← Beranda
Disiplin Mental, Kunci Sukses Buat yang Suka Menunda-nunda
Nissa Shabrina QintaniSelasa, 20 Mei 2025 | 17.55 WIB
Ilustrasi seseorang yang suka menunda pekerjaan tetapi selalu menyelesaikannya tepat waktu. (Freepik)

 

JawaPos.com- Kesalahan terbesar seseorang dalam mengerjakan sesuatu adalah menunda pekerjaan. Kebiasaan ini seringkali kita temui dalam berbagai situasi, seperti siswa yang menunda mengerjakan PR, maupun pegawai yang menunda pekerjaannya. 

Kebiasaan buruk ini tentu saja datang dari ketidaksukaan kita terhadap sesuatu. Asumsi bahwa PR terlalu sulit atau pekerjaan yang membosankan membuatnya tidak terlihat menyenangkan sama sekali. 

Alih-alih menyelesaikannya, kita justru lebih suka menghabiskan waktu untuk hal lainnya seperti menonton film, nongkrong bersama teman, atau istirahat berkepanjangan. 

Baca Juga: Gegar Otak Aurelie Moeremans, Dua Bagian Otak Menyusut Pasca Kecelakaan

Namun pada akhirnya, kita tetap harus mengerjakannya, bukan? Suka tidak suka, pekerjaan rumah harus diselesaikan agar siswa mendapatkan nilai. Mau tidak mau, pekerjaan juga harus dituntaskan agar bos sudi mengaji kita. 

Maka dari itu, Jawa Pos rangkumkan cara memiliki disiplin mental buat kamu yang hobi menunda-nunda!

Seberapa Penting Disiplin Mental? 

Disiplin adalah hal yang sangat penting bagi hidup kita. Dilansir dari laman resmi Foundation for Excellence, disiplin merupakan kepribadian yang akan mengarahkan kita pada peraturan yang harus diikuti. Disiplin juga merupakan cara untuk bekerja keras dan termotivasi untuk meraih sesuatu.

Tentu saja bagi sebagian orang, kebiasaan disiplin terlihat menyulitkan dan seolah mengikat aktivitas mereka. Namun, jika diperhatikan lagi, disiplin justru membantu kita untuk menuntaskan pekerjaan lebih mudah dan cepat. 

Mendahulukan hal lain tentu saja terlihat lebih menggiurkan dibanding menyelesaikan pekerjaan yang kita miliki. Tapi ingatlah, kita tetap harus menyelesaikan semua pekerjaan yang ditunda, bukan? 

Dilansir dari laman Wittenborg, menjadi disiplin berarti kita menunda kesenangan sesaat untuk imbalan jangka panjang. Bukankah perasaan kita akan jauh lebih tenang jika menonton film atau bermain setelah menyelesaikan semua pekerjaan? Menjadi disiplin hanya menunda kesenangan tersebut sekaligus akan mendapatkan imbalan jangka panjangnya di kemudian hari. 

Lebih baik kita kesulitan dahulu lalu bersenang-senang kemudian, kan?

Bagaimana Cara Melakukannya?

Mengetahui prioritas adalah hal yang sangat penting. Kita harus menyusun skala prioritas dan mengelompokkannya sesuai kebutuhan. Mengetahui pekerjaan mana yang lebih penting, atau tugas apa yang harus selesai lebih cepat dapat membantu kita menyusun skala prioritas yang baik. 

Selanjutnya membuat rencana. Untuk menjalani keseharian, menulis rencana dapat membantu hidup kita lebih terstruktur dan lebih mudah meraih kesuksesan. Kita bisa memulai dari yang sederhana seperti rencana yang harus diselesaikan hari ini. Bisa juga membuat rencana jangka panjang seperti bulanan atau bahkan tahunan.

Berusaha selalu konsisten. Ini adalah bagian yang tersulit untuk dilakukan. Disiplin mental berarti memaksa diri kita untuk melakukan sesuatu, dan konsisten adalah kuncinya. Ingat, tidak masalah kalau sesekali terlewat dalam beberapa rencana yang sudah dibuat. Asalkan kita mau mencoba dan berusaha adalah kunci dari konsisten.

Kita Memiliki Tanggung Jawab atas Diri Sendiri  

Mungkin guru akan marah jika kita lupa mengerjakan PR, atau atasan akan memberikan teguran jika pekerjaan tidak selesai pada tenggat waktu yang ditentukan. 

Tapi hal itu bukan sepenuhnya tanggung jawab mereka. Guru bisa memberikan nilai jelek atau atasan akan memberikanmu surat peringatan. Kemudian, kita akan menyesal atas perbuatan yang telah kita lakukan. 

Pada akhirnya, kita yang harus mengandalkan diri sendiri agar menjadi sukses. Ingat, memiliki disiplin mental artinya kita bertanggungjawab atas diri sendiri. Kita harus mampu mengendalikan diri supaya memiliki kualitas hidup yang baik, serta tidak menyesal di kemudian hari. 

EDITOR: Hanny Suwindari