JawaPos.com - Menghabiskan waktu untuk bersantap di restoran seharusnya menjadi pengalaman menyenangkan bagi tamu maupun staf yang melayani.
Namun, seringkali ada kebiasaan kecil dari pelanggan yang secara tidak sengaja dapat mengganggu alur kerja yang sudah diatur dengan sangat baik di dapur dan ruang makan.
Tindakan yang tampaknya sepele justru bisa menghambat kerja pelayan yang harus menyeimbangkan banyak pesanan dan juga menjaga keselamatan di ruang makan, melansir dari Global English Editing Senin (27/10).
Memahami etika bersantap yang baik, akan membuat Anda menjadi tamu yang sangat dihargai dan disukai oleh seluruh staf restoran.
1. Nongkrong Lama di Meja Setelah Pembayaran Selesai
Anda mungkin merasa tidak apa-apa untuk berlama-lama mengobrol di meja, apalagi jika suasananya sedang nyaman untuk bercerita dengan teman-teman. Padahal, meja yang sudah selesai dipakai itu menjadi hambatan besar bagi pelayan sebab mereka tidak bisa melanjutkan rotasi meja untuk pelanggan berikutnya. Penghasilan pelayan seringkali tergantung pada berapa banyak meja yang mereka layani, sehingga berlama-lama dapat mengurangi potensi pendapatan mereka. Jika ingin melanjutkan obrolan, lebih baik Anda pindah ke area bar, teras, atau kafe lain di dekat restoran yang lebih santai.
2. Mengubah Menu Secara Mendadak Saat Memesan
Permintaan mengubah menu secara total, misalnya meminta saus yang berbeda atau mengganti cara memasak suatu bahan, dapat menyulitkan dapur. Para koki merancang menu dengan pertimbangan rasa yang seimbang dan alur kerja yang efisien di dapur. Tentu saja, alergi makanan atau kebutuhan diet harus diprioritaskan, namun sebaiknya tanyakan hidangan mana yang paling mudah untuk diadaptasi. Pendekatan yang lebih hormat ini akan menghasilkan hidangan yang lebih baik dan koki yang lebih senang melayani Anda.
3. Melambaikan Tangan atau Berteriak untuk Memanggil Pelayan
Kita semua pernah merasa diabaikan di meja, tetapi menggerakkan tangan seperti melambai-lambaikan bendera dapat memberikan tekanan besar pada pelayan di depan umum. Sebaiknya, coba lakukan kontak mata dengan pelayan dan angkat tangan sedikit saat mereka sedang tidak membawa piring atau sibuk di meja lain. Jika restoran sedang sangat ramai, kalimat "Kapan pun Anda sempat, tidak usah terburu-buru" dapat mengatur ulang suasana menjadi lebih tenang. Kehadiran yang tenang dan penuh kesabaran sangatlah dihargai di ruangan yang sibuk.
4. Memperlakukan Pelayan sebagai Meja Pengaduan
Jika ada masalah dengan hidangan, sampaikan saja secara lugas dan jelas, bukan dengan mengeluh secara berlebihan. Ketika setiap preferensi kecil berubah menjadi monolog yang dramatis, ruang makan seolah menjadi panggung pertunjukan yang tidak dibutuhkan siapapun. Sampaikan masalah dengan jelas dan spesifik, misalnya "Ini lebih dingin dari yang saya harapkan" atau "Saya minta tanpa ketumbar, bisakah dibuat ulang?". Staf tidak bisa memperbaiki masalah yang mereka tidak mengerti, apalagi membaca pikiran Anda melalui desahan atau tatapan kesal.
5. Membiarkan Anak-Anak Berkeliaran Seperti di Taman Bermain
Restoran merupakan ruang yang penuh dengan benda berbahaya seperti piring panas, sudut tajam, dan pelayan yang bergerak cepat dengan penglihatan terbatas. Ketika anak-anak berkeliaran atau bermain kejar-kejaran, hal itu tidak hanya mengganggu, tetapi juga sangat berbahaya bagi mereka dan staf yang melayani. Beri tahu anak-anak sejak awal bahwa kursi adalah tempat duduk, lorong hanya untuk berjalan bersama orang dewasa, dan meja bukanlah benteng mainan mereka. Mengajak mereka berjalan sebentar di luar di antara waktu makan dapat membantu menjaga ketenangan dan fokus di meja.
6. Menyusun Rencana Tempat Duduk Sendiri Saat Ramai
Meja penerima tamu ada untuk suatu alasan penting, yakni mengatur sistem yang menjaga beban kerja pelayan tetap adil dan alur dapur tidak terganggu oleh permintaan mendadak. Ketika tamu mengambil meja sendiri karena terlihat kosong, mereka melewati sistem yang sudah diatur dengan cermat oleh manajer dan host. Jika Anda punya preferensi khusus, seperti ingin duduk di dekat jendela, sampaikan kepada host dan tanyakan apakah mereka bisa mengakomodasinya. Mereka hanya perlu kesempatan untuk melakukan penataan tanpa mengacaukan seluruh alur rotasi meja yang sudah dibuat.
7. Mengubah Meja Makan Menjadi Kantor Pribadi
Penggunaan laptop, pengisi daya, lampu cincin (ring light), atau bahkan panggilan video dapat ditemukan di ruang makan beberapa restoran. Hal ini tidak hanya mengganggu suasana restoran, tetapi juga menimbulkan masalah keselamatan karena kabel dapat menyebabkan orang tersandung di sekitar meja. Jika Anda harus bekerja sebentar, lakukan dengan bijaksana dan jaga agar barang-barang yang tersebar di meja tetap seminimal mungkin. Sebaiknya, pilih kafe yang dirancang khusus untuk bekerja karena energi di restoran ditujukan untuk bersantap, bukan melakukan panggilan Zoom mendadak.
8. Terlalu Sering Memegang Peralatan Makan untuk "Membantu"
Seringkali, naluri baik muncul untuk membantu pelayan dengan merapikan tumpukan piring atau mengoper gelas demi memberi ruang lebih banyak di meja. Namun, pelayan memiliki sistem tertentu tentang bagaimana mereka membawa barang dan bagaimana mereka menempatkannya di meja. Saat kita menggerakkan barang di tengah proses penyajian, mereka bisa kehilangan kendali atas keseimbangan beban dan kebersihan. Bantuan yang lebih aman dan diutamakan adalah dengan membersihkan ruang di depan Anda dan menarik gelas sedikit ke arah Anda sehingga pelayan dapat meletakkan piring dengan mudah tanpa kendala.
9. Menanyai Pelayan Seperti Ahli Sommelier, Ahli Gizi, dan Terapis Sekaligus
Rasa ingin tahu adalah hal yang baik, tetapi mengajukan dua puluh pertanyaan bertubi-tubi tentang setiap bahan dan sumber produk dapat menahan antrean di belakang Anda. Pilih pertanyaan yang paling penting seperti mengenai alergen, satu di antara dua pertanyaan tentang rasa, dan mintalah rekomendasi jujur dari pelayan. Jika Anda ingin memilih anggur, berikan kisaran harga dan petunjuk gaya yang diinginkan untuk mendapatkan pilihan terbaik dengan lebih cepat. Memesan makanan seharusnya tidak menjadi kuis mendadak yang menguras energi dan waktu pelayan.
10. Memberi Tip Berdasarkan Suasana Hati, Bukan Pelayanan
Memberi tip merupakan topik sensitif dan budaya yang sangat bervariasi di berbagai negara, terutama di tempat di mana tip adalah bagian inti dari gaji pelayan. Memberi tip rendah karena dapur sedang sibuk atau karena Anda sedang mengalami hari yang buruk, justru melukai orang yang paling sedikit memiliki kendali atas masalah itu. Jika pelayanan yang diberikan benar-benar buruk, bicaralah dengan manajer dan jelaskan apa yang terjadi secara rinci dan spesifik. Jika pengalaman bersantapnya standar, berikan tip standar yang sesuai, karena rasa terima kasih adalah pilihan, bukan masalah matematika yang diselesaikan dengan kekesalan.
Anda memiliki kekuatan lebih besar dari yang disadari untuk membentuk energi ruang yang dimasuki di mana pun Anda berada. Restoran merupakan cerminan dari kita, dan ketika membawa kesabaran, kejelasan, serta sedikit kerendahan hati, seluruh ruangan akan terasa lebih nyaman. Ada satu praktik kecil yang dapat mengubah cara kita berinteraksi di restoran, yakni dengan menghormati alur kerja staf dan menjaga permintaan tetap sederhana, membedakan antara preferensi dan kebutuhan sejati. Coba ubah satu di antara kebiasaan ini saat makan di luar, lalu lihat perubahan positif apa yang terjadi di lingkungan sekitar Anda.