JawaPos.com - Tidak terlalu peduli bukan berarti acuh tak acuh. Melainkan peduli pada hal-hal yang benar-benar penting.
Hal ini seperti kesehatan, hubungan, dan perkembangan diri, dan melepaskan hal yang tidak perlu.
Menjaga kedamaian diri adalah tindakan menghargai diri sendiri, dan semakin sering Anda mempraktekkannya, semakin alami hal itu.
Dilansir dari Geediting, kebanyakan dari kita terlalu peduli dengan hal-hal yang sebenarnya tidak penting.
Kita stres memikirkan pendapat orang lain, memutar ulang percakapan canggung di kepala, dan terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain di Instagram.
Hasilnya? Kelelahan, keraguan diri, dan perasaan tidak cukup yang terus-menerus datang menghampiri isi kepala.
Melalui studi psikologi, filsafat Buddha, kedamaian menjalani hidup adalah ketika kita berhenti terlalu peduli pada hal-hal di luar kendali kita.
Ini tentang belajar bagaimana melindungi energi kita dan memilih dengan bijak di mana kita menaruh perhatian.
Berikut ini ialah sepuluh cara sederhana dan praktis untuk menguasai seni tidak terlalu peduli, sehingga Anda akhirnya bisa bernapas, bersantai, dan menikmati hidup lagi.
1. Kendali Anda
Langkah pertama sangat sederhana namun sering diabaikan, Anda tidak bisa mengendalikan segalanya.
Anda tidak bisa mengendalikan opini orang lain, kondisi ekonomi, atau apakah rekan kerja Anda membalas Anda dengan wajah tersenyum atau tidak.
Namun yang bisa Anda kendalikan adalah reaksi Anda. Setiap kali Anda merasa stres, tanyakan, apakah ini dalam kendali saya?
Jika tidak, berlatihlah untuk melepaskannya. Anda akan takjub betapa hidup terasa jauh lebih ringan dengan tidak peduli dengan hal di luar kendali Anda.
2. Berhenti Mencari Validasi
Jika rasa harga dirimu bergantung pada persetujuan orang lain, kamu akan selalu berada di bawah belas kasihan mereka.
Faktanya, betapapun baik, pintar, atau cantiknya dirimu, seseorang di luar sana tidak akan menyukaimu, dan itu wajar saja.
Alih-alih mencari pujian, cobalah untuk menghargai diri sendiri. Rayakan kemenangan Anda, sekecil apa pun. Anda akan menyadari bahwa Anda tidak membutuhkan pujian dunia sebanyak yang Anda kira.
3. Hindari Ketergantungan
Ini bukan berarti melepaskan cinta atau gairah, melainkan menikmati hidup tanpa terikat pada benda, orang, atau hasil.
Ketika Anda mempraktekkan non-keterikatan, Anda berhenti terlalu peduli tentang bagaimana segala sesuatu seharusnya.
Sebaliknya, Anda menjalani hidup apa adanya dirinya. Dan di sanalah kedamaian sejati itu dimulai.
4. Memilih dengan Bijak
Tidak semua halangan sepadan dengan pengorbanan. Sebelum berdebat, mengeluh, atau membela diri, tanyakan apakah ini benar-benar penting dalam gambaran besar?
Seringkali jawabannya ialah tidak. Menjaga kedamaian diri sering kali berarti menghindari pertengkaran yang tidak perlu.
5. Jangan Terlalu Lama di Media Sosial
Internet dirancang untuk membuat Anda peduli dengan segalanya. Semisal politik, selebritas, tren terbaru, bahkan pendapat orang asing tentang foto liburan Anda.
Jika Anda terus-menerus menggulir, otak Anda akan tetap waspada, mengkhawatirkan hal-hal yang tidak memengaruhi kehidupan nyata Anda.
Cobalah menetapkan batas waktu atau bebas dari penggunaan ponsel. Anda akan segera menyadari bahwa sistem saraf Anda berterima kasih.
6. Berlatih Mindfulness
Internet dirancang untuk membuat Anda peduli dengan segalanya. Seperti politik, selebritas, tren terbaru, bahkan pendapat orang asing tentang foto liburan Anda.
Jika Anda terus-menerus menggulir, otak Anda akan tetap waspada, mengkhawatirkan hal-hal yang tidak memengaruhi kehidupan nyata Anda.
Cobalah menetapkan batas waktu atau bebas dari penggunaan ponsel. Anda akan segera menyadari bahwa sistem saraf Anda akan berkembang setelah menghilangkan hal tersebut.
7. Berhenti Membandingkan Diri
Membandingkan diri adalah salah satu cara tercepat untuk menghancurkan kedamaian yang ada dalam diri.
Akan selalu ada orang yang lebih kaya, lebih bugar, atau lebih sukses. Tapi coba tebak? Mereka juga punya perjuangannya sendiri
Dibanding membandingkan diri dengan orang lain, lebih baik fokuslah pada perjalananmu sendiri.
Rayakan setiap perjuangan, bukan kesempurnaan. Hidup terasa jauh lebih manis ketika kamu berhenti berkompetisi dalam perlombaan yang tidak perlu.
8. Harus Berani Mengatakan Tidak
Setiap kali Anda mengatakan ya untuk sesuatu yang sebenarnya tidak ingin Anda lakukan, Anda mengatakan tidak kepada diri sendiri.
Belajar menetapkan batasan dan menaatinya, ini adalah salah satu cara paling ampuh untuk melindungi energi Anda.
Awalnya, Anda mungkin merasa bersalah. Tapi ingat, tidak yang sehat menciptakan ruang untuk ya yang benar-benar berarti.
9. Kelilingi Diri dengan Orang yang Membumi
Lingkungan sekitar membentuk pola pikir Anda lebih dari yang Anda bayangkan. Jika Anda menghabiskan waktu dengan orang-orang yang terus-menerus mengeluh, bergosip, atau stres, Anda akan menyerap energi tersebut.
Di sisi lain, orang-orang yang tenang dan suportif mengingatkan Anda bahwa kedamaian itu mungkin.
Melindungi kedamaianmu terkadang berarti menyesuaikan lingkaran pertemananmu. Tak perlu menjauhi semua orang, cukup habiskan lebih banyak waktu dengan mereka yang mengangkatmu, bukan yang menguras tenagamu.
10. Selalu Berpikiran Positif
Kedamaian bukanlah keputusan sekali jadi, melainkan praktik harian. Ciptakan ritual-ritual kecil yang dapat mengembalikan Anda pada diri sendiri.
Semisal jalan pagi, menulis jurnal sebelum tidur, menyalakan lampu tidur, atau sekadar bernapas dalam-dalam selama beberapa saat. Hal kecil ini menjaga Anda tetap stabil saat dunia terasa kacau.