← Beranda
Sepasang Betis Korban Mutilasi Saepullah Ditemukan di Depok, Polisi Cari Bagian Lain
Ryandi ZahdomoJumat, 21 Agustus 2026 | 07.43 WIB
Ilustrasi penemuan bagian tubuh korban kasus mutilasi Depok. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Tim Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menemukan sepasang betis yang diduga kuat milik korban pembunuhan dan mutilasi di Kali Grogol, Depok, Kamis (20/8). 

Potongan tubuh ini diduga berkaitan dengan aksi pembunuhan berencana yang dilakukan Saepullah, 26, terhadap rekannya, Kunaefi, 51, di sebuah rumah kontrakan di kawasan Cipayung, Depok.

Sehari sebelumnya, potongan paha ditemukan di sungai Limo, Depok, yang selanjutnya dikirim ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani pemeriksaan laboratorium forensik.

Baca Juga: Sempat Jadi Buronan Polisi, Bareskrim Polri Tangkap Bandar Narkoba Basri Lewaimang di Malaysia

Katimsus 2 Unit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono menjelaskan, pelaku memutilasi jasad korban menjadi beberapa bagian sebelum dibuang.

"Untuk mutilasi, dari awal itu bagian besarnya dua, bagian atas dan bagian bawah. Kemudian bagian bawah itu menjadi empat, paha dan bagian betis," ujar Ipda Breggy, Kamis (20/8).

Berdasar hasil pemeriksaan awal, pelaku awalnya membungkus seluruh potongan tubuh tersebut dalam satu wadah yang sama.

Baca Juga: Polda Papua Tengah Tangani Penyanderaan 9 Orang di Distrik Jila

Pelaku membungkusnya menggunakan plastik atau karung putih, lalu melapisinya kembali dengan kantong sampah (trash bag) hitam sebelum dibuang di satu titik lokasi.

Namun, disinyalir bungkusan tersebut rusak hingga potongan jasad tersebar ke beberapa titik lokasi.

"Awalnya memang empat bagian itu di satu kantong yang sama. Karena pembuangan di sungai, arus, hujan, dan segala macamnya, memang memungkinkan untuk terpisah bagian-bagian potongan mayat tersebut," tambah Breggy Yesaya Imanuel Sutijono.

Kendala Identifikasi dan Pencarian Sisa Potongan

Saat ini, kepolisian masih memburu satu potongan bagian tubuh bawah yang belum ditemukan. Dalam proses penyisiran, Polda Metro Jaya terus berkoordinasi intensif dengan pihak Sumber Daya Air (SDA) serta petugas PPSU wilayah Depok.

Di sisi lain, proses identifikasi medis menghadapi tantangan cukup berat.

Kondisi fisik jasad yang diperkirakan sudah meninggal sejak satu bulan lalu mulai mengalami pembusukan parah.

Baca Juga: KKB Papua Diduga Sandera Sembilan Perempuan di Mimika, Ini Identitasnya

"Untuk kondisi, karena mengingat sudah sekitar sebulan dari peristiwa pembunuhan, jadi memang kondisi mayat sudah agak hancur dan mulai busuk. Itu memang menjadi satu kendala untuk kami, tetapi tetap kami lakukan uji lab forensik dan memerlukan waktu untuk hasilnya," jelas Ipda Breggy.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah