JawaPos.com - Sebagai seorang introvert, saya dapat memberi tahu Anda bahwa energi mereka mengalir secara berbeda.
Bukannya mereka tidak menyukai orang, mereka hanya merasa situasi sosial tertentu yang begitu melelahkan.
Psikologi mengungkapkan beberapa hal spesifik yang membuat kita para introvert merasa terhapus.
Dalam artikel yang dilansir dari Geediting, kita membahas delapan hal yang menurut orang introvert paling melelahkan.
Percayalah, itu bukan apa yang mungkin Anda pikirkan. Jadi, bersiaplah untuk melangkah ke posisi seorang introvert, dan mari kita mengungkap misteri ini bersama-sama.
1. Obrolan Ringan
Obrolan ringan dapat tampak seperti cara yang tidak berbahaya, akan tetapi bagi seorang introvert hal itu bisa menjadi cobaan yang menguras energi.
Secara psikologis, introvert seringkali lebih memilih percakapan yang mendalam dan bermakna daripada obrolan ringan biasa. Mereka mendambakan substansi dan keaslian dalam interaksi mereka.
Sementara obrolan ringan adalah kebutuhan sosial, bagi orang introvert itu bisa terasa seperti tugas yang menguras tenaga.
Bukannya mereka tidak bisa melakukannya, mereka lebih suka menyelami akhir percakapan yang dalam.
Ingat, introvert bukanlah antisosial.
Melainkan mereka hanya berbeda sosial, dan obrolan ringan tidak cukup untuk mereka.
2. Pertemuan yang Besar
Pertemuan sosial yang besar sering kali membuat orang introvert kewalahan. Mereka lebih memilih sosial yang lebih kecil dan lebih intim.
Hal ini di mana mereka dapat terhubung secara mendalam dengan beberapa individu daripada bertemu banyak orang.
Psikologi menjelaskan bahwa introvert sering menemukan situasi seperti itu melelahkan karena mereka membutuhkan pergeseran perhatian yang cepat antara banyak orang dan rangsangan, yang dapat menguras energi mental mereka dengan cepat.
Sementara ekstrovert mungkin berkembang di lingkungan seperti itu, kita introvert sering membutuhkan waktu istirahat yang tenang untuk mengisi ulang setelahnya.
3. Multitasking
Inilah sesuatu yang mungkin mengejutkan Anda, orang introvert cenderung menganggap multitasking sangat melelahkan.
Ini bukan karena mereka tidak memiliki keterampilan atau kemampuan untuk menyulap banyak tugas, justru sebaliknya.
Alasan sebenarnya terletak pada cara otak seorang introvert terhubung. Menurut penelitian dari Journal of Neuroscience, introvert memiliki tingkat aktivitas yang lebih tinggi di lobus frontal mereka.
Menariknya, bagian otak yang bertanggung jawab untuk pengambilan keputusan dan pemecahan masalah.
Ini berarti bahwa ketika seorang introvert dihadapkan dengan banyak tugas, otak mereka menjadi berlebihan, mencoba memproses dan memprioritaskan setiap tugas secara bersamaan.
Hal ini dapat menyebabkan penipisan energi mental yang cepat, membuat multitasking menjadi usaha yang melelahkan bagi para introvert.
4. Kebisingan dan Gangguan
Introvert cenderung memiliki kepekaan yang meningkat terhadap rangsangan eksternal, termasuk kebisingan.
Itulah mengapa mereka biasanya mencari ruang yang tenang untuk bekerja, berpikir, dan mengisi ulang.
Baik itu obrolan terus-menerus di kantor terbuka, kebisingan dari lokasi konstruksi di luar jendela mereka, atau bahkan suara TV di latar belakang, gangguan ini dapat sangat menguras tenaga bagi orang introvert.
Psikologi menyarankan bahwa kepekaan ini terkait dengan cara introvert memproses informasi mereka.
Mereka mengambil lebih banyak data dari lingkungan mereka dan merefleksikannya lebih dalam, yang berarti bahwa kebisingan yang berlebihan dapat membebani proses kognitif mereka.
Jadi, jika Anda melihat teman atau kolega introvert Anda mengukir sudut damai untuk diri mereka sendiri atau memakai headphone untuk memblokir gangguan.
Sebab ketahuilah bahwa mereka hanya mencoba mengelola energi mereka di dunia yang bising sementara mereka tidak.
5. Emosi yang Berlebihan
Sebagai orang introvert, kita sering merasakan emosi secara mendalam dan intens terhadap berbagai hal.
Kepekaan ini bisa menjadi hal yang indah, memungkinkan kita untuk berempati dengan orang lain dan mengalami perasaan kita sendiri pada tingkat yang mendalam.
Namun, kedalaman emosional ini juga bisa melelahkan. Ketika kita dihadapkan dengan emosi yang intens, baik itu emosi kita sendiri atau orang lain, itu bisa dengan cepat menjadi luar biasa.
Ini seperti berada di perahu kecil di tengah laut yang badai, gelombang emosi dapat menerpa kita, menghabiskan energi kita saat kita mencoba untuk tetap bertahan.
Psikologi memberi tahu kita bahwa ini karena introvert sering menginternalisasi perasaan dan pengalaman mereka, memprosesnya secara mendalam di dalam diri mereka sendiri.
Meskipun hal ini dapat mengarah pada kehidupan batin yang kaya, itu juga berarti bahwa mengelola kelebihan beban emosional dapat menjadi tantangan yang signifikan bagi banyak introvert.
Jadi, jika Anda pernah melihat seorang teman introvert mundur dari situasi yang penuh emosi, mereka kemungkinan hanya mencoba menghemat energi mereka dan mencegah diri mereka tersapu oleh arus emosional.
6. Mengharuskan Hadir
Psikologi menyatakan bahwa introvert membutuhkan waktu sendiri untuk mengisi ulang tenaga mereka.
Mengharuskan mereka hadir dapat mengganggu waktu istirahat yang diperlukan, sehingga yang menyebabkan perasaan kelelahan dan kecapekan.
7. Konflik dan Konfrontasi
Konflik adalah bagian dari kehidupan. Baik itu ketidaksepakatan dengan rekan kerja, pertengkaran keluarga yang panas, atau perdebatan di antara teman-teman, situasi ini hampir tidak dapat dihindari.
Namun, bagi orang-orang introvert, konfrontasi ini bisa sangat melelahkan. Introvert cenderung memproses hal-hal secara mendalam.
Hal ini menginternalisasi konflik dan sering memutar ulang percakapan di kepala mereka lama setelah mereka berakhir.
Psikologi menyatakan bahwa ini karena introvert lebih cenderung terlibat dalam introspeksi dan refleksi diri, yang berarti mereka dapat terjebak dalam lingkaran menganalisis dan menganalisis ulang konflik.
8. Stimulasi Berlebihan
Jika ada satu hal yang harus Anda pahami tentang introvert, itu adalah kepekaan mereka terhadap stimulasi berlebihan.
Baik itu konser yang berisik, pusat perbelanjaan yang ramai, atau film aksi yang intens, lingkungan dengan stimulasi tinggi ini dapat sangat menguras tenaga bagi para introvert.
Menurut psikologi, introvert memiliki ambang batas yang lebih rendah untuk stimulasi mereka.
Mereka memproses informasi lebih dalam dan intens daripada ekstrovert, yang berarti bahwa lingkungan dengan stimulasi tinggi dapat dengan cepat menjadi luar biasa.
Jadi, jika Anda merencanakan tamasya dengan teman introvert Anda, pertimbangkan untuk memilih lokasi yang lebih tenang dan tidak terlalu ramai.
Bukannya mereka tidak ingin menghabiskan waktu bersamamu, mereka hanya perlu melakukannya dengan cara yang tidak membuat mereka merasa lelah.