← Beranda
Jangan Sampai Terlewat, Intip 5 Kebiasaan Kecil Ini untuk Menjaga Kesehatan Mental Tetap Seimbang
Mustain JPSabtu, 6 September 2025 | 00.27 WIB
Ilustrasi Seorang Wanita dengan Kesehatan Mental yang Stabil (pexels.com)

JawaPis.com - Kesehatan Mental tidak boleh diabaikan karena sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

Apalagi saat ini tekanan hidup yang semakin berat seringkali membuat orang merasa cemas, stress hingga mengalami kelelahan mental.

Jika dibiarkan secara berlarut-larut tentu membahayakan diri sendiri. Mulai dari stress berkepanjangan, cemas berlebih dapat menghantui dari segala arah.

Padahal untuk menjaga kesehatan mental tetap stabil hanya perlu beberapa langkah sederhana.

Seperti yang termuat pada laman 7 Summit Pathways, berikut ini 5 kebiasaan kecil untuk menjaga kesehatan mental tetap seimbang: 

Baca Juga: Pola Kepribadian Big Five ini Punya Leadership Paling Baik, Apakah Kamu Salah Satunya?

1. Tidur Berkualitas, Pikiran Lebih Sehat

Kualitas tidur tidak bisa dianggap remeh, ketika tubuh kekurangan waktu untuk istirahat dapat berpotensi meperburuk kecemasan, stress bahkan depresi.

Lain halnya jika kamu memiliki waktu istirahat yang cukup, otak pun dapat pulih dan membantu mengatur suasana hati nyaman dan penuh konsentrasi dalam mengambil keputusan tertentu.

Energi harian pun terasa baru dan kamu dapat siap menjalani aktivitas sehari-hari baik untuk bekerja, sekolah dan aktivitas lainnya.

Cobalah untuk tidur di awal waktu dan hindari tidur larut malam agar kondisi saat bangun dipagi hari tetap segar dan bugar. Akhirnya kesehatan mental tetap terjaga dan stabil.

2. Tetap Bergerak Meskipun Perlahan

Baca Juga: Waspada! Kenali 3 Tipe Orang Egois yang Pura-pura Peduli tapi Sebenarnya Merugikan

Aktivitas fisik tidak harus dilalui dengan cara yang berat, asalkan secara konsisten dapat menjaga kesehatan baik fisik maupun mental.

Cobalah aktivitas ringan seperti jalan kaki, stretching untuk melenturkan tubuh atau yoga untuk menghilangkan stress.

Lewat cara ini juga dapat membantu kamu melepas hormon endorfin dan mengurangi rasa stress.

Rutin berolahraga juga memberi kamu ruang untuk fokus pada diri sendiri dan mengabaikan sejenak segala keresahan yang menganggu.

3. Latih Syukur Lewat Menulis Jurnal

Bersyukur ternyata membawa dampak yang cukup kuat untuk menjaga kesehatan mental tetap stabil. 

Cobalah untuk melihat sekeliling, terkadang kamu perlu melihat kondisi orang lain sebelum memvalidasi jika kondisimu saat ini sangat buruk.

orang lain juga seringkali memiliki masalah yang lebih banyak dibandingkan apa yang kamu alami, dengan begitu rasa syukur seharusnya muncul atas keadaan diri sendiri.

Kamu juga dapat menuliskan segala rasa syukur pada selembar kertas, tulislah segala pikiran negatif yang melintas dalam diri. 

Lewat sebuah tulisan dalam jurnal terkadang dapat memberi otak ruang aman untuk memproses emosi dan mengurangi rasa kelelahan.

4. Bangun Hubungan yang Saling Menguatkan

Penjelasan umum: Hubungan sosial sehat memperkuat mental dan mengurangi rasa kesepian.

Menjalin hubungan dapat membangun kesehatan mental yang stabil. Terlebih memiliki hubungan sosial yang erat, disamping membangun silaturahmi turut juga mengurangi rasa kesepian.

Misalnya memiliki sahabat yang saling membantu dan ada pada situasi apapun baik susah atau senang.

Terkadang mereka dapat menjadi tempat aman dan terpercaya untuk sekedar bercerita dan mengurangi beban pikiran.

Menjalin hubungan sosial meskipun hanya dengan percakapan singkat dengan teman, rekan kerja bahkan orang yang belum sama sekali kamu kenal juga dapat mengurangi kesepian dan mendapatkan perhatian. 

Dukungan sosial pun turut serta membangun rasa aman hingga kepercayaan diri.

 5. Bangun Batasan yang Jelas

Meskipun menjalin hubungan memberi manfaat besar, tetap penting bagi kamu untuk menjaga batasan.

Ciptakanlah batasan yang sehat, jaga batas diri dan melindungi energi yang kamu miliki dari situasi ataupun hal-hal yang melelahkan.

Jangan selalu setuju atas ajakan orang lain, saring dan pilih apa yang kamu inginkan dengan berbagai pertimbangan.

Belajarlah untuk berani mengatakan “tidak” pada hal yang sekiranya belum sesuai dengan preferensi diri sendiri.

Pastikan semua yang kamu pilih sesuai dengan kapasitas yang kamu miliki, jangan memaksakan tanpa dasar yang jelas.

Memang 5 kebiasaan ini terlihat sangat sederhana, namun jika dilakukan secara konsisten dapat membawa perubahan yang besar.

 

Sadarilah jika kesehatan mental adalah investasi jangka panjang.

 

Mulailah satu persatu kebiasaan kecil untuk hari ini untuk kesehatan mental yang lebih stabil dan seimbang.

EDITOR: Hanny Suwindari