JawaPos.com- Kubu Fauzie Yusuf Hasibuan sangat menyayangkan perpecahan yang terjadi di tubuh Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi). Pihaknya menginginkan agar Peradi bisa bersatu sehingga visi misi yang dicanangkan dapat berjalan dengan baik.
"Kami sadari ini merupakan sikap protes mereka yang tidak puas dengan keputusan pada Munas Peradi. Tapi kami sangat membuka lebar untuk mereka agar bisa bekerja bersama lagi," katanya, di sela-sela berlangsungnya rapat kerja Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) Peradi di Hotel Crowne Plaza, Jakarta Selatan, Kamis (15/10).
Pihaknya tengah melakukan upaya untuk menggandeng kembali dua kubu Peradi. Salah satunya melalui komunikasi. "Kita akan melakukan komunikasi dengan cara sebaik-baiknya agar kita sama-sama mengerti, sehingga dapat menuai kesepahaman bersama," tuturnya.
Selain itu, kubunya juga telah membentuk tim rekonsiliasi untuk merumuskan langkah-langkah apa saja yang perlu diambil agar Peradi bisa bersatu kembali. "Kalau upaya-upaya tersebut gagal ya, terpaksa kita lewat jalur hukum. Biar hukum yang menyelesaikan," terangnya.
Sementara itu, Otto Hasibuan yang telah rampung menjabat ketua umum Peradi Periode 2010-2015 mengingatkan kepada kepengurusan baru Peradi agar tidak asal pecat kepada para anggota Peradi. Sebab, hal ini menjadi pemicu perpecahan akan semakin kuat.
"Kalau gampang pecat anggota, mereka yang dipecat bisa bikin organisasi advokat baru. Jadi, pengurus baru harus melayani anggota dengan sebaik-baiknya, bujuk dengan hati, ngomong pelan-pelan, gitu lah," jelas Otto yang telah diangkat menjadi ketua dewan pembina Peradi. (fab/jpg)