← Beranda
Fakta Psikologis di Balik Takut Kehilangan Kontrol Hidup yang Jarang Disadari, Plus Cara Mengelolanya
Lavinia Tiara MalikaSelasa, 16 September 2025 | 04.19 WIB
ilustrasi perempuan yang takut

JawaPos.com – Pernah merasa gelisah ketika sesuatu berjalan di luar rencana? Atau panik saat situasi tak bisa dikendalikan? Rasa takut kehilangan kontrol hidup adalah fenomena psikologis yang banyak dialami, meski tidak selalu disadari. Ketakutan ini bisa muncul dalam berbagai aspek, mulai dari hubungan, pekerjaan, hingga kesehatan mental.

Menurut penjelasan akun TikTok @stefianiemasurya, kebutuhan manusia untuk mengendalikan hidup berasal dari rasa aman. Otak cenderung mencari prediktabilitas karena hal tersebut memberi kenyamanan. Ketika realitas berjalan di luar kendali, otak merespons dengan rasa cemas atau bahkan panik. Inilah alasan mengapa banyak orang sulit menerima ketidakpastian.

Sementara itu, dr. Elvine Gunawan, Sp.Kj dalam unggahannya menyebutkan bahwa kehilangan kontrol sering dikaitkan dengan kecemasan berlebih. Individu yang terbiasa ingin semuanya sempurna, atau memiliki ekspektasi tinggi terhadap hidup, akan lebih mudah merasa terguncang ketika rencana tidak berjalan sesuai keinginan. Menurutnya, kondisi ini bisa menimbulkan stres kronis jika tidak dikelola dengan baik.

Baca Juga: Mengenal Daddy Issues: Dampak Psikologis pada Hubungan, Kepercayaan Diri, dan Kesehatan Mental

Fenomena ini juga dibahas oleh akun @ananzaprili, yang menyoroti adanya kaitan antara kontrol dan kepercayaan diri. Semakin rendah rasa percaya diri seseorang, semakin kuat keinginan untuk mengendalikan lingkungan sekitar agar merasa aman. Sayangnya, saat hal tersebut tidak tercapai, mereka justru merasa tak berdaya.

Hal senada diungkap @axelalbertus, yang menjelaskan bahwa rasa takut kehilangan kontrol bisa menjadi bentuk mekanisme pertahanan diri.

Manusia, secara alami, ingin memastikan hidupnya berjalan sesuai jalur. Namun, terlalu fokus pada kontrol bisa membuat seseorang terjebak dalam kecemasan, overthinking, bahkan perfectionism.

Baca Juga: Takut Ambil Keputusan Besar? Ini Penyebab Psikologis dan Strategi agar Lebih Berani Melangkah

Penyebab Manusia Takut Kehilangan Kontrol

Ada beberapa faktor psikologis yang membuat seseorang takut kehilangan kendali dalam hidup:

  1. Ketidakpastian masa depan. Manusia cenderung ingin tahu apa yang akan terjadi agar merasa aman.

  2. Trauma masa lalu. Pengalaman buruk bisa membuat seseorang lebih waspada terhadap hal-hal di luar kendali.

  3. Perfeksionisme. Keinginan agar segalanya berjalan sempurna meningkatkan kecemasan saat ada hal yang melenceng.

  4. Kurangnya rasa percaya diri. Individu yang ragu pada dirinya lebih mudah terjebak dalam kebutuhan berlebihan untuk mengendalikan situasi.

  5. Budaya dan lingkungan. Lingkungan yang penuh tekanan bisa memperkuat dorongan untuk selalu mengontrol segalanya.

Dampak Jika Selalu Ingin Mengendalikan Segalanya

Jika terus menerus takut kehilangan kontrol, seseorang bisa mengalami beberapa dampak serius, antara lain:

  • Kecemasan berlebih yang memengaruhi kesehatan mental.

  • Overthinking dalam mengambil keputusan, sehingga sulit melangkah.

  • Stres kronis yang bisa berimbas pada kesehatan fisik, seperti sakit kepala atau gangguan tidur.

  • Hubungan yang tidak sehat, karena kecenderungan ingin mengatur orang lain agar sesuai ekspektasi.

Bagaimana Cara Menghadapinya?

Menurut para pakar, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk menghadapi rasa takut kehilangan kontrol hidup:

  1. Latihan mindfulness. Seperti yang dijelaskan @stefianiemasurya, mindfulness membantu seseorang menerima keadaan tanpa terlalu terikat pada hasil.

  2. Melepaskan perfeksionisme. dr. Elvine menekankan bahwa menerima ketidaksempurnaan adalah bagian dari kesehatan mental.

  3. Bangun kepercayaan diri. Dengan mengenali kelebihan diri, seseorang bisa lebih siap menghadapi ketidakpastian.

  4. Fokus pada hal yang bisa dikendalikan. @ananzaprili menyarankan agar energi diarahkan pada hal-hal yang memang ada dalam kendali, bukan memaksa mengatur yang tidak bisa diubah.

  5. Menerima risiko. Seperti disampaikan @axelalbertus, hidup selalu mengandung risiko, dan menerima hal tersebut membuat beban lebih ringan.

Takut kehilangan kontrol hidup adalah hal yang wajar, namun jika dibiarkan berlarut bisa mengganggu kesehatan mental. Dengan memahami penyebabnya, melatih mindfulness, dan fokus pada hal-hal yang bisa dikendalikan, manusia tetap bisa merasa berdaya tanpa harus terjebak dalam kecemasan. Pada akhirnya, hidup tidak selalu bisa diprediksi, namun keberanian untuk menerima ketidakpastian adalah kunci agar lebih tenang dan bahagia.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho