← Beranda
7 Tips Jitu Melatih Kepekaan Diri untuk Memahami Orang Lain dengan Lebih Baik, Menurut Psikologi
Akhmad Iqbal FirmansyahRabu, 27 Agustus 2025 | 16.34 WIB
Ilustrasi orang yang sedang berinteraksi. (Freepik)

JawaPos.com – Sebagai makhluk sosial kita pasti perlu berinteraksi dan berbicara dengan orang lain.

Entah dalam lingkungan pertemanan, kerja, sekolah, atau bahkan keluarga, kita harus menjaga hubungan baik dengan semua orang.

Memang kata-kata sangat ditekankan dalam berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang lain di segala situasi.

Namun, kita perlu memahami aspek-aspek yang tidak dapat dikatakan atau diungkapkan dengan kata-kata.

Ini seperti tindakan tanpa sadar atau tersembunyi yang ditunjukkan oleh seseorang ketika berinteraksi.

Baca Juga: Cemas Saat Chat-mu Tak Kunjung Dibalas? Ternyata Ini 7 Ciri Khas yang Menggambarkan Dirimu, Kata Psikologi

Hal-hal seperti ini terlihat dalam bahasa tubuh, nada bicara, dan perilaku halus yang jauh lebih bermakna daripada kata-kata.

Dengan memahami hal-hal tersembunyi ini, kita dapat menjadi lebih peka dan mudah memahami orang lain.

Yang kita butuhkan adalah ketelitian, perhatian, dan kesadaran penuh ketika sedang berinteraksi dengan orang lain.

Dilansir dari Times of India, ada lima tips jitu yang perlu kita pahami agar menjadi lebih peka untuk memahami orang lain menurut psikologi.

  1. Postur Tubuh Gambaran Rasa Nyaman atau Tidak

Memahami perasaan nyaman atau tidaknya orang lain ketika sedang berinteraksi bukan hanya dari kata-kata.

Namun, bisa juga dari postur tubuh mereka ketika sedang duduk atau berdiri karena itu terlihat jelas daripada kata-kata.

Baca Juga: 10 Weton yang Aura Rajanya Begitu Kuat: Rezeki Lancar, Ilmu Besar, Lawan Tak Berani Melawan

Orang yang menunjukkan postur tubuh yang tegak dan santai ketika sedang berinteraksi cenderung lebih percaya diri dan nyaman.

Sebaliknya, jika mereka lebih membungkuk, menyilangkan lengan, atau sedikit buang muka, itu bisa jadi mereka merasa gelisah atau tidak nyaman.

Memahami postur tubuh ini tidak semudah yang dibayangkan, perlu ketelitian dan kepekaan, sehingga kita dapat merasakan apa yang orang lain rasakan.

  1. Kontak Mata Menunjukkan Perhatian atau Keraguan

Kontak mata adalah salah satu komunikasi non verbal yang dapat menunjukkan makna lebih jelas daripada kata-kata.

Ini dapat menjadi petunjuk yang kuat agar kita dapat lebih memahami perasaan orang lain saat berinteraksi.

Orang yang merasa nyaman ketika berinteraksi cenderung menunjukkan kontak mata yang terlibat dan penuh rasa ingin tahu.

Namun, jika seseorang terus mengalihkan kontak matanya ketika berbicara atau sering berkedip, itu bisa menjadi tanda bahwa mereka tidak nyaman.

Ini karena mereka merasa gugup, terganggu, atau bahkan tidak nyaman dengan situasi di sekitar mereka.

Memahami kontak mata seseorang dapat membuat kita lebih peka, sehingga kita dapat dengan mudah menyimpulkan interaksi ktia.

  1. Ekspresi Lebih Bermakna daripada Kata-Kata

Ekspresi wajah seseorang seringkali menunjukkan perasaan lebih dalam daripada kata-kata yang diucapkan.

Orang yang merasa nyaman ketika sedang berinteraksi cenderung menunjukkan senyuman tulus dari wajah mereka.

Sedangkan, orang yang merasa terganggu atau tidak nyaman cenderung tersenyum seperti dipaksakan.

Ini mungkin sulit untuk dibedakan, tapi senyum yang tulus dapat terlihat dari mata, rahang, dan alis.

Namun, jika orang tidak menunjukkan senyum yang tulus itu bisa menjadi tanda bahwa mereka merasa frustasi atau tidak nyaman.

Perlu membiasakan diri untuk membedakan senyum tulus dan tidak, karena itu dapat membuat kita memahami orang lain dengan lebih baik.

  1. Gerakan Tangan Menunjukkan Emosi Tersembunyi

Orang yang merasa nyaman ketika berinteraksi cenderung memiliki gerakan tangan yang terbuka dan stabil.

Mereka seperti secara tidak sadar menunjukkan gerakan tangan ketika berbicara atau menjelaskan sesuatu.

Namun, orang yang menyilangkan tangan atau tidak menunjukkan gestur apapun, itu bisa jadi mereka sedang gelisah atau tidak nyaman.

Meskipun gerakan tangan terlihat sederhana, tapi itu dapat menunjukkan perasaan orang lain lebih dalam daripada kata-kata.

Jadi, pahami dengan baik gerakan tangan seseorang ketika sedang berbicara karena itu bisa menjadi tanda perasaan mereka sebenarnya.

  1. Nada Bicara Menggambarkan Emosi

Nada bicara bukan hanya tentang kecepatan atau tempo kebiasaan orang lain berbicara ketika sedang berinteraksi.

Ini dapat menunjukkan cara seseorang menyampai sesuatu yang penting atau menunjukkan perasaan mereka sebenarnya.

Meskipun kata-kata mereka cenderung positif, tapi nada bicara yang tergesa-gesa atau kurang terkendali dapat menunjukkan rasa tidak nyaman.

Sebaliknya, orang yang berbicara dengan nada yang tenang atau bahkan menunjukkan gerakan wajah yang selaras, itu bisa jadi tanda mereka benar-benar menikmati percakapan.

Kita dapat memahami perasaan orang lain lebih dalam hanya dengan merasakan perubahan nada bicara mereka.

Oleh karena itu, nada bicara bukan hanya tentang kebiasaan, tapi bisa menjadi pemahaman tentang perasaan orang lain.

EDITOR: Hanny Suwindari