JawaPos.com – Seiring bertambahnya usia, pertemanan bukan lagi soal kuantitas, melainkan kualitas.
Kemudian beranjak dewasa Anda menyadari bahwa tidak semua orang yang pernah hadir dalam hidupmu pantas mendapatkan tempat permanen di dalamnya.
Psikologi menunjukkan bahwa orang-orang di sekitar Anda memengaruhi tingkat stres, harga diri, kebiasaan, suasana hati, bahkan kesehatan emosional.
Dilansir expert editor, berikut 8 tipe teman yang perlu Anda hindari seiring bertambahnya usia.
Baca Juga: Psikologi: Terapkan 10 Perilaku Ini agar Anda Dihormati Orang Lain dari Latar Sosial Manapun
- Teman yang selalu mengeluh
Kita semua terkadang melampiaskan kekesalan. Hidup memang penuh tekanan dan berbagi rasa frustrasi itu wajar.
Namun studi menunjukkan bahwa paparan keluhan kronis meningkatkan kortisol, mengurangi motivasi, dan meningkatkan kelelahan emosional.
Jika seorang teman hanya membawa masalah tetapi tak pernah memberi solusi, bahkan tidak pernah mendengarkan nasihat, ia akan membebanimu seiring waktu.
- Teman yang hanya menelepon ketika butuh sesuatu
Ada tipe teman yang menghilang saat kehidupan sedang baik dan muncul kembali hanya saat membutuhkan bantuan atau dukungan emosional.
Jika Anda selalu memberi dan mereka selalu menerima, hubungan itu tidak nyata dan segeralah menjauhinya.
- Kritik yang halus
Kritik ada tempatnya, terkadang seseorang butuh masukan yang jujur, namun penilaian mikro yang terus-menerus akan perlahan menggerogoti harga diri Anda.
Jika Anda sering merasa lebih rendah diri setelah menghabiskan waktu bersama seseorang, itu bukanlah pertemanan.
- Pembuat drama
Beberapa orang tidak bisa hidup tanpa drama. Mereka selalu bertengkar dengan seseorang, selalu tersinggung, dan selalu berada di tengah krisis.
Seiring bertambahnya usia, stabilitas menjadi penting. Drama justru melelahkan, alih-alih mengasyikkan. Jagalah kedamaianmu.
- Teman yang terancam oleh kesuksesanmu
Tidak semua orang yang tersenyum saat Anda menang, senang untuk Anda.
Beberapa teman secara halus menjauhi saat Anda berkembang, meremehkan pencapaian, dan bahkan menjadi kompetitif.
Teman yang sehat merayakan bersama Anda.
- Teman yang menguras energi
Salah satu cara paling sederhana untuk mengevaluasi persahabatan adalah:
“Bagaimana perasaanku setelah menghabiskan waktu bersama mereka?”
Jika Anda secara konsisten merasa lelah, terkuras, cemas, atau emosional, ini memberi tahu Anda bahwa hubungan itu lebih banyak merugikan daripada menguntungkan.
Teman seharusnya memberi nilai tambah pada hidupmu, bukan malah menghabiskannya.
- Teman yang tidak pernah meminta maaf atau bertanggung jawab
Kedewasaan terlihat dari bagaimana seseorang menangani konflik.
Teman yang tidak sehat sering menyalahkan, menangkis, mengecilkan, atau berpura-pura tidak terjadi apa-apa.
Psikologi menunjukkan bahwa akuntabilitas adalah salah satu sifat utama orang yang matang secara emosional.
- Teman yang tidak menghargai batasanmu
Batasan menjadi lebih penting seiring bertambahnya usia.
Waktu, kedamaian, nilai-nilai, dan prioritas Anda bergeser, teman-teman yang sehat pun beradaptasi.
Menurut psikologi, pelanggaran batasan adalah salah satu penanda utama hubungan yang beracun, entah romantis atau platonis.