← Beranda
7 Tekanan Sosial yang Dihadapi Perempuan dalam Kehidupan Sehari-hari Menurut Psikologi
Aunur RahmanSabtu, 9 Agustus 2025 | 16.00 WIB
seorang perempuan yang sedang memegang kepalanya, menggambarkan beban berat dari berbagai tekanan sosial yang dihadapinya./Freepik

JawaPos.com - Sejak lama, perempuan menghadapi banyak tekanan dari masyarakat. Tekanan ini tidak hanya memengaruhi pilihan hidup, namun juga kesehatan mental. Mulai dari standar kecantikan hingga ekspektasi lainnya.

Tekanan sosial tersebut sering kali membebani kehidupan perempuan secara terus-menerus. Melansir dari Geediting.com Sabtu (9/8), ada beberapa tekanan yang harus dihadapi kaum perempuan. Memahami tekanan ini adalah langkah awal untuk bisa mengatasinya.

Berikut adalah tujuh tekanan sosial yang harus dihadapi perempuan:

  1. Standar Kecantikan

    Masyarakat dan media sering kali memaksakan standar kecantikan yang tidak realistis. Hal ini membuat perempuan merasa kurang percaya diri. Tekanan ini bisa memicu gangguan makan dan kecemasan.

  2. Sindrom "Superwoman"

    Perempuan diharapkan bisa "memiliki segalanya", yaitu karier sukses dan keluarga harmonis. Tekanan ini dapat menyebabkan kelelahan ekstrem. Itu adalah beban yang tidak realistis.

  3. Kesenjangan Gaji

    Meski memiliki kualifikasi yang sama, perempuan sering dibayar lebih rendah dari laki-laki. Diskriminasi ini dapat memengaruhi stabilitas keuangan. Ini adalah tantangan yang harus terus dilawan.

  4. Hukuman Keibuan

    Perempuan yang menjadi ibu sering menghadapi kesulitan di tempat kerja. Mereka dianggap kurang berkomitmen pada karier. Hal ini membatasi pertumbuhan profesional mereka.

  5. Tenaga Emosional

    Perempuan sering diharapkan untuk mengelola emosi dan kenyamanan orang-orang sekitar. Beban emosional ini bisa membuat mereka lelah mental. Tekanan ini tidak terlihat, tapi sangat nyata.

  6. Takut pada Kekerasan

    Perempuan sering hidup dalam ketakutan akan kekerasan atau pelecehan. Ketakutan ini membatasi kebebasan mereka untuk beraktivitas. Kondisi ini memengaruhi kesehatan mental.

  7. Tekanan Usia

    Ada tekanan besar bagi perempuan untuk menikah dan memiliki anak di usia tertentu. Tekanan ini dapat memicu kecemasan atau stres. Hal ini memaksa perempuan membuat pilihan hidup yang tidak mereka inginkan.

Tekanan sosial terhadap perempuan merupakan isu kompleks. Itu bukan hanya standar kecantikan, tapi juga harapan yang tidak adil di tempat kerja dan keluarga. Mengatasi tekanan ini memerlukan perubahan sikap.

Perubahan itu bukan hanya dari individu perempuan, tetapi juga dari masyarakat. Perempuan perlu berani melawan ekspektasi yang membatasi. Setiap perempuan berhak menentukan jalannya sendiri.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho