JawaPos.com– Tanpa sadar, kita sering memesan banyak makanan dan berakhir tidak mampu menghabiskan semua makanan yang kita pesan.
Hasilnya, menimbulkan banyak sisa makanan yang berpotensi menjadi sampah sisa makanan atau food waste.
Ketidaksadaran atau tidak mindful dalam memesan, mengambil atau menyiapkan makanan tidak lepas dari pengaruh kondisi psikologis.
Karena berkaitan dengan cara mengambil keputusan, motivasi, referensi hingga emosi.
Berikut beberapa alasan secara psikologis kenapa kita suka memesan makanan secara berlebihan:
Optimisme Bias: Terlalu Percaya Diri dalam Menghabiskan Makanan
Baca Juga: IMX 2025 Melantai di LA Car Meet Up, Diaspora Indonesia Pamer Karya Modifikasinya
Saat akan memesan makanan seringkali kita memesan dengan jumlah banyak karena merasa mampu menghabiskan semua makanan yang dipesan.
Dengan keyakinan tersebut, segala risiko buruk seperti saldo berkurang banyak atau makanan habis tidak dianggap.
Menurut laman Verywellmind, optimisme bias atau dalam Bahasa Inggris disebut bias optimism adalah tipuan pikiran yang membuat kita percaya bahwa konsekuensi negatif dari tindakan yang kita ambil tidak mungkin terjadi.
Efek negatifnya, dapat mempengaruhi pengambilan keputusan yang buruk, sehingga berakibat buruk.
Efek Lapar atau Hunger Effect
Rasa lapar seringkali membuat kita bertemu dengan perasaan-perasaan negatif. Seperti tidak sabaran, marah-marah, jengkel, dan lainnya.
Bahkan menurut jurnal penelitian berjudul Hunger Shifts Attention and Attribute weighting in Dietary Choices, dapat mempengaruhi pilihan makanan yang akan kita pesan sehingga dapat menggagalkan niat untuk diet.
Jika rasa lapar tidak disadari dan dikendalikan dengan baik, maka menurut laman neurosciencenews, dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan.
Oleh sebab itu, penting untuk bersikap bijak saat memesan makanan dalam kondisi yang sangat lapar. Agar makanan yang kita pesan tidak berakhir menjadi sampah.
Kecenderungan Suka Mencari Variasi
Saat ini kita cenderung suka mencoba makanan, apalagi jika menemukan cafe atau tempat makan yang viral di media sosial. Banyak orang yang akhirnya penasaran dan ingin mencoba sebagai sensasi. Apalagi makanan yang dicoba tidak hanya diukur secara rasa, tapi juga tekstur hingga keunikan lain.
Dilansir dari jurnal penelitian berjudul Unveiling a Hidden Driver of Online Rating Bias, Kecenderungan mencari variasi atau variety seeking bias adalah pondasi dari motivasi seseorang memesan makanan.
Secara alami, manusia punya dorongan untuk mencoba banyak pilihan dalam satu waktu.
Hal ini pun didukung oleh penelitian Consumer Variety-Seeking Among Goods and Services, yang membuktikan bahwa alih-alih memilih atau memesan makanan dengan motif untuk dihabiskan, mereka cenderung memesan makanan dengan jumlah yang banyak.
Itu tadi beberapa alasan psikologis mengapa kita memesan banyak makanan secara berlebihan.
Ternyata memesan makanan dapat menunjukkan bagaimana selama ini kita mengambil keputusan dan bijak mengatur motivasi.
Saat memesan makanan penting untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan perihal makanan yang akan dikonsumsi, karena berdampak bagi lingkungan dari sampah sisa makanan atau food waste yang kita hasilkan.