakinan bahwa mereka “sudah tidak relevan.”
Menurut psikologi sosial, ini disebut self-imposed isolation—kesepian yang diciptakan oleh diri sendiri.

Awalnya terlihat sepele: menolak undangan, malas berkenalan dengan orang baru, atau berhenti menjaga pertemanan lama. Namun kebiasaan ini membentuk otak untuk menganggap kesendirian sebagai norma. Saat memasuki usia 70-an, lingkar sosial sudah terlanjur menyusut, dan rasa sepi pun terasa jauh lebih dalam karena tidak ada lagi jembatan untuk kembali.

Baca Juga: Jika Anda Benar-Benar Ingin Anak-Anak Anda Tumbuh Menjadi Orang Dewasa yang Sukses, Mulailah Mengatakan “Tidak” pada 8 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi

2. Menghentikan Usaha Membangun Hubungan Baru


Di usia 60-an, sebagian orang mulai percaya bahwa hubungan baru “tidak lagi penting” atau “terlalu melelahkan.”
Psikologi hubungan menunjukkan bahwa keyakinan ini keliru.

Manusia tidak berhenti membutuhkan koneksi emosional hanya karena usia bertambah. Ketika seseorang berhenti membangun relasi—baik pertemanan, komunitas, atau kedekatan emosional—otak kehilangan stimulasi sosial. Di usia 70-an, penyesalan sering muncul bukan karena kehilangan orang, tetapi karena berhenti mencoba mengenal manusia baru.

Baca Juga: 6 Zodiak Akan Terkejut Karena Mendapatkan Uang Sampai Meluber di 2026, Peluang Rezeki Terbuka Lebar

3. Mendefinisikan Diri Hanya dari Masa Lalu


“Dulu saya begini… dulu saya begitu…”
Kalimat ini sering menjadi pusat identitas di usia 60-an.

Menurut psikologi identitas, terlalu terpaku pada masa lalu membuat seseorang berhenti membangun makna di masa kini. Saat identitas hanya bersandar pada pencapaian lama—karier, status, atau peran yang sudah selesai—maka masa depan terasa kosong.

Di usia 70-an, penyesalan muncul karena hidup terasa seperti cerita yang sudah tamat, padahal secara biologis dan psikologis, manusia tetap membutuhkan tujuan.

4. Mengabaikan Kesehatan Mental karena Fokus pada Fisik


Banyak orang rajin memeriksa tekanan darah, kolesterol, dan gula, tetapi mengabaikan perasaan kesepian, cemas, atau kehilangan makna.
Psikologi klinis menunjukkan bahwa depresi di usia lanjut sering berakar dari emosi yang dipendam sejak usia 60-an.

Kebiasaan “memendam” ini membuat emosi menumpuk tanpa saluran. Di usia 70-an, ketika energi fisik menurun, beban emosional yang lama terpendam justru muncul sebagai penyesalan mendalam, rasa hampa, dan perasaan tidak berguna.

5. Berhenti Belajar dan Menantang Diri

Usia 60-an sering menjadi titik berhenti bagi sebagian orang untuk belajar hal baru.
Padahal, psikologi kognitif menegaskan bahwa otak manusia tetap plastis hingga usia lanjut.

Ketika seseorang berhenti belajar—baik keterampilan, wawasan, atau pengalaman baru—rasa hidup pun ikut mengecil. Di usia 70-an, penyesalan bukan tentang usia, melainkan tentang keputusan untuk berhenti bertumbuh terlalu dini.

6. Menunda Rekonsiliasi dan Permintaan Maaf


Banyak konflik lama dibiarkan menggantung dengan alasan “nanti saja” atau “biarlah waktu yang menyembuhkan.”
Psikologi emosi menunjukkan bahwa konflik yang tidak diselesaikan justru menjadi sumber penyesalan paling besar di usia lanjut.

Di usia 60-an, seseorang masih punya waktu dan energi untuk memperbaiki hubungan. Namun kebiasaan menunda membuat jarak semakin jauh. Di usia 70-an, ketika waktu terasa lebih sempit, penyesalan sering muncul karena kesempatan yang sudah tertutup.

7. Menganggap Kesepian sebagai Takdir, Bukan Sinyal


Kesepian sering diterima sebagai konsekuensi alami penuaan.
Padahal menurut psikologi, kesepian adalah sinyal—bukan hukuman.

Di usia 60-an, mengabaikan sinyal ini membuat seseorang terbiasa dengan kehampaan. Di usia 70-an, kesepian terasa lebih berat karena sudah menjadi pola hidup, bukan lagi perasaan sementara.

Kesimpulan: Usia 70-an Dibentuk oleh Kebiasaan di Usia 60-an

Psikologi mengajarkan satu hal penting:
Kesepian dan penyesalan di usia tua jarang datang tiba-tiba. Keduanya dibentuk perlahan oleh kebiasaan, keyakinan, dan keputusan kecil di dekade sebelumnya.

Usia 60-an bukan masa akhir, melainkan masa penentuan.
Mereka yang tetap membuka diri, merawat hubungan, menjaga kesehatan mental, dan terus mencari makna akan memasuki usia 70-an dengan rasa damai, bukan penyesalan.

Pada akhirnya, penuaan bukan soal berapa lama kita hidup, tetapi bagaimana kita memilih untuk tetap hadir—bagi diri sendiri dan bagi orang lain—di setiap fase kehidupan.
 
EDITOR: Setyo Adi Nugroho