JawaPos.com - Mahasiswa UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya mengancam akan tetap menyegel gedung rektorat kampus setempat meski Prof. Akh. Muzakki telah diberhentikan dari jabatannya sebagai rektor. Penyegelan bakal dilakukan hingga terpilihnya rektor definitif yang baru.
"Yang kemungkinan besar akan terus kami segel itu gedung rektorat sampai terpilihnya rektor definitif," kata Koordinator Lapangan (Korlap) aksi mahasiswa UINSA, Koko Prakoso kepada JawaPos.com, Jumat (25/9).
Terkait gedung lain selain rektorat, Koko mengatakan masih dalam pembahasan apakah akan tetap disegel atau tidak.
"Untuk gedung lainnya itu masih jadi bahan diskusi kami apakah akan terus kami segel atau bagaimana," ujarnya.
Namun demikian, Koko memastikan pihaknya tidak menghalangi kegiatan akademik maupun kegiatan mahasiswa yang digelar di kampus tersebut. Koko menegaskan, pihaknya tidak benar-benar melumpuhkan aktivitas kampus.
Baca Juga: Resmi, Menag Berhentikan Rektor UINSA Surabaya Prof Akh Muzakki
"Untuk kegiatan akademik ataupun bimbingan, atau kegiatan-kegiatan kampus itu kami persilahkan. Kami tidak benar-benar melumpuhkan kampus karena bagi mahasiswa kampus adalah rumah keduanya," ucap Koko.
Koko pun mengaku, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UINSA Surabaya telah melayangkan permohonan maaf kepada civitas akademika atas penyegelan yang dilakukan. "DEMA UINSA sudah melayangkan surat permohonan maaf atas penyegelan kampus," kata dia