← Beranda
Orang yang Selalu Mengirim Pesan Teks Sebelum Menelepon Biasanya Menunjukkan 7 Sifat Unik Ini Menurut Psikologi
Irfan FerdiansyahSabtu, 30 Agustus 2025 | 00.35 WIB
Ilustrasi seseorang yang mengirim pesan teks. (Freepik/freepik)

JawaPos.com - Dalam era komunikasi modern, kebiasaan kecil seperti “lebih suka mengirim pesan teks sebelum menelepon” ternyata menyimpan makna psikologis yang menarik.

Bagi sebagian orang, menelepon tanpa pemberitahuan bisa dianggap biasa saja, tetapi bagi yang lain, tindakan ini terasa terlalu mendadak dan bahkan bisa memicu ketidaknyamanan.

Karena itu, mereka memilih langkah perantara: mengirim pesan teks terlebih dahulu.

Fenomena ini bukan sekadar gaya komunikasi, melainkan dapat mencerminkan kepribadian dan cara seseorang membangun hubungan sosial.

Dilansir dari Geediting pada Jumat (29/8), menurut psikologi, orang yang melakukan kebiasaan ini umumnya memiliki sejumlah sifat unik yang membuat mereka berbeda.

Mari kita bahas tujuh di antaranya.

1. Menghargai Batasan Orang Lain

Seseorang yang terbiasa mengirim pesan teks sebelum menelepon biasanya sangat peka terhadap ruang pribadi orang lain.

Mereka sadar bahwa tidak semua orang siap menerima telepon mendadak.

Tindakan ini menunjukkan empati dan penghargaan terhadap waktu, energi, serta kondisi mental lawan bicara.

2. Perencana yang Teratur

Orang dengan kebiasaan ini cenderung menyukai keteraturan.

Mereka tidak ingin percakapan telepon terasa kacau atau tidak pada waktunya.

Dengan memberi peringatan melalui pesan teks, mereka memastikan momen komunikasi lebih produktif dan terarah.

Dalam psikologi, ini sering dikaitkan dengan sifat conscientiousness atau kehati-hatian.

3. Menghindari Kecanggungan Sosial

Bagi sebagian orang, menelepon tanpa aba-aba bisa menimbulkan rasa canggung.

Mengirim teks lebih dulu membantu mengurangi potensi kesalahpahaman, memberi waktu lawan bicara untuk menyiapkan diri, dan menghindarkan diri dari penolakan.

Hal ini menunjukkan adanya sensitivitas sosial yang cukup tinggi.

4. Berorientasi pada Konsensus

Mereka lebih suka komunikasi yang berbasis kesepakatan.

Dengan mengirim pesan teks, seolah mereka berkata: “Apakah ini waktu yang tepat untuk bicara?”

Sifat ini menunjukkan bahwa mereka cenderung kooperatif dan tidak memaksakan kehendak, sebuah ciri kepribadian yang memprioritaskan harmoni.

5. Menyukai Kendali atas Situasi

Uniknya, di balik kesantunan tersebut, terdapat dorongan untuk tetap memiliki kendali.

Dengan mengirim teks terlebih dahulu, mereka bisa mengantisipasi respons lawan bicara, mempersiapkan apa yang akan dibicarakan, sekaligus mengurangi risiko ketidakpastian.

Psikologi menyebutnya sebagai kebutuhan akan predictability atau kepastian.

6. Berorientasi pada Efisiensi

Bagi orang seperti ini, waktu adalah hal yang penting.

Mereka tidak ingin membuang waktu dengan percakapan telepon yang ternyata tidak bisa diangkat atau tidak disambut baik.

Dengan pesan singkat, mereka memastikan telepon yang dilakukan tepat sasaran dan lebih efektif.

7. Cerminan Kecerdasan Emosional Tinggi

Terakhir, sifat ini sering dikaitkan dengan emotional intelligence.

Mereka mampu membaca situasi, memahami kemungkinan perasaan lawan bicara, dan menyesuaikan pendekatan komunikasi.

Hal ini membuat interaksi mereka terasa lebih nyaman dan jarang menimbulkan ketegangan.

Kesimpulan

Mengirim pesan teks sebelum menelepon bukanlah sekadar kebiasaan sepele.

Dari kacamata psikologi, tindakan kecil ini mencerminkan banyak hal: mulai dari rasa empati, keteraturan, kecerdasan emosional, hingga kebutuhan akan prediktabilitas.

Jika Anda termasuk orang yang melakukan hal ini, kemungkinan besar Anda adalah pribadi yang penuh pertimbangan, menghargai orang lain, dan lebih memilih komunikasi yang terarah.

Dan jika Anda punya teman yang selalu mengirim pesan dulu sebelum menelepon, anggaplah itu sebagai tanda bahwa mereka benar-benar peduli terhadap kenyamanan Anda. (*)

EDITOR: Siti Nur Qasanah