← Beranda
Mengenal Narcissistic Personality Disorder (NPD): Gejala, Diagnosis, Perawatan, dan Cara Hidup Berdampingan
Alberta Dionny NatanuelKamis, 23 Oktober 2025 | 01.02 WIB
Foto seseorang sedang melihat dirinya di cermin sebagai ilustrasi seseorang dengan gangguan kepribadian narsistik (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Di antara banyak macam manusia, ada orang dengan kelemahan yang sangat unik hingga diberi nama dan membutuhkan bantuan profesional untuk menanganinya. Namun, beberapa kondisi ini memiliki label yang sangat buruk hingga masyarakat sekitarnya menghindari mereka. 

Dilansir dari Cleveland Clinicnarcissistic personality disorder (NPD) adalah kondisi kesehatan mental yang mempengaruhi kesadaran mereka akan kepercayaan diri, identitas serta bagaimana penderitanya memperlakukan diri mereka dan orang lain. 

Orang-orang dengan NPD seringkali memiliki merasa harus terus membuat orang-orang kagum dan membuat diri mereka penting. Keinginan ini terkadang dapat mendorong seseorang melakukan hal-hal yang buruk, seperti memanipulasi orang-orang di sekitar mereka. 

Dilansir dari Counseling Center Group, penyebab kondisi ini belum benar-benar diketahui. Namun penelitian menemukan bahwa adanya kemungkinan kombinasi antara faktor genetik, lingkungan dan perkembangan pasien. 

Perlu diketahui, seseorang dengan beberapa narsistik belum tentu menderita gangguan kepribadian narsistik seutuhnya. 

Diagnosa

Dilansir dari Mayo Clinic, sama seperti beberapa gangguan kepribadian lainnya, NPD memiliki ciri-ciri yang mirip dengan gangguan lainnya. Karena adanya ciri-ciri yang sama, proses diagnosis dapat menjadi lebih sulit. 

Namun, ada proses diagnosa yang dapat dilakukan untuk memastikan seseorang memiliki gangguan ini: 

  1. Mengetahui gejala-gejala yang ada dan bagaimana hal-hal itu mempengaruhi hidup pasien. 
  2. Pemeriksaan fisik untuk memastikan pasien tidak memiliki permasalahan fisik yang dapat menyebabkan salah satu gejala.
  3. Evaluasi psikologis dimana pasien dapat diminta untuk mengisi kuesioner. 
  4. Panduan dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5).

Perawatan

Ada beberapa macam perawatan yang dapat dilakukan untuk orang-orang dengan gangguan kepribadian, seperti NPD. 

1. Psikoterapi 

Terapi ini dilakukan dengan mengajak pasien berbicara dengan dokter atau psikolog. Melalui percakapan yang ada, dokter dapat mengajarkan atau menemukan hal-hal baru dari pasiennya. 

Dokter dapat mengajarkan pasien untuk berempati dengan orang lain. Dari situ, ia dapat mengajarkan cara atau metode yang cocok agar pasien dapat menjadi lebih dekat dengan orang-orang di sekitarnya. 

Melalui terapi ini, pasien juga diajak untuk meluapkan perasaan dan pikiran mereka. Dengan begitu, pasien dan dokter dapat mengetahui apa yang terjadi di kepala pasien dan mengontrolnya. 

2. Pengobatan 

Walaupun NPD tidak memiliki obat untuk menyembuhkan atau mengurangi gejala-gejalanya, dokter masih dapat meresepkan obat untuk pasiennya. 

Perlu diketahui pasien dengan NPD masih dapat merasakan depresi, kecemasan dan hal-hal lainnya. Untuk beberapa gejala tersebut, dokter dapat memberikan obat. 

3. Perbaikan Kebiasaan dan Gaya Hidup

Untuk orang-orang yang menolak melakukan pengobatan atau merasa terapi tidak cocok bagi mereka, mereka dapat mencoba untuk mengubah kebiasaan mereka. 

Namun, orang-orang ini harus terus membuka pikiran mereka. Mereka dapat membuat kebiasaan untuk memberi diri mereka hadiah apabila berhasil melalui pengobatan atau terapi. 

Apabila pasien memiliki kebiasaan buruk, seperti minum alkohol berlebihan, sangat disarankan untuk pasien mencari bantuan untuk permasalahan tersebut. 

Baca Juga: Sering Melupakan Nama Seseorang? Ini 8 Alasan Mengejutkan dan Makna Tersembunyi di Balik Kepribadian Anda

Bagaimana Kita Membantu

Dilansir dari Talkspace, sebagai orang terdekat pasien NPD, kita dapat melakukan beberapa hal untuk bisa hidup berdampingan bersama mereka dengan baik. Beberapa di antaranya adalah:

1. Menyadari Pertandanya

Ketika kita menyadari atau mencurigai seseorang memiliki NPD, kita juga perlu mengetahui hal-hal tentang gangguan tersebut, seperti gejala-gejalanya. 

Kita juga harus mengetahui cara untuk hidup berdampingan dengan mereka. Kebiasaan orang-orang NPD dimana mereka harus menjadi nomor satu dapat menguras tenaga orang-orang di sekitar. Sehingga kita harus tahu bagaimana cara untuk menghadapi mereka. 

Orang-orang dengan NPD dapat mengalami perubahan. Mereka dapat menjadi seseorang yang dominan dan penuh ego; mereka juga dapat menjadi seseorang yang pemurung dan memisahkan diri dari keramaian. 

2. Buat Batasan yang Jelas 

Untuk menolong dan hidup berdampingan dengan pasien NPD, kita harus membangun batasan yang jelas, sehat, dan tegas. 

Ada banyak hal yang membutuhkan batasan, dan batasan tersebut ada tergantung dengan hubungan antar pasien dan orang tersebut. 

3. Tetap Berempati

Sulit untuk pasien NPD berempati dengan baik, tapi kita dapat tetap berempati dengan mereka dalam batasan yang baik. Kita dapat memvalidasi dan mengerti perasaan mereka, tapi belum tentu membenarkannya. 

4. Tetap Buat Mereka Bertanggung Jawab atas Aksi Mereka 

Ketika pasien NPD melanggar batasan atau aturan yang ada, mereka tidak boleh lari dari tanggung jawab mereka. 

Karena itu, kita tidak boleh pula menutupi mereka atau membantu mereka keluar dari tanggung jawab mereka. 

5. Terima Kelemahan dan Dorong Mereka untuk Melakukan Perawatan

Sebagai orang terdekat pasien NPD, kita juga harus menerima mereka apa adanya, sama seperti kita menerima kekurangan orang-orang biasa. 

Karena sifat mereka ini, orang-orang dengan NPD tidak akan menyadari bahwa mereka memiliki NPD sampai akhirnya mereka mengunjungi terapis atau psikolog. 

Biasanya mereka malah mencari bantuan dari hal-hal yang selama ini sudah membantu mereka. Sayangnya hal tersebut dapat memicu adiksi. 

6. Prioritaskan Diri Sendiri

Sama seperti hal-hal lainnya yang berkaitan dengan keamanan dan perlindungan diri, kita harus menolong diri kita terlebih dahulu sebelum membantu orang lain. 

Biasanya ketika berhubungan dengan seseorang dengan NPD, kita akan terus merasa terkuras karena mereka terus mengambil dan tidak memberi dengan adil. 

Karena itu, kita juga memerlukan terapi sebagai orang-orang terdekat mereka. Kita juga memerlukan waktu untuk mengisi kembali baterai kita. 

Baca Juga: Mengenal Kepribadian Lone Wolf, Sosok Mandiri yang Nyaman dengan Kesendirian, Menurut Psikologi

EDITOR: Candra Mega Sari