← Beranda
Jika Orang Melakukan 8 Hal Ini di Sekitar Anda, Mereka Menoleransi Anda Tapi Sebenarnya Tidak Menyukai Anda Menurut Psikologi
Irfan Ferdiansyah• Rabu, 29 Oktober 2025 | 16.35 WIB
Seseorang yang menoleransi anda tetapi tidak menyukai anda. (Freepik/jcomp)

Jawapos.com - Dalam hubungan sosial, kita sering mengira bahwa semua orang yang bersikap baik kepada kita benar-benar menyukai kita.

Padahal, dalam banyak kasus, kebaikan itu hanyalah bentuk toleransi sosial, sebuah strategi psikologis untuk menjaga kedamaian dan menghindari konflik.

Manusia, secara alami, berusaha menjaga harmoni dalam kelompok.

Namun di balik senyum sopan dan percakapan basa-basi, bisa saja tersembunyi rasa tidak suka yang ditahan.

Dilansir dari Geediting pada Senin (27/10), terdapat delapan tanda halus menurut psikologi bahwa seseorang mungkin hanya menoleransi Anda, bukan benar-benar menyukai Anda.

1. Mereka Berperilaku Ramah, Tapi Hanya di Permukaan

Salah satu tanda paling umum adalah kebaikan yang mekanis.

Mereka menyapa Anda dengan senyum, tetapi matanya tidak benar-benar berbinar.

Percakapan terasa seperti formalitas, tidak mengalir dengan alami.

Menurut psikologi sosial, ini disebut surface acting — perilaku ramah yang dilakukan tanpa keterlibatan emosi yang tulus.

Jika setiap kali Anda berbicara terasa seperti percakapan yang “harus” dijalani, bukan yang ingin dijalani, bisa jadi mereka sekadar menjaga kesopanan.

2. Bahasa Tubuh Mereka Menjauh

Bahasa tubuh sering kali lebih jujur dari kata-kata.

Mereka mungkin memiringkan tubuh menjauh, menyilangkan tangan, atau menjaga jarak fisik.

Secara psikologis, tindakan ini menunjukkan ketidaksiapan untuk membuka diri.

Menurut penelitian dari University of Kansas, orang yang tidak nyaman secara emosional cenderung membuat “batas ruang pribadi” yang lebih besar.

Jadi jika seseorang selalu sedikit mundur saat berbicara dengan Anda, itu bisa jadi bukan kebetulan.

3. Mereka Jarang Menginisiasi Kontak

Apakah Anda selalu yang memulai percakapan, mengirim pesan duluan, atau mengajak bertemu?

Dalam psikologi hubungan, ketidakseimbangan inisiatif sering menandakan low emotional investment — mereka tidak tertarik memperdalam hubungan.

Orang yang tulus menyukai Anda akan berusaha untuk tetap terhubung, bahkan dengan cara sederhana seperti menanyakan kabar tanpa alasan khusus.

4. Respons Mereka Singkat dan Datar

Perhatikan gaya komunikasi mereka. Apakah jawabannya sering singkat seperti “oh,” “iya,” “gitu ya”? Itu bisa jadi bentuk emotional disengagement.

Dalam komunikasi interpersonal, antusiasme adalah indikator afeksi.

Orang yang benar-benar menyukai Anda cenderung memberikan umpan balik yang aktif, misalnya bertanya balik, menambahkan opini, atau menertawakan hal kecil bersama.

Sebaliknya, respons datar adalah tanda mereka hanya ingin cepat menyelesaikan interaksi.

5. Mereka Tidak Pernah Menunjukkan Kerentanan

Hubungan yang sehat tumbuh lewat keterbukaan emosional.

Namun, jika seseorang selalu menjaga jarak, menghindari topik pribadi, atau enggan berbagi perasaan, itu menandakan emotional walling.

Menurut psikolog Brené Brown, keberanian untuk rentan adalah bukti kepercayaan dan koneksi sejati.

Jadi jika mereka selalu tampak seperti “batu” — profesional, sopan, tapi dingin — bisa jadi mereka hanya menoleransi kehadiran Anda tanpa ingin dekat.

6. Mereka Ramai di Grup, Tapi Dingin Saat Berdua

Pernah merasa seseorang sangat hangat di hadapan banyak orang, tapi berubah datar saat hanya berdua dengan Anda?

Ini disebut social camouflage — topeng sosial untuk menjaga citra atau harmoni kelompok.

Psikolog menyebutnya sebagai strategi adaptif untuk menghindari ketegangan sosial.

Dengan kata lain, mereka tidak ingin terlihat kasar di depan orang lain, tapi juga tidak cukup peduli untuk bersikap hangat secara pribadi.

7. Mereka Tidak Memberi Validasi Emosional

Ketika Anda bercerita, mereka tidak menunjukkan empati atau dukungan.

Mereka hanya berkata “oh, semoga baik-baik aja,” tanpa ekspresi yang berarti.

Secara psikologis, orang yang menyukai kita akan cenderung mirroring emosi — mencerminkan perasaan kita dengan ekspresi dan respons yang serasi.

Jika mereka terlihat netral atau bahkan acuh, itu tanda bahwa koneksi emosional tidak terjadi.

8. Mereka Sering Membuat Alasan untuk Menghindari Anda

Mungkin ini tanda paling jelas: selalu ada alasan untuk menunda pertemuan, membalas pesan lama, atau mengaku sibuk terus-menerus.

Dalam psikologi perilaku, ini termasuk avoidance behavior — cara halus untuk menjaga jarak tanpa konfrontasi langsung.

Jika hal ini terjadi berulang, kemungkinan besar mereka sedang berusaha menjaga batas agar hubungan tidak lebih dekat dari yang mereka inginkan.

Kesimpulan: Tidak Semua Kebaikan Berarti Kedekatan

Kita hidup di dunia sosial yang menuntut kesopanan, tapi tidak selalu kejujuran emosional.

Orang bisa tersenyum sambil menahan ketidaksukaan, dan itu wajar.

Tidak semua orang akan cocok dengan kita, dan tidak semua hubungan harus hangat.

Psikologi mengajarkan bahwa mengenali tanda-tanda ini bukan untuk menaruh curiga, melainkan untuk memahami dinamika energi sosial.

Ketika Anda tahu siapa yang benar-benar menghargai Anda, Anda bisa menyalurkan energi pada hubungan yang saling menumbuhkan — bukan yang sekadar ditoleransi. (*)

EDITOR: Siti Nur Qasanah