← Beranda
Jika Anda Tidak Tahan Menunggu dalam Antrian Panjang, Psikologi Mengatakan Memiliki 8 Ciri Kepribadian Ini
Irfan FerdiansyahKamis, 3 Juli 2025 | 19.50 WIB
seseorang yang tidak tahan dalam antrean panjang

JawaPos.com - Menunggu dalam antrian panjang adalah salah satu situasi sederhana dalam kehidupan sehari-hari yang bisa menguji kesabaran banyak orang.

Di bandara, rumah sakit, restoran cepat saji, atau bahkan di jalan saat macet, kemampuan seseorang untuk tetap tenang saat menunggu sering kali mencerminkan sisi kepribadian yang lebih dalam.

Menurut psikologi, jika Anda termasuk orang yang merasa sangat tidak nyaman atau bahkan frustrasi saat harus mengantre lama, bisa jadi Anda memiliki ciri-ciri kepribadian tertentu yang memengaruhi respons tersebut.

Dilansir dari Geediting pada Kamis (3/7), terdapat 8 ciri kepribadian yang, menurut para ahli psikologi, cenderung dimiliki oleh orang-orang yang tidak tahan menunggu dalam antrian panjang:

1. Impulsif

Orang yang impulsif cenderung menginginkan hasil secara instan.

Mereka kesulitan menunda kepuasan dan merasa frustrasi ketika harus menunggu.

Dalam konteks antrian, mereka akan merasa tidak nyaman karena tidak bisa segera mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Penjelasan psikologis:

Impulsivitas berkaitan erat dengan sistem penghargaan otak.

Orang impulsif biasanya lebih didorong oleh emosi sesaat dibanding logika atau perencanaan jangka panjang, sehingga mereka merasa “terjebak” saat harus menunggu.

2. Tidak Sabar (Low Patience Tolerance)

Ini adalah ciri yang paling jelas.

Ketidaksabaran biasanya dipicu oleh perasaan tidak memiliki kendali atas situasi.

Mereka akan merasa cemas atau bahkan marah jika sesuatu tidak terjadi secepat yang mereka harapkan.

Penjelasan psikologis:

Ketidaksabaran merupakan hasil dari ekspektasi yang tidak sesuai dengan kenyataan.

Ketika seseorang berharap prosesnya cepat, tetapi kenyataannya lambat, otak menganggapnya sebagai “gangguan,” dan memicu stres.

3. Berorientasi pada Efisiensi

Sebagian orang sangat menghargai waktu dan efisiensi.

Mereka terbiasa dengan produktivitas tinggi, jadwal padat, atau sistem yang cepat.

Menunggu dalam antrian terasa seperti pemborosan waktu.

Penjelasan psikologis:

Individu dengan orientasi efisiensi tinggi sering kali merasa gelisah ketika waktu digunakan untuk hal yang menurut mereka “tidak produktif.”

Ini dapat menciptakan frustrasi jika mereka tidak bisa “mengoptimalkan” momen menunggu.

4. Cenderung Perfeksionis

Perfeksionis memiliki standar tinggi terhadap segala sesuatu, termasuk waktu dan sistem.

Mereka cenderung tidak tahan melihat sistem pelayanan yang lambat atau antrian yang tidak tertata rapi.

Penjelasan psikologis:

Perfeksionisme sering disertai dengan rasa ingin mengontrol lingkungan.

Ketika dihadapkan pada antrian panjang yang terasa tidak efisien, mereka merasa sistemnya “tidak sempurna,” yang menimbulkan rasa tidak nyaman.

5. Memiliki Kecenderungan Kecemasan (Anxiety-Prone)

Orang yang cemas sering kali merasa tidak tenang dalam situasi yang tidak bisa mereka kendalikan.

Antrian panjang bisa menjadi pemicu stres atau bahkan panik, karena menciptakan perasaan “terjebak” atau kehilangan arah.

Penjelasan psikologis:

Kecemasan membuat seseorang lebih peka terhadap ketidakpastian atau ketidaknyamanan.

Menunggu tanpa tahu pasti berapa lama bisa memicu perasaan tidak aman dan gugup.

6. Berpikiran Kompetitif

Individu yang sangat kompetitif sering merasa waktu mereka lebih berharga daripada orang lain.

Ketika harus menunggu, mereka merasa “dikalahkan” oleh sistem atau oleh orang-orang yang lebih cepat mendapat giliran.

Penjelasan psikologis:

Pikiran kompetitif membuat seseorang sulit menerima kenyataan bahwa mereka harus tunduk pada sistem yang netral seperti antrian.

Mereka merasa perlu “menang” dalam segala situasi, termasuk soal waktu.

7. Kurang Toleransi terhadap Frustrasi

Sebagian orang sangat sensitif terhadap gangguan kecil atau hambatan.

Menunggu dalam antrian terasa seperti ujian mental yang berat bagi mereka, karena mereka tidak bisa mengatasi frustrasi ringan sekalipun.

Penjelasan psikologis:

Toleransi terhadap frustrasi berhubungan dengan pengendalian emosi.

Orang yang rendah dalam hal ini cenderung bereaksi negatif terhadap gangguan kecil, seperti keterlambatan atau antrian panjang.

8. Memiliki Gaya Hidup Serba Cepat (High-Speed Lifestyle)

Mereka yang hidup dalam ritme cepat – terbiasa multitasking, sering berpacu dengan waktu, dan bergerak cepat – akan merasa “terhambat” dalam antrian.

Bahkan satu menit pun bisa terasa membuang waktu.

Penjelasan psikologis:

Otak yang terbiasa dengan stimulasi cepat akan mengalami semacam “kekosongan” saat berada dalam situasi lambat.

Ini menciptakan ketegangan karena tubuh dan pikiran tidak selaras dengan lingkungan.

Kesimpulan

Menunggu dalam antrian panjang bukan sekadar pengalaman fisik, tetapi juga pengalaman psikologis yang sangat erat kaitannya dengan kepribadian seseorang.

Jika Anda sering merasa gelisah, marah, atau tidak sabar saat harus menunggu, mungkin saatnya mengenali sisi kepribadian yang mendasarinya.

Namun, kabar baiknya: kesabaran adalah keterampilan yang bisa dilatih.

Dengan kesadaran dan latihan pengendalian diri, Anda bisa belajar menerima momen menunggu sebagai waktu untuk bernapas, berpikir, atau bahkan merenung.

Di tengah dunia yang serba cepat ini, kemampuan untuk sabar justru menjadi kekuatan yang langka namun sangat berharga.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho