← Beranda
7 Kasus Teror terhadap Aktivis dan Figur Kritis di Indonesia, dari Air Keras hingga Ancaman Digital
Fatah ElhuseinJumat, 27 Maret 2026 | 04.47 WIB
Tangkapan layar CCTV detik-detik aktivis KontraS Andrie Yunus disiram air keras di Salemba, Jakarta Pusat. (Istimewa)

 

 

JawaPos.com-Rangkaian teror terhadap aktivis, jurnalis, hingga figur publik kembali menjadi sorotan dalam beberapa tahun terakhir. Bentuknya kian beragam, mulai dari kekerasan fisik, intimidasi simbolik, hingga ancaman melalui ruang digital.

Fenomena ini memperlihatkan pola yang berulang. Serangan kerap terjadi setelah individu menyampaikan kritik terhadap kebijakan publik atau mengangkat isu sensitif. Metode yang digunakan pun tidak tunggal, mulai dari penyiraman air keras, pengiriman benda intimidatif, hingga perusakan properti.

Sejumlah organisasi masyarakat sipil menilai, teror terhadap figur kritis bukan sekadar serangan personal. Lebih dari itu, tindakan tersebut berdampak pada menyempitnya ruang demokrasi dan kebebasan berekspresi. Penanganan hukum yang tegas pun dinilai krusial untuk memberikan efek jera dan perlindungan bagi masyarakat.

Berikut tujuh kasus yang mencuat ke publik dalam kurun waktu sekitar satu dekade terakhir:

1. Andrie Yunus: Disiram Air Keras

Aktivis HAM Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras pada Maret 2026 di Jakarta. Serangan dilakukan oleh dua orang tak dikenal di ruang publik.

Insiden tersebut terjadi tak lama setelah ia aktif mengkritik pembahasan RUU TNI serta menyoroti peran militer di ranah sipil. Sebelum serangan, korban juga disebut mengalami berbagai bentuk intimidasi, termasuk pengawasan dan gangguan komunikasi.

2. Iqbal Damanik: Teror Bangkai Ayam

Iqbal Damanik mengalami teror setelah menyuarakan kritik terkait banjir dan kerusakan lingkungan di Sumatra.

Teror berupa pengiriman bangkai ayam ke lingkungan sekitar disertai ancaman langsung. Kasus ini dinilai sebagai bentuk tekanan terhadap aktivisme lingkungan yang semakin vokal.

3. Fransiska: Teror Kepala Babi

Jurnalis Tempo, Fransiska, menjadi sasaran intimidasi setelah terlibat dalam liputan investigasi.

Teror berupa pengiriman kepala babi dan bangkai hewan ke kantor redaksi, disertai ancaman pembunuhan. Peristiwa ini memicu kecaman luas dari komunitas pers sebagai ancaman serius terhadap kebebasan jurnalistik.

4. Sherly Annavita: Telur Busuk dan Perusakan Kendaraan

Influencer Sherly Annavita mengalami teror setelah kritiknya terkait penanganan bencana banjir dan longsor viral di media sosial.

Rumahnya dilempari telur busuk, sementara kendaraan pribadinya dicoret oleh pihak tak dikenal.

5. DJ Donny: Ancaman Bom Molotov

DJ Donny melaporkan menerima ancaman berupa paket yang diduga berisi bom molotov serta kiriman bangkai ayam ke kediamannya.

Ancaman ini muncul setelah ia mengkritik persoalan banjir di Sumatra. Meski tidak menimbulkan korban, metode intimidasi yang digunakan menunjukkan eskalasi serius.

6. Viridian Aurellio: Perusakan Mobil

Konten kreator Viridian Aurellio menjadi korban perusakan kendaraan setelah konten terkait isu di Sumatra viral.

Insiden terjadi tak lama setelah unggahannya memicu perdebatan luas di media sosial.

7. BEM UGM: Ancaman Pembunuhan Digital

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, menjadi sasaran intimidasi setelah mengkritik kebijakan pemerintah dan menyoroti kasus sosial di NTT.

Baca Juga: Komnas HAM Kantongi Data Medis Korban Penyiraman Air Keras Andrie Yunus dari RSCM, Guna Susun Rekomendasi

Ancaman pembunuhan disampaikan melalui pesan WhatsApp. Tidak hanya itu, keluarga korban juga dilaporkan ikut terdampak melalui serangan digital. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan