← Beranda
Apa Adanya dan Penuh Ekspresi! 5 MBTI Ini Selalu Tulus Menunjukkan Perasaan dan Jadi Sosok Disukai
Lavinia Tiara MalikaMinggu, 24 Agustus 2025 | 08.18 WIB
Tipe MBTI ekspresif mudah dikenali karena selalu terbuka dalam menunjukkan perasaan dan energinya menular pada orang lain (Dok. Freepik)

JawaPos.com – Dalam teori MBTI, ada tipe kepribadian yang dikenal paling ekspresif dalam menampilkan emosi maupun bahasa tubuh. Mereka cenderung mudah dibaca, selalu terbuka, dan kerap jadi pusat perhatian karena energinya yang hidup.

Ekspresi sering disebut sebagai 'bahasa universal' yang bisa dipahami tanpa kata. Dari senyum kecil hingga gerakan tubuh, ekspresi membantu manusia menyampaikan apa yang dirasakan.

Dalam kerangka Myers-Briggs Type Indicator (MBTI), ada tipe-tipe tertentu yang dikenal paling ekspresif dan komunikatif. Mereka biasanya terbuka terhadap orang lain, mudah mengungkapkan perasaan, dan sering kali jadi magnet dalam pertemanan maupun pekerjaan.

Menurut 16Personalities, ekspresi erat kaitannya dengan preferensi ekstroversi (E) dan perasaan (F). Individu dengan kombinasi ini cenderung hangat, penuh empati, dan tidak segan menunjukkan apa yang mereka rasakan.

Sementara riset di Psychology Junkie mengungkap bahwa tipe-tipe sentimental dalam MBTI lebih mudah mengomunikasikan emosi secara terbuka, baik melalui kata-kata maupun bahasa tubuh.

Siapa saja MBTI yang dikenal paling ekspresif?

1. ENFP (The Campaigner)

ENFP adalah tipe kepribadian yang penuh energi, spontan, dan penuh semangat. Mereka gampang menunjukkan antusiasme, baik lewat suara maupun gestur tubuh. Tak heran, ENFP sering jadi mood booster di kelompok. Cara mereka mengekspresikan diri membuat orang lain merasa nyaman sekaligus termotivasi.

2. ESFP (The Entertainer)

Disebut juga 'the life of the party', ESFP dikenal sangat ekspresif dan komunikatif. Mereka suka mengekspresikan diri lewat humor, cerita, bahkan penampilan fisik. ESFP senang jadi pusat perhatian, sehingga ekspresi wajah dan tubuhnya sering memancarkan energi positif yang menular ke sekitar.

3. ENFJ (The Protagonist)

ENFJ punya kepribadian karismatik yang mudah menarik perhatian. Mereka mengekspresikan perasaan dengan jelas, baik lewat bahasa tubuh maupun kata-kata yang persuasif. Karena empatinya tinggi, ENFJ bisa membaca ekspresi orang lain sekaligus menunjukkan respons yang tepat.

4. ESFJ (The Caregiver)

ESFJ adalah tipe yang ramah dan penuh perhatian. Mereka ekspresif dalam menunjukkan kepedulian, sering mengungkapkan kasih sayang melalui kata-kata maupun tindakan kecil. Dalam pertemanan, ESFJ dikenal sebagai sosok yang selalu hangat dan membuat suasana jadi lebih akrab.

5. INFJ (The Advocate)

Meski tergolong introvert, INFJ justru punya sisi ekspresif yang kuat saat merasa nyaman dengan orang terdekat. Mereka biasanya menyalurkan ekspresi melalui tulisan, seni, atau percakapan mendalam. Ekspresi INFJ lebih subtil, namun sangat bermakna dan tulus.

Menurut Myers-Briggs Foundation, ekspresi membantu seseorang menjalin koneksi sosial yang lebih sehat. Orang yang ekspresif lebih mudah dipahami, karena lawan bicara dapat menangkap maksud dan emosi dengan jelas.

Selain itu, penelitian yang dipublikasikan di Personality Database menjelaskan bahwa ekspresif berkorelasi dengan keterampilan komunikasi, kepemimpinan, hingga kemampuan membangun hubungan jangka panjang. Dengan kata lain, ekspresi bukan hanya soal 'rame' atau tidak, melainkan strategi penting dalam interaksi sosial.

Bagaimana melatih diri agar lebih ekspresif?

Ekspresi bukan sekadar bawaan lahir, tetapi juga bisa dilatih. Menurut artikel di 16Personalities, beberapa langkah sederhana dapat membantu seseorang jadi lebih ekspresif:

  • Latih kontak mata saat berbicara.
  • Gunakan gestur tangan untuk menekankan pesan.
  • Ucapkan perasaan dengan kata-kata, jangan hanya dipendam.
  • Cobalah tampil lebih percaya diri di depan umum.
  • Tunjukkan senyuman untuk membangun kedekatan.

Di zaman serba digital, ekspresi sering kali bergeser ke media sosial. Tipe kepribadian yang ekspresif biasanya lebih aktif membagikan pemikiran, perasaan, atau karya di platform online. Hal ini bisa memperkuat personal branding, membangun jaringan, bahkan membuka peluang karier baru.

Namun, penting juga menjaga keseimbangan. Ekspresif tidak berarti harus selalu terbuka pada semua orang, tetapi mampu menunjukkan emosi secara sehat dan tepat.

Kepribadian ekspresif adalah aset berharga dalam hubungan sosial maupun profesional. Dengan menunjukkan perasaan secara jujur, seseorang bisa membangun kedekatan lebih dalam, dipercaya orang lain, dan memberi energi positif bagi lingkungannya. Jadi, apa pun tipe MBTI Anda, melatih ekspresi diri adalah langkah penting untuk hidup lebih bermakna.

 

 

 

EDITOR: Candra Mega Sari