← Beranda
Viral Asap Karhutla Kalimantan Menuju Jakarta dan Jabar, Berikut Kata Ahli
Ryandi Zahdomo• Jumat, 16 Oktober 2026 | 16.47 WIB
Ilustrasi udara Jakarta yang tidak sehat. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Media sosial dihebohkan dengan unggahan yang menyebutkan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan sedang bergerak menuju wilayah Jawa Barat dan Jakarta. Informasi tersebut memicu kekhawatiran warganet mengenai potensi buruk kualitas udara di wilayah perkotaan.

 

Informasi ini pertama kali dibagikan akun X @dipanggilarman. Ia membagikan tangkapan layar yang disebut merupakan data satelit Himawari-9 dan menarasikan bahwa kabut asap karhutla dari Kalimantan tengah mengarah ke Jawa Barat dan Jakarta.

 

Pemilik akun bahkan menyebutkan adanya kemungkinan asap tersebut sudah mencapai daratan Jawa Barat pada malam hari, sembari mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.

 

"BREAKING!! Sesuai data satelit himawari 9. Kabut asap kebakaran hutan kalimantan sedang menuju jawa barat dan jakarta. Ada kemungkinan malam nanti asap sudah sampai ke daratan jawa barat. Stay safe semua!," tulisnya.

 

Analisis Pakar Kebencanaaan Terkait Pergerakan Angin

 

Menanggapi informasi viral tersebut, Anggota Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) sekaligus Dosen Magister Manajemen Bencana SPPB Universitas Indonesia (UI), Dr. Daryono, memberikan penjelasan ilmiah.

 

Ia meminta masyarakat untuk memeriksa langsung pola arah angin nasional melalui data meteorologi yang valid seperti https://www.accuweather.com/en/id/national/wind-flow.

"Silakan cek mana ada saat ini ada angin dari Kalimantan ke Jakarta," ujar Daryono, Jumat (16/10).

Saat disinggung mengenai kemungkinan fenomena tersebut secara teoretis, Daryono tidak menampik secara mutlak, namun menegaskan bahwa peluang terjadinya sangat kecil.

 

Sebab, faktor dinamika atmosfer dan musim angin yang sedang berlangsung menjadi penentu utama pergerakan udara saat ini."Bisa tapi peluang sangat kecil karena ini musim angin timuran, jadi angin ke barat dan barat laut," jelasnya.

 

Dengan penjelasan ilmiah dari pakar kebencanaan ini, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, menyaring informasi secara bijak, serta selalu merujuk pada data resmi dari instansi berwenang terkait kondisi cuaca dan kualitas udara.

EDITOR: Diar Candra
Tags:jakarta