JawaPos.com - Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat, Ronald Arman Abdullah, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Rabu (3/6). Ronald bersama pihak lain, diduga terlibat suap kasus dugaan izin tinggal warga negara asing (WNA).
Selain Ronald, KPK turut mengamankan belasan orang dalam giat penindakan tersebut. Pihak-pihak yang diamankan dalam operasi senyap itu di antaranya unsur penyelenggara negara dan swasta.
"Dalam progresnya, ada belasan orang yang diamankan dalam rangkaian kegiatan peristiwa tertangkap tangan kali ini," kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (3/6).
Dalam operasi senyap itu, tim penindakan KPK turut mengamankan sejumlah barang bukti. Operasi itu berkaitan dengan transaksi suap pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA).
Namun, KPK belum mengungkap secara rinci barang bukti yang diamankan dalam giat operasi penindakan tersebut.
"Saat ini tim beberapa masih bergerak di lapangan, jadi nanti kami akan update terus perkembangannya termasuk juga barang bukti-barang bukti yang diamankan, nanti kami akan update secara detail untuk jumlahnya," tegasnya.
Harta kekayaan Ronald Arman Abdullah capai Rp 2,19 miliar
Menelisik harta kekayaan Ronald Arman Abdullah dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), memiliki total kekayaan senilai Rp 2.195.233.000 atau Rp 2,19 miliar. LHKPN itu terakhir dilaporkan pada 22 Februari 2026 untuk tahun periodik 2025.
Arman tercatat memiliki harta berupa tanah dan bangunan sebanyak dua bidang yang berlokasi di Belitung, Kepulauan Bangka Belitung dan Badung, Bali. Harta tidak bergerak itu senilai Rp 1.300.000.000 atu Rp 1,3 miliar.
Baca Juga: KPK OTT Kepala Kantor Imigrasi Jakbar, Diduga Berkaitan Suap Pengurusan Izin Tinggal WNA
Arman juga tercatat memiliki harta kekayaan berupa satu unit alat transportasi berupa Mitsubishi Pajero Sport 2015, seharga Rp 218 juta.
Pejabat pada Ditjen Imigrasi itu juga tercatat memiliki kasa dan setara kas Rp 700 juta, serta harta lainnya Rp 17.233.000.
Namun, Arman tercatat memiliki utang senilai Rp 40 juta. Sehingga total harta kekayaan selurhnya senilai Rp 2.195.233.000