JawaPos.com - Di dunia ini, manusia memiliki banyak jenis kepribadian. Jenis kepribadian tersebut kemudian digolongkan secara psikologis oleh para ahli.
Salah satu penggolongan kepribadian yang terkenal adalah MBTI atau Myers Briggs Type Indicator. Sebagaimana namanya, MBTI dibuat oleh Myers Briggs dengan total jumlah kepribadian 16 jenis.
salah stau dair banyaknya kepribadian tersebut adalah INFJ. Hanya ada segelintir manusia yang memiliki kepribadian INFJ, oleh karenanya INFJ dikatakan sebagai golongan kepribadian langka.
Selain langka, INFJ juga dikatakan sebagai kepribadian misterius. Hal ini berasal dari akar introvert yang ada di kepribadian INFJ.
Selain langka dan misterius, ada banyak mitos soal kepribadian INFJ yang beredar. DIlansir dari Introvert Oxygen dan INFJ-A, beirkut ini merupakan 7 mitos tentang MBTI INFJ dan penjelasannya:
Baca Juga: 7 Kebiasaan Sepele Ini Ternyata Membuat Diri Kamu Gagal dan Tidak Sukses, Apa Saja?
1. Antisosial dan Sulit Didekati
Mitos pertama dari MBTI INFJ adalah mereka adalah sosok yang antisosial dan sulit didekati.
Kamu mungkin emmbayangkan INFJ adalah ornag yang tidak sennag berinteraksi dengan orang dan sangat privat sehingga orang tidak mudah masuk dalam hidupnya.
Namun hal ini merupakan sebuah konsepsi yang salah. INFJ bukannya antisosial, melainkan lebih memilih relasi dekat dan mendalam ketimbang sapaan basa-basi. Mereka juga bisa sangat terbuka apabila menemukan orang yang tepat.
2. Idealisme Tidak Realistis
Mitos kedua dari MBTI INFJ adalah mereka merupakan sosok yang sangat idealis. Saking idealisnya, mereka punya pandangan akan dunia yang sangat tidak realistis. Hal ini tentunya salah kaprah dan bukan pribadi INFJ sebenarnya.
Baca Juga: Inilah Alasan Kenapa Shio Naga, Macan, Kambing, dan Kuda Ditakdirkan Jadi Kaya Raya serta Sukses
INFJ memang cukup idealis, dan memimpikan akan dunia atau mimpi tertentu. Namun, mereka juga cukup realistis dan membuat rencana yang bisa direalisasikan untuk mencapai mimpi tersebut. Jadi, INFJ mungkin idealis namun tetap membumi dan berusaha semaksimal mungkin.
3. Tidak Butuh Orang Lain
Mitos ketiga dari MBTI INFJ adalah merekatidak butuh orang lain. Ketika kamu melihat sosok INFJ, kamu mungkin merasa mereka adalah sosok independen yang tidak butuh orang lain.
Hal ini tentunya merupakan konsep yang tidak benar. Mereka mungkin bisa melakukan semuanya sendiri dan menjunjung kemandirian, namun INFJ juga butuh akan relasi dan bantuan orang lain.
Terutama orang terdekat, INFJ bisa sangat terbantu dan menjadikan orang tersebut sandaran.
4. Terlalu Emosional dan Irasional
Mitos keempat dari MBTI INFJ adalah mereka merupakan sosok yang terllau emosional bahkan sampai memengaruhi proses pengambilan keputusan yang irasional. Hal ini mungkin disebabkan karena INFJ dipahami sebagai kepribadian yang super sensitif.
Tentunya, hal ini tidka benar karena sisi emosional INFJ muncul tidak membabi buta, namun dengan keterbukaan pada orang terdekat.
Mereka juga cukup rasional dalam mempertimbangkank eputusan sehingga meski ada aspek emosi yang diperitmbangkan, INFJ sudah mempertimbangkan aspek lain pula dengan matang.
5. Menghindari Konflik dan Tekanan
Mitos kelima adalah INFJ menghindari konflik dan juga tidak tahan tekanan. Banyak orang menganggap INFJ sebagai sosok yang takut akan konflik dan menghindarinya semaksimal mungkin. Mereka juga dianggap lemah dan tidka bisa menerima tekanan dari luar atau orang lain.
Hal ini tentunya salah kaprah. Meskipun INFJ lebih mmemilih kedamaian, bukan berarti mereka lari dari konflik.
Mereka akna berusaha menyelesaikan masalah apabila diperlukan, terutama hal yang berkaitan dengan ketidakadilan.
6. Tidak Bisa Menerima Kritik
Mitos keenam dari MBTI INFJ adalah mereka tidak bisa menerima kritik. Sebagai kepribadian yang dianggap sangat sensitif, INFJ dilihat sebagai sosok yang tidak lembut dan lemah.
Hal ini tentunya salah karena meskipun kritik tersebut sedikit menyakiti atau berefek pada INFJ, mereka tetap mau mendengarkan dan berusaha berkembang ke arah yang lebih baik.
7. Overthinking di Segala Situasi
Mitos ketujuh dari MBTI INFJ adalah mereka overthinking di segala situasi. Kamu mungkin menganggap INFJ adalah sosok yang berlebhian karena memikirkan berbagai kemungkinan atas segala kejadian.
Overthinking ini bukan berasal dari kekhawatiran semu, namun pertimbangan matang untuk menghindari kemungkinan terburuk.
INFJ bisa memikirkan segala sudut untuk melakukan atau menjalani sesuatu dengan benar dan tenang nantinya.
Ketujuh poin diatas merupakan sederet mitos dari MBTI INFJ yang mungkin banyak kamu dengar.
Setelah emmahami mitos tidak benar diatas, kamu bisa lebih memahami orang dengan kepribadian MBTI INFJ di sekitarmu.