← Beranda
8 Tips Belanja Bulanan Hemat, Dompet Tetap Stabil Keuangan Terjaga Tanpa Kalap dan Penyesalan
Shania Vivi Armylia Putri• Rabu, 10 September 2025 | 20.25 WIB
Ilustrasi belanja bulanan/freepik

JawaPos.com - Awal bulan biasanya menjadi momen tersibuk bagi rumah tangga.

Pasalnya, kebutuhan sehari-hari perlu kembali dipenuhi dengan belanja bulanan.

Jika tidak diatur dengan baik, belanja bulanan bisa sangat menguras isi dompet.

Banyak kebutuhan yang harus terpenuhi ketika belanja bulanan. Mulai dari bahan pokok, perlengkapan mandi, alat kebersihan, sampai kebutuhan tambahan lainnya.

Seketika pengeluaran bisa membengkak, apabila tanpa dilakukan pengelolaan yang tepat. Akibatnya, niat untuk berhemat menjadi gagal. 

Oleh karena itu, perencanaan yang matang sangat penting agar belanja sesuai dengan anggaran bahkan tetap bisa menyisihkan uang.

Jika anda ingin belanja bulanan terasa lebih hemat daripada biasanya, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan.

Baca Juga: Liverpool Genjot Negosiasi Kontrak Baru Ibrahima Konate di Tengah Godaan Real Madrid

Merangkum dari laman linebank.co.id dan /perdagangan.palembang.go.id berikut sejumlah cara efektif yang bisa dilakukan untuk mengatur belanja bulanan tanpa takut dompet jebol. 

  1. Menghitung anggaran bulanan dengan teliti

Setelah gajian, biasakan untuk mencatat setiap pengeluaran. Catatan ini membantu anda memberikan gambaran kemana uang dialokasikan.

Pengeluaran utama seperti makanan, listrik, transportasi dan transportasi harus menjadi prioritas. Setelah itu, lakukan evaluasi pengeluaran setiap bulan.

Anda bisa melakukan penghematan dengan mengganti produk tertentu atau menggunakan produk alternatif yang lebih murah.

Selanjutnya, mengevaluasi setiap pengeluaran dan mengatur anggaran dengan lebih bijak mampu mempermudah anda untuk bertahan di tengah perubahan kondisi keuangan, serta mempermudah penyesuaian anggaran apabila diperlukan.

Baca Juga: 7 Alasan Mengapa Banyak Pria Bertahan dalam Hubungan yang Tidak Bahagia dengan Pasangan Menurut Psikologi

  1. Menetapkan batas pengeluaran

Penetapan batasan anggaran belanja dan mematuhinya secara konsisten dapat membuat pengeluaran lebih hemat. Batas ini membantu belanja lebih terarah serta menghindari pembelian impulsif, sehingga anggaran tidak membengkak.

  1. Membiasakan memakai uang tunai

Penggunaan uang tunai dipercaya mampu menekan keinginan belanja berlebih. Dengan uang tunai, seseorang cenderung berpikir ulang sebelum membeli barang lain.

Berbeda dengan e-money atau kartu kredit yang sering  membuat anda tidak sadar sudah berbelanja dalam jumlah yang banyak.

  1. Menyusun menu mingguan maupun bulanan

Merencanakan menu makan mingguan atau bulanan dapat membantu anda memperkirakan bahan makanan yang perlu dibeli.

Cara ini juga mencegah pembelian bahan makanan berlebih yang berujung food waste. Disamping itu, stok yang sudah ada bisa lebih dimanfaatkan sehingga belanja menjadi lebih efisien.

  1. Membuat daftar belanja

Sebelum pergi ke tempat belanja, sebaiknya tulis daftar barang yang akan dibeli. Jangan lupa untuk menyesuaikan dengan anggaran dan batas belanjaan.

Prioritaskan pada belanja kebutuhan sehari-hari dan barang yang sudah habis. Dengan begitu, belanja lebih fokus dan tidak tergoda membeli barang yang tidak penting. 

  1. Membandingkan harga produk sebelum membeli

Membandingkan harga barang di berbagai tempat dapat menjadi cara efektif untuk berhemat. Selain mendatangi toko secara langsung, harga juga bisa dicek melalui online shop.  

  1. Berburu diskon

Manfaatkan diskon dan promo saat belanja. Bandingkan produk dari segi jumlah maupun harga diskon.

Namun, tetap pastikan barang yang anda beli adalah barang yang benar-benar dibutuhkan bukan hanya sekedar karena ada diskon. 

  1. Membuat kartu member untuk keuntungan tambahan

Banyak tempat perbelanjaan yang menawarkan kartu keanggotaan. Kartu member ini dapat dipakai saat belanja, untuk mendapat potongan harga. Kartu member cukup membantu karena memberikan berbagai promo sehingga membantu anda untuk lebih hemat.

EDITOR: Hanny Suwindari