← Beranda
Junimart: Pak Menteri Arahkan Presiden Blusukan ke Lapas Dong
Ilham SafutraJumat, 20 Januari 2017 | 00.03 WIB
Menkumham Yasonna Laoly bersama anggota Komisi III DPR Junimart Girsang.

JawaPos.com - Padatnya kondisi lembaga pemasyarakat (Lapas) dan rumah tahanan (rutan) membuat para anggota dewan meminta Menteri Hukum dan HAM‎ (Menkumham) Yasonna Laoly mengarahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) blusukan ke tempat itu.


"Tolong Pak Menteri arahkan Pak Presiden agar berkunjung ke rutan-rutan, ke lapas biar Bapak Presiden tahu begini loh situasinya. Itu saran kami," ujar anggota Komisi III DPR Junimart Girsang dalam rapat kerja dengan Yasonna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/1).


Perlunya Jokowi turun ke rutan ataupun lapas karena kondisi di sana begitu menyedihkan. Dalam catatan Kemenkumham, ada 203.532 napi dan tahanan di seluruh Indonesia. Dalam satu lapas atau rutan, berisi 4 ribuan yang diawasi hanya beberapa petugas saja.


"Kami sering berkunjung, karutan (kepala rumah tahanan) dan kalapas‎ (kepala lembaga permasyarakatan) setres, dan mereka berdoa sekali lima menit. Kenapa? Katanya tinggal menunggu Insya Allah tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tutur Junimart menceritakan keluhan Kalapas dan Karutan.


Selain petugas lapas, keluhan juga datang dari warga binaan. Kata Junimart, ‎di dalam lapas atau rutan mereka tidur berdesakan dalam ruangan sempit. Hal ini tentu harus menjadi perhatian pemerintah untuk memperbaiki kapasitas dan fasilitas lapas.


"Karena itu perlu Pak Presiden turun ke rutan ke lapas. Lihat bagaimana mereka tidur di ruangan ukuran dua kali tiga (meter), tidurnya 47 orang. Gantian pak, berdiri‎ tidurnya. Menyedihkan sekali. Semua keluhan, tidak ada apresiasi," pungkas Junimart. (dna/JPG)

EDITOR: Ilham Safutra