JawaPos.com - Rasa tidak aman bisa menjadi hal yang sangat halus, sering kali terungkap bukan dari apa yang kita lakukan, melainkan dari apa yang kita ucapkan.
Ungkapan-ungkapan tertentu bisa secara tidak sadar menyabotase diri. Itu menjadi petunjuk nyata dari kurangnya kepercayaan diri.
Melansir dari Geediting.com Sabtu (20/9), mengenali frasa-frasa ini sangat penting untuk pertumbuhan pribadi.
Mengidentifikasi kebiasaan verbal ini adalah langkah awal untuk membangun kepercayaan diri yang sejati. Berikut delapan frasa yang bisa Anda cermati dari diri sendiri.
1. "Hanya"
Kata "hanya" mungkin tampak tidak berbahaya, tetapi itu adalah pengerdil. Ketika Anda menggunakannya, Anda meremehkan apa pun yang datang sesudahnya. Pikirkan seberapa sering Anda mengatakan, "Aku hanya ingin bertanya."
2. "Aku bukan ahli tapi..."
Satu di antara frasa yang sering digunakan adalah "Aku bukan ahli tapi..." Ini merupakan bentuk pertahanan diri dari kritik. Anda meremehkan pengetahuan atau keterampilan Anda sendiri sebelum berbagi pemikiran.
3. "Apakah itu masuk akal?"
Baca Juga: Mengenali 7 Karakteristik Seseorang yang Ditinggal Orang Tua Saat Masa Pertumbuhan
Menggunakan frasa ini setelah membuat poin yang jelas bisa menunjukkan ketidakpercayaan pada diri sendiri. Hal ini dapat membuat Anda tampak kurang yakin. Kepercayaan pada kejelasan ucapan Anda akan menular pada orang lain.
4. "Menurutku..."
Meskipun tampak biasa, frasa ini bisa menjadi tanda keraguan diri. Anda menambahkan kata-kata yang tidak perlu untuk memvalidasi ide Anda sendiri. Berbicaralah dengan tegas dan langsung, tanpa perlu menambahkan "menurutku".
5. "Maaf, tapi..."
Setiap kali Anda mengatakan "maaf, tapi...", Anda seolah-olah meminta maaf atas kebutuhan atau pemikiran Anda. Ungkapan ini mengirimkan pesan bahwa kebutuhan Anda adalah sesuatu yang perlu dimaafkan. Padahal, pendapat Anda penting.
6. "Ini mungkin bukan apa-apa, tapi..."
Dengan frasa ini, Anda meremehkan kekhawatiran atau ide Anda sendiri. Anda menganggapnya sepele sebelum orang lain sempat menilainya. Itu adalah cara untuk melindungi diri dari penolakan yang ada.
7. "Sepertinya..."
Frasa ini sering digunakan untuk mengungkapkan ketidakpastian atau keraguan. Ketika Anda mengatakan "sepertinya," Anda kurang yakin terhadap apa yang Anda rasakan. Keberanian dalam pikiran dan keputusan Anda sendiri sangatlah penting.
8. "Aku harusnya..."
Ungkapan ini sering kali terikat pada perasaan bersalah atau kewajiban. Ketika kita mengucapkannya, kita tidak benar-benar ingin melakukan sesuatu. Hal ini dapat menyebabkan perasaan jenuh dan kurangnya belas kasihan pada diri sendiri.
Ungkapan-ungkapan ini adalah mekanisme pertahanan diri yang berakar dari rasa takut dihakimi atau dinilai buruk. Mereka adalah cara kita untuk mencari validasi eksternal. Dengan begitu, kita bisa merasa lebih nyaman.
Menjadi sadar akan kebiasaan verbal ini adalah langkah pertama menuju kepercayaan diri yang sejati. Memiliki kepercayaan pada diri sendiri tidak memerlukan izin atau validasi dari orang lain.