← Beranda
Ini 7 Kebiasaan Generasi Boomer yang Tidak Masuk Akal Bagi Anak Muda, Kamu Pernah Temui?
Mohammad Maulana IqbalSenin, 27 Oktober 2025 | 19.04 WIB
Kebiasaan generasi boomer yang tidak masuk akal bagi anak muda

JawaPos.com – Terdapat beberapa kebiasaan dari generasi boomer yang justru dianggap tidak masuk akal bagi kalangan anak muda hari ini.

Kebiasaan yang terkesan kuno, kolot, tidak masuk akal dari perspektif anak muda justru masih dilakukan bagi generasi boomer.

Perbedaan kebiasaan ini, bahkan dianggap tidak masuk akal, menarasikan tentang bagaimana fragmentasi dari cara pandang, tindakan, maupun apa yang dipikirkan dari generasi boomer maupun anak muda hari ini.

Dilansir dari geediting.com pada Senin (27/10), bahwa ada tujuh kebiasaan generasi boomer yang tidak masuk akal bagi anak muda.

Baca Juga: 7 Kebiasaan Orang Tua yang Membuatnya Semakin Tidak Disukai oleh Anak-anak, Simak!

  1. Enggan merangkul teknologi

Generasi muda merasa bingung melihat sebagian baby boomer yang tampak menolak perkembangan teknologi digital.

Mereka lebih memilih mengirim surat biasa ketimbang email atau bahkan masih menggunakan mesin faks.

Ada yang bertahan dengan ponsel lipat di era smartphone dan menghindari layanan perbankan online maupun belanja daring.

Bagi generasi muda hal ini terasa menyulitkan diri sendiri padahal teknologi membuat hidup lebih mudah.

Penolakan terhadap teknologi bisa membuat seseorang terisolasi dari dunia yang terus berkembang pesat.

Komunikasi jadi lebih sulit dan akses terhadap berbagai layanan modern menjadi terbatas akibatnya.

Baca Juga: Menyingkap Tabir: 10 Kebiasaan Sopan Kaum Elit yang Kerap Terlihat Kaku dan Sok Angkuh

  1. Mendatangi bank secara langsung

Baby boomer banyak yang masih bersikeras datang ke kantor bank untuk urusan sederhana seperti menyetor cek.

Padahal transaksi semacam itu bisa diselesaikan dalam hitungan detik lewat aplikasi mobile banking.

Mereka rela mengantri lama di bank untuk hal yang sebenarnya bisa dilakukan dari rumah.

Generasi muda menganggap ini pemborosan waktu dan tenaga yang tidak perlu sama sekali.

Dengan aplikasi perbankan modern kamu bisa cek saldo transfer uang dan menyetor cek tanpa ke bank.

Namun bagi boomer ada kenyamanan tersendiri dalam interaksi fisik dan bertemu langsung dengan petugas bank.

  1. Obsesi terhadap media cetak

Keterikatan baby boomer dengan koran majalah dan brosur cetak sungguh membingungkan generasi digital.

Padahal zaman sekarang informasi bisa diakses instan lewat aplikasi berita e-book dan langganan online.

Kamu bisa mendapat update real-time tentang peristiwa di belahan dunia mana pun hanya dengan sekali klik.

Namun banyak boomer masih lebih suka mendapat berita dan hiburan dari sumber berbasis kertas.

Mungkin mereka menyukai pengalaman menyentuh kertas atau memang sudah terbiasa dengan cara itu.

Dengan berpegang pada media cetak mereka melewatkan banyak konten digital berkualitas yang membentuk dunia saat ini.

  1. Loyalitas pada telepon rumah

Kesetiaan baby boomer terhadap telepon rumah sangat membingungkan di era smartphone seperti sekarang.

Banyak dari mereka masih memasang dan menggunakan telepon rumah meski punya ponsel yang canggih.

Bagi generasi muda ini terasa mubazir karena satu ponsel sudah bisa menangani semua keperluan komunikasi.

Mengapa harus punya dua telepon saat satu perangkat bisa melakukan semuanya dari mana saja.

Tapi bagi sebagian boomer telepon rumah melambangkan koneksi yang andal dan tidak bergantung baterai atau sinyal.

Seiring kemajuan teknologi dan layanan seluler makin stabil mungkin sudah waktunya melepas telepon rumah.

  1. Mentalitas berkendara ke mana-mana

Baby boomer cenderung menggunakan mobil untuk pergi ke mana saja tanpa mempertimbangkan jarak tempuhnya.

Entah itu ke toko kelontong dua blok saja atau mengunjungi teman di kompleks sebelah mereka tetap pakai mobil.

Generasi muda menilai ini tidak efisien apalagi sekarang sudah banyak jalur sepeda transportasi umum dan layanan ride-sharing.

Berjalan kaki atau bersepeda ke tempat dekat adalah cara bagus untuk berolahraga sambil menikmati udara segar.

Data menunjukkan 76 persen perjalanan mobil orang Amerika berjarak kurang dari 10 mil saja.

Bayangkan berapa banyak jejak karbon yang bisa dikurangi jika sebagian perjalanan pendek diganti transportasi berkelanjutan.

  1. Kecintaan pada foto fisik

Di dunia digital saat ini kehidupan kita terdokumentasi di media sosial dan foto tersimpan di cloud.

Namun bagi baby boomer foto masih harus dicetak dibingkai dan dipajang di rumah atau album.

Foto fisik adalah kenangan nyata yang bisa kamu pegang dan punya kehadiran yang tidak bisa ditiru foto digital.

Ada sesuatu yang indah dalam tradisi menyimpan tumpukan album foto dan mengambil foto kelompok di setiap acara.

Foto cetak punya sifat permanen dan memberikan koneksi emosional yang lebih kuat dengan masa lalu.

Saat dunia digital bergerak sangat cepat mungkin ada nilainya dalam memegang sesuatu yang nyata dan bertahan lama.

  1. Penolakan untuk pensiun

Banyak baby boomer terus bekerja jauh melewati usia pensiun 65 tahun karena kebutuhan finansial atau kecintaan pada pekerjaan.

Dedikasi terhadap pekerjaan memang patut dihargai tapi ini menciptakan efek kemacetan di pasar kerja.

Generasi muda jadi lebih sulit naik jabatan atau bahkan menemukan pekerjaan di bidang yang mereka inginkan.

Mentalitas kerja sampai tua ini bertentangan dengan gagasan menikmati hasil kerja keras selama puluhan tahun.

Setelah bekerja begitu lama bukankah sudah saatnya bersantai dan menikmati hidup dengan lebih leluasa.

Resistensi terhadap pensiun adalah isu kompleks yang perlu dibahas demi kepentingan semua generasi yang terlibat.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho