← Beranda
Hati-Hati! Kopi Bisa Jadi Pemicu Cemas dan Gelisah jika Kamu Punya 4 Kondisi Psikologis Ini
Nana Lili Andriani• Selasa, 13 Mei 2025 | 08.37 WIB
Ilustrasi orang yang cemas dan gelisah saat minum kopi.

JawaPos.com - Bagi sebagian orang, secangkir kopi adalah kunci untuk memulai hari dengan energi dan fokus. Namun, bagi yang lain, hal itu membuat mereka terjerumus dalam kecemasan dan kegelisahan.

Ada yang bisa habiskan bercangkir-cangkir kopi dalam sehari, ada yang malah tidak nyaman hanya karena aroma kopi. Semuanya bergantung pada karakter psikologis unik setiap orang.

Dikutip dari Geediting.com, ada beberapa kondisi psikologis yang menjadi penyebab kegelisahan seseorang saat minum kopi. Penasaran apa saja? Yuk simak penjelasannya.

1. Sensitivitas terhadap Stimulan

Sudah menjadi fakta umum bahwa kopi adalah stimulan. Bagi banyak orang, kopi adalah dorongan energi yang mendorong mereka bangun dari tempat tidur di pagi hari. Namun, bagi sebagian orang, stimulan yang sama dapat memicu datangnya kecemasan dan kegugupan.

Hal ini sering kali disebabkan oleh meningkatnya kepekaan terhadap kafein.
Jika Anda merasa gelisah setelah satu atau dua tegukan kopi, bisa jadi itu karena tubuh Anda memetabolisme kafein secara berbeda dari orang lain.

Sistem tubuh Anda mungkin memprosesnya lebih lambat, yang menyebabkan peningkatan detak jantung, kegelisahan, dan perasaan cemas. Ini tidak berarti Anda harus berhenti minum kopi sepenuhnya – tetapi mungkin pertimbangkan untuk beralih ke campuran kopi dengan kandungan kafein lebih rendah atau membatasi konsumsi kopi.

2. Kecenderungan Berpikir Berlebihan

Sering kali terbangun di malam hari dengan pikiran yang berkecamuk dalam benak, tidak dapat beristirahat dan bersantai? Kebiasaan minum kopi larut malam turut menjadi penyebabnya. 

Terlalu banyak berpikir, cenderung menganalisis segalanya, memikirkan kemungkinan, dan sering kali kesulitan dalam mengambil keputusan. 

Menurut psikolog, ini adalah sifat umum di antara mereka yang mengalami kecemasan.

Sekarang, gabungkan pikiran berlebihan dengan kafein. Kopi merangsang sistem saraf pusat dan dapat meningkatkan kewaspadaan mental. Ini mungkin terdengar bagus, tetapi bagi seorang pemikir berlebihan, ini dapat berubah menjadi maraton pikiran dan memperburuk keadaan.

Mengurangi konsumsi kopi, terutama di malam hari, bisa membantu menenangkan pikiran. Hal ini membuat Anda bisa menenangkan diri di penghujung hari alih-alih terjebak dalam pusaran pikiran.

3. Kepribadian Introvert

Introvert, secara alami, cenderung lebih peka terhadap lingkungan dan rangsangannya. Mereka nyaman dengan lingkungan yang tenang dan sunyi juga sering kali kewalahan dengan terlalu banyak aktivitas atau kebisingan.

Sekarang, bayangkan ini: seorang introvert menyeruput secangkir kopi kental.

Kafein akan mengaktifkan sistem mereka, yang mungkin membuat mereka merasa lebih waspada dan sensitif. Meningkatnya kepekaan ini kadang kala dapat menimbulkan perasaan gelisah dan cemas.

Nah, jika anda seorang introvert dan menyukai kopi, tetapi membenci rasa gelisah yang ditimbulkannya,pertimbangkan untuk menyesuaikan asupan anda. Mungkin campuran kafein rendah atau tanpa kafein bisa menjadi pilihan yang paling cocok untuk anda!

4. Individu yang Rentan Stres

Dalam dunia kita yang serba cepat, stres telah menjadi teman setia bagi banyak orang. 

Sekarang, bayangkan menambahkan stimulan seperti kopi ke dalam campuran tersebut. 

Kafein dapat menyebabkan tubuh kita memproduksi lebih banyak kortisol, hormon yang dilepaskan sebagai respons terhadap stres.

Bagi mereka yang memang sudah rentan terhadap stres, hal ini dapat menyebabkan keadaan terstimulasi secara berlebihan, sehingga menimbulkan perasaan cemas dan gelisah.

Ini seperti menambahkan bahan bakar ke api. Kafein dalam kopi dapat memicu respons stres, membuat Anda merasa lebih gelisah.

Jika Anda sudah merasa stres, efek ini dapat bertambah parah. Mengganti secangkir kopi di sore hari dengan teh herbal atau bahkan hanya segelas air, mungkin jadi alternatif agar tidak terpicu dan terjebak dalam stres.

EDITOR: Candra Mega Sari