← Beranda
8 Tipe Orang yang Sebaiknya Anda Jauhi dari Hidup Anda Seiring Bertambahnya Usia Menurut Psikologi
Irfan Ferdiansyah• Kamis, 18 Desember 2025 | 13.03 WIB
seseorang yang sebaiknya anda jauhi./Freepik/katemangostar

JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia, banyak hal berubah—cara berpikir, prioritas hidup, hingga cara kita memandang hubungan.

Jika saat muda kita cenderung mengumpulkan sebanyak mungkin relasi, maka kedewasaan justru mengajarkan kebijaksanaan: tidak semua orang pantas kita pertahankan dalam hidup.

Psikologi menunjukkan bahwa kualitas hubungan jauh lebih berpengaruh terhadap kesehatan mental, emosional, bahkan fisik dibanding jumlah pertemanan.

Karena itu, bertambah usia bukan tentang menjadi egois, melainkan menjadi lebih sadar akan batasan diri.

Dilansir dari Geediting pada Selasa (16/12), terdapat delapan tipe orang yang secara psikologis sebaiknya mulai Anda lepaskan demi hidup yang lebih tenang dan bermakna.

1. Orang yang Selalu Menguras Energi Emosional Anda

Baca Juga: Jika Seorang Perempuan Masih Melakukan 6 Hal Ini Setelah Usia 50 Tahun, Dia Menua dengan Sangat Anggun Menurut Psikologi

Mereka mungkin tidak berniat jahat, tetapi setiap interaksi dengan mereka membuat Anda lelah, cemas, atau tertekan. Dalam psikologi, hubungan semacam ini disebut emotionally draining relationships.

Ciri khasnya:

Selalu mengeluh tanpa mau mencari solusi

Menjadikan Anda “tempat sampah emosi”

Jarang mendengarkan cerita Anda

Seiring usia, energi mental menjadi aset berharga. Jika seseorang lebih sering menguras daripada mengisi ulang energi Anda, itu pertanda kuat untuk menjaga jarak.

2. Orang yang Tidak Menghargai Batasan Anda

Baca Juga: Timnas Futsal Indonesia Kalah Tipis dari Vietnam, Hector Souto Akui Sulit Cetak Gol di SEA Games 2025

Psikologi modern menekankan pentingnya boundaries untuk kesehatan mental. Namun, ada orang-orang yang:

Meremehkan waktu Anda

Mengabaikan kata “tidak”

Merasa berhak atas hidup dan keputusan Anda

Saat masih muda, kita sering memaklumi perilaku ini. Namun seiring bertambah usia, Anda akan menyadari bahwa batasan bukanlah dinding, melainkan bentuk penghormatan diri. Orang yang terus melanggarnya tidak layak mendapat akses penuh ke hidup Anda.

3. Orang yang Selalu Meremehkan Pertumbuhan Anda

Tipe ini sering muncul dalam bentuk candaan, kritik halus, atau komentar sinis:

“Ah, kamu terlalu bermimpi.”

“Ngapain berubah, dari dulu juga begitu.”

Menurut psikologi, lingkungan yang meremehkan pertumbuhan dapat menahan perkembangan identitas dewasa. Jika seseorang lebih nyaman melihat Anda tetap kecil agar ia merasa besar, itu bukan hubungan yang sehat.

4. Orang yang Hanya Ada Saat Butuh

Hubungan yang sehat bersifat timbal balik. Namun, ada orang yang:

Datang hanya saat mereka kesulitan

Menghilang saat Anda membutuhkan dukungan

Menganggap kebaikan Anda sebagai kewajiban

Seiring bertambah usia, Anda akan belajar bahwa kebaikan tanpa batas bisa berubah menjadi kelelahan tanpa akhir. Menyadari pola ini bukan tanda keras hati, melainkan kedewasaan emosional.

5. Orang yang Selalu Hidup dalam Drama

Drama memang terasa “hidup”, tetapi psikologi menunjukkan bahwa paparan konflik terus-menerus meningkatkan stres kronis. Tipe ini:

Selalu punya masalah baru

Senang memancing konflik

Membesar-besarkan hal kecil

Saat usia bertambah, Anda akan lebih menghargai ketenangan dibanding sensasi. Kedamaian menjadi mata uang yang nilainya terus naik seiring waktu.

6. Orang yang Tidak Pernah Bertanggung Jawab atas Kesalahannya

Mereka selalu punya kambing hitam:

Menyalahkan keadaan

Menyalahkan orang lain

Menolak introspeksi

Dalam psikologi perkembangan, kemampuan bertanggung jawab adalah tanda kedewasaan emosional. Jika seseorang menolak bertumbuh, Anda tidak berkewajiban untuk terus menunggu atau menoleransinya.

7. Orang yang Membuat Anda Meragukan Nilai Diri Sendiri

Tipe ini paling berbahaya karena dampaknya sering tidak disadari:

Membandingkan Anda secara tidak adil

Meremehkan pencapaian Anda

Membuat Anda merasa “tidak cukup”

Psikologi menyebut ini sebagai erosion of self-esteem. Seiring usia, Anda akan memahami bahwa siapa pun yang merusak rasa percaya diri Anda secara konsisten, perlahan sedang merusak hidup Anda.

8. Orang yang Tidak Sejalan dengan Nilai Hidup Anda Lagi

Ini bukan tentang siapa yang benar atau salah. Manusia bertumbuh, nilai berubah, arah hidup bergeser. Psikologi menyatakan bahwa ketidaksejajaran nilai dalam jangka panjang sering menimbulkan konflik batin.

Kadang, melepaskan bukan karena benci—melainkan karena jalan hidup sudah berbeda. Dan itu tidak apa-apa.

Kesimpulan: Melepaskan untuk Menjaga Diri

Bertambah usia bukan tentang kehilangan orang, tetapi menyaring siapa yang benar-benar layak tinggal. Psikologi mengajarkan bahwa hubungan yang sehat adalah yang memberi ruang untuk bertumbuh, bukan menahan, menyakiti, atau menguras.

Melepaskan beberapa orang bukan tanda kegagalan sosial, melainkan keberhasilan emosional. Karena pada akhirnya, hidup yang tenang, bermakna, dan selaras dengan nilai diri jauh lebih berharga daripada mempertahankan hubungan yang sudah tidak lagi sehat.

Semakin dewasa Anda, semakin sedikit orang yang Anda butuhkan—tetapi semakin tepat mereka yang Anda pertahankan.

EDITOR: Hanny Suwindari