← Beranda
7 Tanda Seseorang Hanya Berpura-pura Menjadi Orang Baik, Menurut Psikologi
Yurahmi PutriRabu, 5 Maret 2025 | 16.18 WIB
Ilustrasi. (freepik)

JawaPos.com-Beberapa orang tampak baik, jujur, dan dapat dipercaya. Namun, tidak semua yang tampak baik benar-benar memiliki niat baik. Ada orang yang hanya berpura-pura baik demi keuntungan pribadi, dan sering kali mereka cukup pandai menyembunyikan sifat aslinya.

Menurut psikologi, ada tanda-tanda tertentu yang dapat membantu kita mengenali orang-orang seperti ini.

Dilansir JawaPos.com dari laman Geediting.com pada Rabu, 5 Maret 2025, berikut adalah tujuh tanda bahwa seseorang hanya berpura-pura menjadi orang baik:

1. Mereka Hanya Bersikap Baik Ketika Membutuhkan Sesuatu

Orang yang benar-benar baik memiliki kebaikan yang tulus, terlepas dari situasi atau kondisi mereka. Namun, seseorang yang berpura-pura baik biasanya hanya menunjukkan sikap tersebut saat mereka ingin mendapatkan sesuatu dari Anda.

Misalnya, mereka mungkin sering menghubungi Anda hanya saat membutuhkan bantuan atau dukungan. Begitu mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan, mereka tiba-tiba menghilang. Ini adalah tanda klasik bahwa mereka memanfaatkan Anda, bukan benar-benar peduli dengan Anda.

Menurut Psychology Today, kebaikan sejati tidak bersifat transaksional. Jika seseorang hanya baik ketika mereka mendapat manfaat dari hubungan tersebut, itu pertanda jelas bahwa kebaikan mereka tidak tulus.

2. Mereka Tidak Pernah Bertanggung Jawab Atas Kesalahan Mereka

Salah satu tanda utama bahwa seseorang hanya berpura-pura baik adalah bagaimana mereka menangani kesalahan mereka. Orang yang benar-benar baik bersedia mengakui kesalahan, meminta maaf, dan berusaha memperbaiki keadaan. Sebaliknya, orang yang hanya berpura-pura baik akan menghindari tanggung jawab dengan berbagai cara.

Mereka mungkin menyalahkan orang lain, membuat alasan, atau bahkan memutarbalikkan fakta agar tampak seperti korban. Ini menunjukkan bahwa mereka lebih peduli dengan citra diri mereka daripada benar-benar menjadi orang yang bertanggung jawab.

3. Kebaikan Mereka Hilang Ketika Tidak Ada Orang yang Melihat

Orang yang benar-benar baik akan memperlakukan semua orang dengan hormat, baik saat ada orang yang mengawasi maupun tidak. Namun, orang yang hanya berpura-pura baik biasanya hanya menunjukkan kebaikannya saat ada penonton.

Fenomena ini dikenal sebagai "efek penonton" dalam psikologi. Orang cenderung bertindak lebih baik ketika mereka merasa diamati, tetapi begitu mereka sendirian atau berada dalam situasi di mana mereka tidak perlu menjaga citra, sikap mereka bisa berubah drastis.

Misalnya, mereka mungkin bersikap sangat sopan dan murah hati di tempat kerja, tetapi kasar terhadap staf layanan atau orang-orang yang tidak mereka anggap penting. Ini adalah tanda bahwa kebaikan mereka hanyalah untuk pencitraan.

4. Mereka Memberi Hanya Jika Mengharapkan Balasan

Kedermawanan sejati datang tanpa pamrih. Namun, orang yang hanya berpura-pura baik sering kali memberi sesuatu bukan karena mereka benar-benar peduli, tetapi karena mereka mengharapkan sesuatu sebagai balasan.

Mereka mungkin menawarkan bantuan, hadiah, atau pujian, tetapi selalu ada maksud tersembunyi di baliknya. Jika mereka merasa tidak mendapatkan balasan yang setimpal, mereka bisa menjadi marah atau membuat Anda merasa bersalah.

Orang yang benar-benar baik tidak menghitung-hitung bantuan yang mereka berikan. Mereka memberi dengan tulus, tanpa mengharapkan imbalan apa pun.

5. Mereka Lebih Banyak Bicara Tentang Kebaikan Daripada Melakukannya

Beberapa orang suka membicarakan betapa baiknya mereka, tetapi jarang menunjukkan tindakan nyata yang mencerminkan kata-kata mereka. Mereka mungkin sering membagikan kutipan motivasi atau berbicara tentang kepedulian sosial, tetapi ketika tiba waktunya untuk bertindak, mereka menghilang.

Contohnya, mereka bisa membanggakan diri bahwa mereka mendukung kegiatan amal tetapi tidak pernah benar-benar menyumbang atau terlibat secara aktif. Atau mereka selalu berbicara tentang pentingnya kejujuran tetapi tidak ragu untuk berbohong demi keuntungan pribadi.

Tindakan jauh lebih berarti daripada kata-kata. Jika seseorang selalu berbicara tentang kebaikan tetapi jarang menindaklanjutinya, kemungkinan besar mereka hanya berpura-pura.

6. Mereka Memperlakukan Orang Secara Berbeda Berdasarkan Status

Salah satu tanda paling jelas bahwa seseorang tidak benar-benar baik adalah bagaimana mereka memperlakukan berbagai jenis orang. Jika mereka hanya baik kepada orang yang mereka anggap penting tetapi kasar atau acuh tak acuh kepada orang lain, itu adalah indikasi bahwa kebaikan mereka hanyalah strategi sosial.

Misalnya, mereka mungkin bersikap sangat sopan dan ramah kepada atasan mereka tetapi bersikap merendahkan terhadap bawahan atau pekerja layanan. Orang yang benar-benar baik akan memperlakukan semua orang dengan hormat, tanpa memandang status atau keuntungan yang bisa mereka peroleh.

7. Mereka Selalu Berperan Sebagai Korban

Orang yang berpura-pura baik sering kali memiliki kebiasaan memosisikan diri sebagai korban, bahkan ketika mereka yang seharusnya bertanggung jawab atas masalah yang terjadi. Mereka akan mencari cara untuk memanipulasi situasi agar terlihat seperti mereka yang dirugikan.

Mereka bisa menggunakan rasa bersalah untuk membuat orang lain merasa kasihan kepada mereka, atau memutarbalikkan fakta agar tampak seperti mereka tidak bersalah. Jika Anda mencoba mengonfrontasi mereka tentang perilaku mereka, mereka akan membalikkan keadaan dan membuat Anda merasa seperti orang jahat.

Orang yang benar-benar baik bertanggung jawab atas tindakannya dan tidak merasa perlu untuk selalu menjadi korban dalam setiap situasi.

Mengenali tanda-tanda orang yang hanya berpura-pura baik dapat membantu Anda menghindari manipulasi dan membangun hubungan yang lebih sehat dengan orang-orang yang benar-benar tulus. Kebaikan sejati bukan hanya tentang apa yang seseorang katakan atau lakukan ketika ada orang yang melihat, tetapi bagaimana mereka bertindak dalam setiap aspek kehidupan mereka.

Jika seseorang hanya baik ketika menguntungkan mereka, menghindari tanggung jawab, atau memperlakukan orang secara berbeda berdasarkan status, kemungkinan besar mereka tidak benar-benar baik. Sebaliknya, mereka hanya memainkan peran untuk keuntungan pribadi mereka sendiri.

Dengan memahami tanda-tanda ini, Anda bisa lebih berhati-hati dalam memilih siapa yang Anda percayai dan mengelilingi diri Anda dengan orang-orang yang benar-benar memiliki hati yang baik.***

EDITOR: Novia Tri Astuti