← Beranda
5 Tips Jitu yang Dapat Meningkatkan Keterampilan Berkomunikasi dan Rasa Percaya Diri di Lingkungan Sosial
Akhmad Iqbal Firmansyah• Selasa, 7 Oktober 2025 | 18.27 WIB
Ilustrasi orang yang terampil dalam berkomunikasi. (Freepik)

JawaPos.com – Banyak orang yang mengalami tantangan dalam berkomunikasi karena mereka tidak memahami cara efektif menghadapi situasi sosial.

Terkadang percakapan yang dibangun terasa dangkal atau bahkan terburu-buru, sehingga komunikasi tidak terjalin dengan baik.

Kesalahan terbesar yang dilakukan banyak orang ketika berkomunikasi adalah terlalu singkat dalam menyampaikan pesan atau terburu-buru merespon orang lain.

Selain itu, mereka mungkin terlalu banyak berbicara, sehingga interaksi terasa berat sebelah yang membuat orang lain tidak nyaman.

Komunikasi yang baik justru mementingkan keseimbangan antara penyampaian pesan dan mendengarkan.

Meskipun sedang dalam obrolan ringan, perlu ada keseimbangan antara kedua belah pihak, sehingga interaksi dapat berkesan.

Baca Juga: Reece James Mundur dari Timnas Inggris akibat Cedera usai Kemenangan Chelsea vs Liverpool!

Dilansir dari Times of India, ada lima tips jitu yang dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan rasa percaya diri di lingkungan sosial.

  1. Mendengarkan Sebanyak Saat Berbicara

Ketika berinteraksi dengan orang lain, percakapan yang dibangun harus terasa seimbang antara mendengarkan dan berbicara

Membangun kesan yang baik bukan tentang seberapa banyak berbicara, tapi fokus untuk mendengarkan seperti saat berbicara.

Memotong atau mendominasi pembicaraan justru membuat percakapan kurang menarik dan orang lain tidak nyaman.

Sebaliknya, ketika kita mampu memberikan jeda dan ruang untuk orang lain berbicara, komunikasi akan berjalan dengan baik.

Mendengarkan dengan penuh perhatian tidak hanya membuat interaksi menjadi berkesan, tapi juga membantu kita untuk membangun respon yang tepat.

  1. Menjaga Fokus Pada Percakapan

Fokus adalah hal yang mungkin cukup sederhana, tapi banyak orang sulit untuk menerapkannya.

Terutama dalam berkomunikasi, kebanyakan orang cenderung mengabaikan ketika orang lain berbicara.

Ini membuat interaksi terasa dangkal dan orang yang sedang berbicara cenderung merasa diabaikan.

Namun, ketika kita dapat fokus pada percakapan, orang yang sedang berbicara akan merasa lebih dihargai.

Komunikasi yang terjalin akan semakin dalam dan dapat menghilangkan kesalahpahaman terkait topik yang dibicarakan.

Selain itu, menjaga fokus ketika berinteraksi adalah cara terbaik untuk menunjukkan sikap menghargai dan perhatian.

Jadi, keterampilan berkomunikasi yang baik adalah tentang menjaga fokus pada percakapan berlangsung.

  1. Menggunakan Bahasa yang Jelas

Orang yang memiliki keterampilan berkomunikasi yang baik cenderung mampu menggunakan bahasa yang jelas.

Kosa kata yang digunakan selalu mudah dipahami, sehingga lawan bicara merasa nyaman dan terhubung.

Keterampilan berkomunikasi bukan tentang banyak bicara, tapi kejelasan seseorang dalam menyampaikan pandangannya.

Tidak perlu kata-kata rumit untuk membuat orang lain terkesan, karena kecerdasan sosial adalah tentang membuat orang lain paham terkait apa yang kita katakan.

Oleh karena itu, kita perlu memahami bahwa komunikasi tujuannya untuk mengekspresikan diri secara lebih jelas.

Dengan menggunakan bahasa yang jelas dan lugas, kita dapat menciptakan kesan yang mendalam kepada orang lain.

  1. Peka Terhadap Basa Tubuh Non-verbal

Kita perlu memahami bahwa komunikasi bukan hanya tentang kata-kata, tapi juga ada bahasa tubuh yang harus dipahami.

Orang yang memiliki keterampilan berkomunikasi yang baik cenderung memahami tidak hanya dari kata-kata tapi juga bahasa non-verbal.

Mereka mencoba memahami seseorang dengan melihat ekspresi wajah, memahami nada bicara, dan melihat bahasa tubuh yang ditunjukkan.

Meskipun terdengar sulit, tapi memahami bahasa tubuh dapat dilakukan dengan perhatian penuh saat berinteraksi.

Dan ketika kita mampu memahami bahasa tubuh non-verbal, kita dapat merasakan suasana hati orang lain dan menyusun respon yang tepat.

  1. Hindari Berpikir Diri Sendiri Harus Dipahami

Kesalahpahaman dalam komunikasi adalah hal yang wajar, dan itu bukan sebuah hambatan yang dapat merusak interaksi.

Kita perlu memahami bahwa diri kita dapat disalahpahami orang lain, karena miskomunikasi sering terjadi meskipun pesan yang kita sampaikan sudah jelas.

Cara untuk menghadapi situasi ini adalah dengan berpikir bahwa diri kita tidak selalu dipahami orang lain.

Kita perlu memastikan kepada lawan bicara terkait pemahaman mereka pada apa yang kita katakan.

Langkah sederhana ini membuat situasi menjadi lebih kondusif, dan kita dapat memiliki kesempatan untuk menjelaskan ulang.

Selain itu, ini menunjukkan kepekaan terhadap pemahaman orang lain, sehingga kesalahpahaman dapat dihindari.

EDITOR: Hanny Suwindari