JawaPos.com - Komisi III DPR turut memberi atensi terhadap masalah antara pemilik Restoran Bibi Kelinci, Nabilah O’Brien, dengan salah seorang konsumen bernama Zendhy Kusuma. Atas persoalan itu, pria yang dikenal oleh publik sebagai gitaris tersebut kembali menyampaikan permohonan maaf.
Dalam keterangan yang disampaikan secara terbuka kepada publik, Zendhy menyampaikan bahwa peristiwa yang terjadi pada September tahun lalu bermula dari situasi yang tidak nyaman di Restoran Bibi Kelinci. Dia mengungkapkan, saat itu dirinya datang bersama keluarga dan sudah menunggu pesanan cukup lama.
”Saya menyadari bahwa dalam situasi tersebut kami tentu tidak sempurna. Dalam kondisi lapar dan emosi, mungkin ada sikap kami yang seharusnya bisa disampaikan dengan cara yang lebih baik. Untuk itu saya kembali menyampaikan permohonan maaf,” ucap Zendhy dikutip pada Selasa (11/3).
Baca Juga: Lansia Ini Akhirnya Ditangkap Usai Jadi DPO 9 Tahun karena Palsukan Surat Tanah
Menurut Zendhy, persoalan yang muncul senjatinya berasal dari masalah antara restoran dengan konsumen. Namun, masalah terus berkembang dan membesar sampai masuk ke ranah hukum. Bahkan, publik terseret-seret karena masalah tersebut menjadi viral di media sosial.
Dia mengaku sempat dilaporkan dalam kasus pencurian dengan pemberatan hingga harus menjalani proses pemeriksaan oleh kepolisian. Dalam perjalanan kasus itu, dia juga memilih menempuh jalur hukum dan membuat laporan kepolisian dengan tuduhan dugaan pelanggaran UU ITE.
”Situasi itu tentu membuat kami semua bersedih. Hal yang awalnya sederhana menjadi sangat sulit bagi semua pihak,” sesalnya.
Lebih lanjut, Zendhy menyampaikan bahwa salah satu hal yang paling terasa beberapa bulan belakangan adalah tekanan besar dari publik di media sosial. Bukan hanya dirinya, keluarganya juga merasakan tekanan itu. Menurut dia, tekanan di media sosial sudah sampai pada level cyber bullying atau perundungan siber.
”Beberapa bulan terakhir kami dan keluarga mengalami cyber bullying yang sangat besar. Banyak komentar, tuduhan, bahkan penyebaran informasi pribadi yang terjadi. Saya tidak ingin menyalahkan siapa pun, tetapi pengalaman ini membuat kami memahami betapa kuatnya dampak media sosial terhadap kehidupan seseorang,” bebernya.
Zendhy tidak pernah menyangka, peristiwa kecil bisa berkembang menjadi gelombang opini yang sangat besar setelah masuk ke ruang digital. Namun demikian, dia bersyukur karena pada akhirnya masalah tersebut diselesaikan melalui proses mediasi yang difasilitasi oleh kepolisian.
Baca Juga: Makanan yang Bisa Menangkal Kerusakan Mata, Ini 4 Pilihan Terbaiknya!
”Saya berterima kasih kepada pihak kepolisian yang telah memfasilitasi proses mediasi sehingga persoalan ini dapat dinyatakan selesai,” ujarnya.
Atas atensi dan perhatian dari Komisi III DPR, Zendhy juga memberikan apresiasi. Menurut dia, DPR turun tangan karena ingin memastikan agar proses penegakan hukum untuk menyelesaikan masalah tersebut berjalan secara adil dan proporsional untuk semua pihak.
”Saya belajar menjadi konsumen yang lebih baik. Teman-teman yang menjalankan usaha juga tentu belajar menjadi pelaku usaha yang lebih baik. Dan kita semua belajar menjadi warga negara yang lebih dewasa di tengah kehidupan yang sangat dipengaruhi media sosial,” kata dia.
Sebelumnya, diberitakan bahwa perseteruan dan saling lapor antara pemilik Restoran Bibi Kelinci, Nabilah O’Brien, dengan gitaris Zendhy Kusuma berakhir damai. Lewat mediasi yang berlangsung di Gedung Bareskrim Polri pada Minggu malam (8/3), kedua pihak memutuskan mencabut seluruh laporan kepolisian. Sehingga tidak ada lagi tersangka di kedua pihak.
Atas hasil mediasi tersebut, Nabilah mengaku sangat lega. Dia merasa tenang karena sudah tidak lagi berstatus sebagai tersangka. Persoalan dengan Zendhy yang sempat menjadi perhatian publik juga sudah selesai. Mereka saling memaafkan. Itu ditandai dengan jabat tangan di antara kedua pihak yang berseteru sejak September tahun lalu.
”Akhirnya tidak jadi tersangka, udah,” ucap Nabilah saat ditanyai usai mediasi tersebut.
Perempuan yang juga dikenal sebagai seorang selebgram itu menyampaikan bahwa, dia sudah memaafkan tindakan Zendhy dan istrinya beberapa bulan lalu. Sehingga dia dengan kesadaran penuh mencabut laporan kepolisian yang disampaikan kepada Polsek Mampang Prapatan. Dia turut menyampaikan terima kasih kepada Polri dan semua pihak yang mewujudkan mediasi tersebut.
”Saya mau bilang makasih sama Pak Habiburokhman (Ketua Komisi III DPR). Terbaik,” ujarnya.
Baca Juga: Karier, Rezeki, dan Hoki Meningkat! 6 Zodiak Ini Beruntung di Pertengahan Maret Mendatang
Dalam kesempatan yang sama, Nabilah menegaskan bahwa polemik di ruang publik itu sempat membuat dirinya lelah. Kini, dia sudah lebih tenang karena tidak ada lagi status tersangka atas laporan yang dibuat oleh Zendhy di Bareskrim Polri. Lewat mediasi tadi malam, dia kini bisa tidur lebih nyenyak dan kembali bekerja seperti sedia kala.
”Saya maafin semuanya saya mau tidur, saya mau kerja, saya sudah bukan tersangka, itu saja. Saya maafin 100 persen, iya (sudah cabut laporan) saya mau tidur soalnya,” kata dia.
Menurut Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Polri telah membuktikan komitmen untuk menyelesaikan persoalan tersebut dengan menghadirkan keadilan bagi semua pihak. Sehingga para pihak yang semula berseteru, saling lapor, dan sama-sama sudah menjadi tersangka dalam konstruksi kasus yang berbeda memutuskan untuk damai.
”Dalam perjanjian perdamaian itu kemudian masing-masing sudah melakukan pencabutan dalam pelaporan,” kata dia.