JawaPos.com - Bupati Langkat Syah Afandin atau yang akrab disapa Ondim tiba di Gedung Merah Putih KPK, setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan suap proyek, pada Kamis (2/7).
Syah Afandin tiba sekitar pukul 14.22 WIB dengan menggunakan mobil yang langsung memasuki area Gedung Merah Putih KPK.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan kedatangan Syah Afandin di kantor lembaga antirasuah tersebut.
"Bupati Langkat, salah satu yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini, sudah tiba di gedung KPK Merah Putih, sekitar pukul 14.30 WIB," kata Budi Prasetyo kepada wartawan, Jumat (3/7).
Syah Afandin langsung menjalani pemeriksaan intensif berkaitan operasi penindakan KPK tersebut.
"Yang bersangkutan selanjutnya akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.
Dalam OTT itu, KPK mengamankan uang ratusan juta terkait fee proyek dari pengadaan barang dan jasa di wilayah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat. Fee proyek itu diduga berkaitan dengan suap proyek di Dinas Pendidikan, serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Langkat.
Ia memastikan, pihaknya akan mendalami dugaan penerimaan uang dalam peristiwa tangkap tangan tersebut.
Baca Juga: KPK Amankan Uang Ratusan Juta dalam OTT Bupati Langkat, Diduga Terkait Fee Proyek
"Tentunya nanti juga akan didalami, ditelusuri apakah juga ada penerimaan-penerimaan lainnya atau gratifikasi yang dilakukan oleh bupati atau penyelenggara negara di wilayah Langkat," tegasnya.
Selain Bupati, lanjut Budi, tim penindakan mengamankan total tujuh orang. Mereka diamankan dari berbagai lokasi di wilayah Sumut, di antaranya Langkat, Binjai, dan Medan.
"Kemudian para pihak yang diamankan di tiga lokasi tersebut, tim lakukan pemeriksaan awal di Kepolisian Resor Kota Besar Medan," pungkasnya.